
Semuanya terkejut ketika mendengar suara Aira yang mencoba menghentikan pernikahan Rendi dan Zahira.
"Kamu tidak bisa menghentikan pernikahan kami, karena saat ini Zahira sudah sah menjadi istriku," ujar Rendi.
"Apa kamu yakin tidak ingin membatalkan pernikahan kalian jika mengetahui sebuah kebenaran tentang kematian kedua orangtua kamu?" ujar Aira.
"Apa maksud kamu Aira?" tanya Rendi yang pura-pura belum mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Daddy Indra yang mendengar perkataan Aira, sudah gemetar ketakutan, karena Aira pasti akan membocorkan semua kebenaran tentang kejahatan yang telah ia perbuat.
Tenang Indra, kamu tidak boleh panik, Aira tidak mempunyai bukti apa pun tentang kejahatan yang telah aku lakukan, ucap Daddy Indra dalam hati.
"Aira, kamu jangan berbuat onar di sini. Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum Daddy melakukan sesuatu yang akan membuat kamu menyesal," ancam Daddy Indra.
"Silahkan saja Daddy laporkan Aira ke pihak berwajib, supaya kita berdua bisa sama-sama mendekam di Penjara."
"Memangnya bukti apa yang sudah kamu punya untuk menjebloskan Daddy ke dalam penjara? sedangkan Daddy masih memiliki bukti rekaman CCTV ketika kamu menabrak Nabila," ujar Daddy Indra.
Nenek Puspa dan Rendi pura-pura terkejut mendengar semuanya, padahal mereka sudah mengetahui semua kebenaran yang telah Aira lakukan.
"Apa maksud kamu Indra? jadi Aira sudah menabrak Nabila? tega sekali kamu melakukan semua itu hanya demi mendapatkan Ken. Tante tidak akan memaafkan kesalahan yang telah kamu lakukan Aira, sekarang juga Tante akan melaporkan kamu ke pihak berwajib," ujar Nenek Puspa.
"Tante akan terkejut apabila mengetahui dalang dibalik kecelakaan yang menimpa Anak dan Menantu Tante, bahkan sampai menyebabkan mereka meninggal Dunia. Untung saja Rendi selamat dalam kecelakaan tersebut," ujar Aira.
"Apa maksud kamu Aira? jadi dulu ada yang sengaja mencelakakan Airlangga beserta Anak dan istrinya?" tanya Nenek Puspa yang begitu syok mendengarnya, karena Nenek Puspa belum mengetahui tentang kejadian yang sebenarnya, lain hal nya dengan Rendi yang sebelumnya telah mengetahui semuanya dari Zahira .
"Iya, dan Tante akan lebih terkejut lagi jika mengetahui kalau sebenarnya pembunuh Anak Tante adalah_"
Jleb
Daddy Indra yang merasa ketakutan rahasianya akan terbongkar di depan Nenek Puspa dan Rendi, tiba-tiba menusuk Aira dengan pisau kue pengantin, dan semuanya begitu terkejut dengan yang dilakukan oleh Daddy Indra.
__ADS_1
"Daddy," ucap Aira dengan lirih, dan sesaat kemudian Aira hilang kesadarannya.
Daddy Indra menangis ketika melihat Aira yang sudah bersimbah darah karena perbuatannya.
"Aira, bangun sayang, maafin Daddy, Daddy tidak sengaja melakukan semua ini kepada kamu Nak. Daddy sayang Aira, Aira tidak boleh meninggalkan Daddy" teriak Daddy Indra dengan terus mengacak rambutnya secara kasar.
Rendi memanggil bodyguard di kediaman Airlangga untuk menangkap Daddy Indra, kemudian Rendi menghubungi pihak berwajib untuk melaporkan kejahatan yang telah dilakukan oleh Daddy Indra, apalagi saat ini Daddy Indra telah menusuk Anaknya sendiri.
"Aira, bangun Nak," teriak Mama Risa.
Mama Risa dan Zahira saat ini menangis melihat kondisi Aira yang kritis.
"Sebaiknya sekarang kita bawa Aira ke Rumah Sakit," ujar Rendi kepada Anak buahnya supaya membantu mengangkat Aira.
"Nenek tenang dulu ya, nanti kami akan menceritakan kejadian yang sebenarnya, karena sekarang Rendi akan mengantar Aira ke Rumah Sakit terlebih dahulu," ujar Rendi.
Nenek Puspa begitu syok ketika melihat tragedi yang terjadi di depan matanya, dan Nenek Puspa sudah menduga jika dalang dibalik kematian Anak dan Menantunya adalah Daddy Indra.
