
Rendi merasa terharu dengan kejutan yang diberikan oleh semuanya, dan Rendi begitu bersyukur karena di Usianya yang ke-25 tahun, Rendi sudah memiliki istri yang Saleha.
Setelah Rendi meniup lilin, Rendi menyuapi kue pertama kepada Zahira.
"Terimakasih istriku sayang, kamu adalah kado terindah di hari ulang tahunku," ucap Rendi dengan mencium kening Zahira.
"Mas Rendi adalah Malaikat tak bersayap yang diberikan Allah SWT untuk Zahira, seharusnya Zahira yang berterimakasih kepada Mas Rendi.
Rendi berniat untuk memberikan suapan kue kedua untuk Nabila, dan Rendi meminta ijin terlebih dahulu kepada Ken, karena Rendi tidak ingin Ken salah paham.
"Ken, apa boleh aku menyuapi Nabila kue? Sekarang aku sudah benar-benar melupakan Nabila dan hanya menganggapnya sebagai Adikku."
"Izinin gak ya?" gumam Ken yang sengaja ingin mengerjai Rendi.
"Ken, apa sebegitu pelitnya kamu kepadaku?" sindir Rendi.
"Boleh saja, tapi setelah menyuapi Nabila, kamu harus menyuapi aku," ujar Ken dengan terkekeh.
"Ken, aku geli kalau harus menyuapi kamu," ucap Rendi bergidik ngeri Mendengar perkataan Ken.
"Ren, kamu tidak perlu memberikan respon seperti itu, aku masih normal, mana mungkin jeruk makan jeruk," ujar Ken yang merasa kesal, apalagi saat ini Ken terus menatap wajah Nabila saat menyuapi kue.
"Adik Mas yang cantik dan suka usil ini, semoga cepat sembuh ya, Mas yakin kalau selain perempuan hebat, Nabila adalah perempuan kuat," ucap Rendi.
Mata Rendi berkaca-kaca, karena selama dua tahun Nabila yang selalu mengisi hari-harinya, dan biasanya Nabila yang memberikan kejutan Ulang tahun kepada Rendi.
"Ren, kamu jangan terlalu lama memandangi wajah cantik istriku," celetuk Ken dengan memeluk Nabila.
"Ken, aku sudah mempunyai istri yang cantik juga," ujar Rendi yang tidak mau kalah dengan Ken.
"Tapi tetap saja Nabila yang terbaik, bahkan dia yang ingat dengan hari ulang tahun kamu, sehingga dia meminta aku memesan kue Ulang tahun."
Rendi terkejut mendengar perkataan Ken, karena Rendi mengira jika Zahira yang sudah memberikannya kejutan.
Jadi Nabila masih ingat Ulang tahunku? Makasih Nabila kamu masih mengingatnya, ucap Rendi dalam hati.
__ADS_1
"Mas, maaf ya, Zahira tidak tau tanggal ulang tahun Mas Rendi seandainya tadi Nabila tidak memberitahu Zahira."
"Tidak apa-apa sayang, Mas juga belum mengetahui Ulang tahun Zahira, kita selama satu setengah bulan menikah sibuk mempersiapkan acara tahlil keluarga kamu, bahkan kita belum sempat meresmikan pernikahan kita secara Negara."
Ken terlihat berpikir, kemudian memberi usul.
"Bagaimana kalau bulan depan kita mengadakan resepsi secara bersamaan? semoga saja pekerjaanku di Australia selesai secepatnya dan setelah kami pulang bulan madu, kita bisa mengadakan acara resepsi," usul Ken.
"Boleh juga tuh, besok Zahira akan melakukan pemasangan kaki palsu, jadi nanti Zahira sudah bisa berjalan, dan Nenek juga akan menjalani terapi untuk penyembuhan kakinya, pasti sebentar lagi Nenek bakalan bisa berjalan juga, sekalian saja kita buat acara syukuran untuk semuanya," ujar Rendi.
"Nanti kamu persiapkan saja semuanya saat kembali ke tanah air, nanti aku akan memberikan black card milikku," ujar Ken.
