
Megan yang merasa jadi Ratu di kediaman Bramantyo selalu menyuruh-nyuruh Asisten rumah tangga seenaknya, sehingga membuat semua yang bekerja di rumah Aldi tersebut tidak suka kepada Megan, dan mereka bersepakat untuk melaporkan semua perbuatan Megan kepada Tuan dan Nyonya Bramantyo dengan menelpon majikannya tersebut secara sembunyi-sembunyi.
Nyonya dan Tuan Bramantyo yang saat ini masih berada di luar negeri memutuskan untuk pulang ketika mendengar Megan yang hidup seenaknya di rumah mereka, karena mereka takut jika Megan menyakiti Nabila.
Sebelum pulang ke Indonesia, Mama Sari menelpon Aldi terlebih dahulu untuk memberitahukan berita kepulangannya, sehingga membuat Aldi kalang kabut karena dirinya sudah menjual Menantu kesayangan kedua orangtuanya.
"Aku harus bagaimana, saat ini Nabila tinggal di kediaman Airlangga, apa aku memohon saja kepada Big Bos supaya mengembalikan Nabila kepadaku, Mama dan Papa pasti murka jika mengetahui semua perbuatanku," gumam Aldi dengan mondar mandir seperti setrikaan.
"Saat hendak ke ruang Big Bos, Aldi kebetulan melihat Ken berjalan menuju ruangannya dengan di dampingi oleh Asisten Rendi.
"Tuan, apa boleh saya bicara dengan Anda?" tanya Aldi dengan tertunduk malu.
"Aku sangat sibuk, bicaralah sekarang !!" ujar Ken.
Aldi tiba-tiba berjongkok di depan Ken, dan Aldi memegang kaki Ken.
"Aldi, apa yang kamu lakukan, cepat bangun, jangan sampai karyawan lain melihat kelakuan kamu," ujar Ken, kemudian Ken mengajak Aldi masuk ke dalam ruangannya untuk berbicara.
"Sekarang bicaralah," ujar Ken setelah mereka berada dalam ruangannya.
"Tuan, apa bisa Anda mengembalikan Nabila kepada saya? saya akan mengembalikan uang yang Anda berikan kepada saya, dan saya pasti akan mencicil sisanya," ujar Aldi.
"Apa kamu pikir Nabila adalah barang yang bisa diperjual belikan seenaknya?" tanya Ken dengan tatapan tajam.
"Saya tau kalau saya sudah melakukan kesalahan besar, tapi ini antara hidup dan mati saya, karena saat ini orangtua saya akan pulang ke Indonesia, pastinya mereka akan murka jika mengetahui Nabila sudah saya jual."
"Itu bukan urusanku, karena itu adalah kesalahanmu sendiri yang tidak berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Sekarang Nabila adalah milikku, dan aku tidak akan pernah melepaskan berlian yang aku miliki untuk orang lain," ujar Ken.
__ADS_1
"Tuan, saya mohon, saya akan melakukan apa pun, tapi tolong kembalikan Nabila, setidaknya saya pinjam Nabila sampai orangtua saya kembali ke luar Negeri," ujar Aldi yang terus menghiba kepada Ken.
"Harus berapa kali aku bilang, kalau Nabila bukan sebuah barang yang bisa di pinjam apalagi diperjual belikan seenaknya," tegas Ken.
"Saya sudah berniat untuk menceraikan Nabila karena saat ini Megan telah hamil Anak saya, tapi saya mohon, ijinkan Nabila tinggal di rumah saya selama beberapa hari saja," ujar Aldi.
Sebenarnya dari semenjak Ken mengajak Aldi ke dalam ruangannya, Ken langsung menelpon Nabila, supaya Nabila bisa mendengar semua percakapannya dengan Aldi.
"Bagaimana sayang, apa kamu mau menolong Suami bejat kamu untuk yang terakhir kalinya?" tanya Ken dengan me-loud speaker handphone nya di hadapan Aldi.
Nabila terdengar menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Ken.
"Semuanya bagaimana kamu saja sayang, tapi kalau kamu mengijinkan, aku akan menemui orangtua Aldi, karena bagaimanapun juga, selama ini mereka telah bersikap baik kepadaku dan Adik-adikku di Panti, dan nanti aku akan sekalian berpamitan kepada mereka, karena Aku dan Aldi akan segera bercerai," jawab Nabila dengan menahan sesak dalam dadanya, karena bagaimanapun juga Nabila tidak mau menyakiti perasaan Orangtua Aldi yang sudah begitu baik terhadapnya.