Nenek Puspa menghampiri Daddy Indra yang saat ini terus duduk bersimpuh di atas lantai dengan dipegangi oleh kedua Bodyguard.
Tamparan keras kini mendarat pada pipi Daddy Indra, karena Nenek Puspa begitu geram oleh perbuatan Daddy Indra yang telah menghilangkan nyawa Anak dan Menantunya.
"Tega kamu Indra, bisa-bisanya kamu mencelakakan Airlangga dan keluarganya. Apa salah mereka kepadamu?" tanya Nenek Puspa, dan Daddy Indra tertunduk serta masih menangis karena saat ini tangannya masih berlumuran darah Aira.
"Bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi Indra? kamu pasti sakit ketika melihat Anakmu meregang nyawa bahkan di depan mata kepala kamu sendiri, apalagi kamu yang yang sudah menjadi pelakunya. Apa kamu sadar jika semua itu adalah karma karena kamu telah berbuat kejahatan besar dengan membunuh Anakku?" teriak Nenek Puspa dengan menangis, tapi Nenek Puspa mencoba untuk tetap kuat ketika mengingat Nabila.
"Aira, Aira maafin Daddy Nak," ucap Daddy Indra dengan lirih.
"Kenapa? kamu menyesal karena telah membunuh Anak kamu sendiri? kamu itu iblis Indra, kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta kekayaan yang bukan hak kamu. Apa kamu pikir dengan menikahkan Zahira dengan Rendi, semua harta kekayaan keluarga Airlangga akan bisa kamu kuasai? kamu salah Indra karena Cucu kandungku bukanlah Rendi, tapi Nabila," ujar Nenek Puspa, dan Daddy Indra begitu geram karena sudah merasa dibohongi.
"Kenapa kalian tega membohongiku? gara-gara kalian, aku bahkan tega menusuk Aira," teriak Daddy Indra dengan memberontak dari pegangan Bodyguard untuk menyerang Nenek Puspa.
__ADS_1
"Kamu yang sudah tega mencelakai Anakku dan keluarganya, seharusnya kamu introspeksi diri, bukan menyalahkan orang lain," ujar Nenek Puspa.
Daddy Indra berhasil melepaskan diri dari pegangan Bodyguard untuk menyerang Nenek Puspa, tapi ketika Daddy Indra hampir berhasil menjangkau tubuh Nenek Puspa, tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Dor
Polisi menembak kaki Daddy Indra untuk menghentikan aksinya menyerang Nenek Puspa, dan Daddy Indra berteriak kesakitan ketika timah panas menembus betisnya.
"Angkat tangan, kalau kamu melawan, kami akan kembali menembakmu," teriak Polisi.
Daddy Indra mengangkat tangan, tapi sesaat kemudian, Dady Indra mengancam Polisi ketika Polisi hendak menangkapnya.
"Mundur kalian, kalau tidak, aku akan membunuh Mbak Puspa," ujar Daddy Indra dengan menodongkan pisau pada leher Nenek Puspa, dan Polisi terpaksa mundur karena takut jika Daddy Indra akan berbuat nekad.
Daddy Indra terus menarik kursi roda Nenek Puspa sebagai senjata supaya dirinya bisa kabur.
Setelah berhasil masuk ke dalam mobil, Daddy Indra mendorong kursi roda Nenek Puspa, untung saja Nenek Puspa tidak sampai terjatuh dari atas kursi roda.
Daddy Indra melajukan mobilnya untuk kabur dari kejaran Polisi, sampai akhirnya terjadi kejar-kejaran antara Polisi dan Daddy Indra.
......................
Saat ini Rendi sudah sampai di Rumah Sakit, kemudian Rendi meminta bantuan kepada Perawat untuk membawa Aira.
Aira langsung dibawa masuk ke dalam ruang IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama, tapi Aira banyak kehilangan darah sehingga nyawa Aira sudah tidak dapat diselamatkan.
Dokter menyuruh Suster untuk menulis waktu meninggal Aira, kemudian Dokter ke luar untuk menyampaikan berita tersebut kepada keluarga Aira.
"Dok, bagaimana keadaan Putri saya?" tanya Mama Risa ketika melihat Dokter ke luar dari ruang IGD.
Dokter beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum menjawab pertanyaan Mama Risa.
__ADS_1
"Mohon maaf Nyonya, kami sudah berusaha menyelamatkan nyawa Putri Anda, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, dan saat ini Putri Anda telah meninggal dunia karena banyak kehabisan darah," jawab Dokter, dan Mama Risa begitu terkejut mendengar perkataan Dokter.
"Tidak, tidak mungkin, Aira meninggal dunia," teriak Mama Risa dengan histeris kemudian pingsan.