
Semuanya mengucap Hamdalah ketika Nabila berhasil melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan dan sehat.
"Alhamdulillah, Selamat sayang, akhirnya bayi kita lahir juga," ucap Rendi dengan mencium kening Nabila, meski pun Rendi sempat merasakan sesak dalam dadanya ketika mendengar Nayla berteriak menyebut nama Keenan sebelum akhirnya berhasil melahirkan bayinya.
"Mas, maaf ya, Zahra tidak tau kenapa tadi tiba-tiba Zahra menyebut nama Keenan saat hendak melahirkan bayi kita."
"Tidak apa-apa sayang, mungkin Zahra teringat dengan sebuah nama di masalalu Zahra. Lihat bayi kita, dia lucu sekali ya," ucap Rendi ketika melihat bayi Nabila yang ditempelkan pada dada Nabila untuk mendapatkan Asi pertama.
Bayinya mirip sekali dengan Tuan Keenan. Mikir apa kamu Rendi, tidak mungkin bayi Nabila mirip dengan kamu, karena bayi itu adalah Anak Nabila dari Tuan Ken. Meski pun dia bukan darah dagingku, tapi aku akan menyayanginya seperti Anak kandungku sendiri, ucap Rendi dalam hati.
"Sayang, apa Zahra sudah mempunyai nama untuk bayi kita?" tanya Rendi.
"Belum Mas, selama ini kenapa ya kita tidak pernah kepikiran sampai sana? apa Mas Rendi sudah mempunyai nama untuk bayi kita?"
Rendi tampak berpikir sampai akhirnya Rendi kembali angkat suara.
"Bagaimana kalau kita kasih nama Rendra saja?"
"Memangnya apa arti nama Rendra?" tanya Nabila.
"Rendra artinya pemimpin, Rendra juga gabungan dari nama kita Rendi dan Zahra," jawab Rendi.
"Nama yang bagus, tapi nama belakangnya apa?" tanya Nabila.
Tidak mungkin aku memakaikan nama belakangku pada nama Rendra. Sebaiknya aku memakai nama belakang Tuan Ken saja, ucap Rendi dalam hati.
"Sebaiknya kita kasih nama Putra Airlangga saja untuk nama belakangnya," jawab Rendi.
Nabila terlihat heran karena nama kepanjangan Rendi adalah Pratama.
__ADS_1
"Kenapa tidak Pratama saja seperti nama kepanjangan Mas Rendi?" tanya Nabila.
"Airlangga lebih bagus sayang, lagian nama belakang Zahra juga Putri Airlangga," ujar Rendi yang mencari alasan supaya Nabila menyetujuinya, padahal yang sebenarnya nama belakang Nabila memang Putri Airlangga, hanya saja Rendi belum mengetahuinya.
"Baiklah kalau begitu, berarti Bayi kita yang tampan ini namanya Rendra Putra Airlangga," ucap Nabila dengan tersenyum.
Setelah bayi Nabila dibersihkan, Rendi mengadzani bayi tersebut dengan menangis terharu.
Maaf Tuan Ken, seharusnya Anda yang mengadzani Rendra, tapi saya belum siap jika harus berpisah dengan Nabila dan Rendra, ucap Rendi dalam hati.
......................
Setelah Nabila melahirkan, perut Ken yang terasa mulas tiba-tiba sembuh.
"Alhamdulillah, semoga Nabila dan bayi kami baik-baik saja," ucap Ken dengan terus berdzikir meminta kesehatan dan keselamatan untuk Nabila dan bayi mereka.
Nenek Puspa yang merasa khawatir kepada Ken, memutuskan untuk melihatnya ke kamar Ken, dan Ken saat ini baru saja selesai melaksanakan Shalat Subuh.
"Alhamdulillah, sekarang perut Ken sudah baikan."
"Alhamdulillah kalau seperti itu, semoga benar dugaan kita kalau Nabila sudah melahirkan bayi kalian, dan mudah-mudahan mereka berdua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan," ujar Nenek Puspa yang di Amini oleh Ken.
"Nek, sebenarnya Ken harus berangkat ke Australia untuk mengurus bisnis keluarga Airlangga di sana, dan kemungkinan Ken akan menetap di luar negeri selama satu tahun sampai kondisi perusaahan benar-benar stabil. Ken juga akan mencari orang yang bisa Ken percaya untuk mengurus perusahaan di sana, supaya Ken bisa segera kembali ke Indonesia."