Ken sebenarnya tidak rela mendengar Nabila yang akan tinggal di rumah Aldi meski pun cuma beberapa hari saja, tapi Ken menghargai keputusan Nabila.
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu sayang, nanti sore aku akan mengajak Aldi ke rumah kita, Aldi juga sudah berjanji kalau dia akan segera menceraikanmu, jadi kita bisa segera menikah," ujar Ken.
Jantung Aldi rasanya berhenti berdetak, ia tidak pernah mengira jika Ken terlihat sangat mencintai Nabila, bahkan Ken berniat untuk menikahi istrinya tersebut.
"Kamu dengar sendiri kan apa kata Kekasihku barusan? jadi sekarang kamu ke luar dari dalam ruanganku, dan ingat, jangan sampai kamu berani menyentuh Kekasihku, karena kalau seujung kuku saja kamu berani menyentuhnya, aku akan menghancurkan hidupmu Aldi Bramantyo !!" ancam Ken, sehingga membuat Aldi dan Asisten Rendi yang berada di sana bergidik ngeri mendengarnya.
Apa benar Tuan akan menikahi Nona Nabila? kenapa hatiku terasa sesak mendengarnya? sadar kamu Rendi, Nona Nabila adalah Kekasih Tuan, dan kamu tidak boleh sampai jatuh cinta kepadanya, ucap Asisten Rendi dalam hati.
......................
Sepanjang hari Ken terlihat gelisah karena terus saja memikirkan Nabila yang akan pulang ke rumah Mertuanya.
__ADS_1
"Kenapa aku tidak ikhlas melepas kepergian Nabila, aku rasanya tidak rela jika Nabila harus kembali bersama Aldi meskipun cuma beberapa hari saja. Bagaimana kalau nanti Aldi menyentuh Nabila?" gumam Ken dengan terus mengacak rambutnya secara kasar.
Saat ini waktu sudah menunjukan jam pulang kantor, dan Aldi sudah terlihat menunggu Ken di depan ruangannya.
"Selamat sore Tuan," ucap Aldi.
"Hemm," jawab Ken singkat, karena sepanjang hari mood Ken terlihat tidak baik.
Aldi mengikuti mobil Ken dari belakang saat menuju kediaman Airlangga, sampai akhirnya Ken menyuruh Rendi untuk menelpon Aldi supaya menunggunya di luar gerbang rumahnya ketika mereka hampir sampai di kediaman Airlangga.
Ken terlihat enggan untuk masuk ke dalam rumah, apalagi harus mengantarkan Nabila menemui Aldi.
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Nabila ketika Ken masuk ke dalam rumah, karena saat ini Nabila sedang berbincang dengan Nenek Puspa.
Ken yang melihat Nabila, langsung memeluk tubuhnya dengan erat, karena rasanya Ken tidak ikhlas melepas Nabila pergi.
"Suamiku, kamu baik-baik saja kan?" tanya Nabila dengan memegang dahi Ken.
"Aku sangat merindukanmu sayang," jawab Ken.
"Nabila berangkat ke Panti Asuhan juga cuma beberapa hari saja Ken, jadi kamu tidak usah sedih seperti itu," ujar Nenek Puspa, karena sebelumnya Ken sudah menyuruh Nabila supaya mengatakan kepada Nenek Puspa kalau Nabila akan pergi ke Panti Asuhan untuk menengok Ibu Panti dan Adik-adiknya di sana.
"Ya sudah kalau begitu, aku antar kamu ke luar, kebetulan Supir sudah menunggu kamu," ujar Ken dengan menggandeng tubuh Nabila.
"Nek, Nabila pergi dulu ya, Nenek jaga kesehatan, makan dan istirahat yang teratur, Nabila pasti akan sangat merindukan Nenek," ujar Nabila dengan memeluk tubuh Nenek Puspa sebelum pergi.
"Nenek juga akan sangat merindukanmu sayang. Salam buat semua yang ada di Panti ya, Nenek titip ini untuk mereka," ujar Nenek Puspa dengan memberikan amplop coklat yang berisi uang lima puluh juta.
__ADS_1
"Makasih banyak ya Nek, insyaallah Nabila akan memberikan amanah dari Nenek," ujar Nabila, karena Nabila sudah berniat akan pergi ke Panti setelah pulang dari kediaman Bramantyo.
Ken kembali menggandeng tubuh Nabila untuk ke luar dari dalam rumah keluarga Airlangga, tapi entah kenapa langkah Nabila juga terasa berat untuk meninggalkan rumah tersebut.