"Nenek tau alasan kamu merasa berat meninggalkan Indonesia, kamu pasti tidak tega kan meninggalkan Nenek sendirian? apalagi saat ini Nabila masih belum ditemukan?"
"Iya Nek, Ken takut kalau sampai Aira dan Om Indra menyakiti Nenek, Ken juga takut jika sampai mereka mengetahui semua kebenaran tentang Nabila yang sebenarnya adalah Cucu kandung Nenek, karena mereka pasti tidak akan tinggal diam saja."
Ken lupa jika di kediaman Airlangga banyak mata-mata Aira, sampai akhirnya salah satu mata-mata suruhan Aira mendengar fakta tentang Nabila, dan pastinya mereka akan melaporkan informasi tersebut kepada Aira dan Daddy Indra.
__ADS_1
"Ken, kamu tenang saja ya, Nenek pasti akan menjaga diri baik-baik, Indra dan Aira juga tidak akan mungkin menyakiti Nenek. Meski pun saat ini Nabila masih belum kita temukan, tapi Nenek yakin jika Nabila akan baik-baik saja, dan kita akan terus mencari keberadaan Nabila. Nenek yakin jika suatu saat nanti, kita pasti bisa berkumpul kembali."
......................
Mata-mata suruhan Aira yang ditempatkan di kediaman Airlangga langsung saja menuju kediaman Aira untuk melaporkan semuanya.
"Ada apa kamu pagi-pagi begini menemuiku sampai mengganggu tidurku? awas saja kalau berita yang kamu sampaikan tidak penting," ujar Aira kepada Pelayan bernama Meli yang sengaja iya bayar untuk memata-matai Ken dan Nenek Puspa.
Meli sudah gemetar ketakutan ketika mendengar ancaman Aira.
"Berita ini sangat penting Nona, barusan saya mendengar jika Nona Nabila adalah Cucu kandung dari Nyonya Puspa," ujar Meli.
Prang
Aira memecahkan sebuah guci yang saat ini berada di sampingnya, Aira begitu geram mendengar berita tersebut.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa ada kebetulan seperti itu? aku sudah bersusah payah menyingkirkan perempuan kampung itu karena aku hanya mengira jika dia adalah istri Ken, tapi ternyata ada fakta lain yang mereka sembunyikan. Jadi, ternyata aku tidak salah dengar ketika Ken dan Tante Puspa membicarakan tentang Cucu kandung Tante Puspa yang masih hidup?" gumam Aira.
Daddy Indra yang mendengar suara benda pecah dari kamar Aira langsung berlari ke kamar Putri kesayangannya tersebut.
"Sayang, kenapa guci nya bisa sampai pecah seperti ini?" tanya Daddy Indra.
"Dad, ternyata Aira waktu itu tidak salah dengar, kalau Cucu Tante Puspa masih hidup."
"Tidak mungkin Aira, saat itu Daddy menyaksikan sendiri mobil Airlangga yang hangus terbakar, bahkan jasad mereka susah untuk di identifikasi seandainya Daddy tidak melemparkan kartu nama Airlangga di dekat mobilnya yang terbakar."
"Tapi Dad, bisa saja kan kalau bayi mereka selamat, karena sampai saat ini jasad bayi mereka tidak ditemukan dalam kecelakaan tersebut, bahkan Tante Puspa selalu yakin kalau Cucunya masih hidup, dan barusan Meli mendengar sendiri Ken dan Tante Puspa membicarakan tentang Nabila yang sebenarnya adalah Cucu kandung Nenek Puspa."
"Apa? jadi istri Ken sebenarnya adalah Cucu kandung Mbak Puspa? kalau sampai Nabila masih hidup dan kembali bersama dengan Ken, pasti Mbak Puspa akan menyerahkan semua harta kekayaan Airlangga kepada mereka, dan kita tidak akan dapat apa-apa. Padahal Daddy sudah bersusah payah menyingkirkan Airlangga dan keluarganya supaya semua harta kekayaan Mbak Puspa jatuh ke tangan kita."
__ADS_1
"Bukan hanya itu saja yang saya dengar Tuan, tapi mereka juga mengatakan tentang Nona Nabila yang sudah melahirkan Anak Tuan Ken," ujar Meli, sehingga membuat Daddy Indra dan Aira semakin merasa geram.
"Kita tidak bisa diam saja, kita harus mencari keberadaan Nabila dan Anak Ken, dan kita harus melenyapkan mereka sebelum Ken dan Mbak Puspa menemukan keberadaan mereka," ujar Daddy Indra dengan mengepalkan kedua tangannya.