"Siap Bos, semuanya pasti beres," ujar Rendi yang terlihat bersemangat.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita istirahat. Yang ini kamar Nenek, dan yang sebelahnya kamar Rendi dan Zahira," tunjuk Ken.
"Makasih banyak Bos, maaf kalau kami merepotkan," ujar Rendi yang merasa tidak enak, karena Ken sudah mempersiapkan semuanya.
"Kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih Rendi, karena nanti aku akan memotong gaji kamu," ujar Ken dengan terkekeh, dan Rendi memutar malas bola matanya.
Zahira, kamu tidak boleh cemburu, saat ini Nabila sudah memiliki Ken, dan Mas Rendi hanya menganggapnya sebagai Adik, ucap Zahira dalam hati.
Rendi yang melihat Zahira terus saja melamun, tiba-tiba memeluk tubuh Zahira.
"Sayang, kenapa melamun terus? apa Zahira ragu dengan perasaan yang Mas Rendi miliki untuk Zahira?"
"Bukan begitu Mas, tapi Zahira merasa cemburu ketika Mas menyuapi kue kepada Nabila," jawab Zahira dengan tertunduk malu.
Rendi tersenyum mendengar jawaban Zahira.
"Kalau cemburu, berarti artinya Zahira sudah jatuh cinta sama Mas Rendi. Apalagi selama kita menikah, Mas belum pernah mendengar Zahira mengungkapkan perasaan Zahira," goda Rendi.
"Mas, jangan godain terus, Zahira malu," ujar Zahira dengan menutup wajah menggunakan kedua tangannya.
"Jangan ditutupi wajah cantiknya, nanti Mas tidak bisa melihatnya," ujar Rendi, kemudian membawa Zahira ke dalam pelukannya.
__ADS_1
......................
Setelah sampai kamar, Ken terlihat cemberut, karena Ken merasa cemburu juga ketika Rendi menyuapi Nabila kue.
"Kenapa sih Suamiku yang tampan ini cemberut terus? nanti gantengnya hilang lho," goda Nabila.
"Sayang, apa Bunda pernah mencintai Rendi?"
"Jangan bilang Ayah cemburu sama Mas Rendi?" selidik Nabila.
Ken mengusap wajahnya secara kasar, karena dirinya memang cemburu terhadap Rendi.
"Yah, kalau memang ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Ayah, Bunda harap Ayah katakan semuanya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Bunda harap, Jangan ada dusta di antara kita. Bukannya Ayah selalu mengatakan jika dalam rumah tangga harus dilandasi dengan kejujuran, meski pun itu pahit sekali pun."
"Iya sayang, Ayah memang cemburu, tatapan Rendi terhadap Bunda masih seperti dulu, yaitu tatapan penuh cinta."
"Kita tidak bisa melihat isi hati seseorang Yah, tapi Bunda yakin jika Mas Rendi sudah jatuh cinta dengan Zahira. Mungkin Bunda memang pernah ada dalam hati Mas Rendi, tapi yang penting dari dulu sampai sekarang cinta Bunda hanya untuk Ayah, tapi bukannya cemburu itu tandanya cinta ya? apa artinya Ayah mencintai Bunda?" goda Nabila.
"Ayah bukan hanya cinta, tapi sangat, sangat, sangat mencintai Bunda, dan Ayah tidak bisa hidup tanpa Bunda," ujar Ken dengan memeluk tubuh Nabila.
"Terimakasih atas semuanya Suamiku sayang, Bunda tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain kata terimakasih. Meski pun tidak ada manusia sempurna, tapi bagi Bunda, Ayah adalah Suami yang sempurna. Ya sudah, kalau begitu sekarang kita tidur, besok kita harus menemani Nenek terapi."
"Apa sebelum tidur, Bunda tidak mau melakukan sesuatu dulu?" tanya Ken yang terlihat ragu.
"Melakukan apa Yah? oh iya Bunda lupa belum baca do'a," ujar Nabila yang pura-pura tidak tau maksud dari perkataan Ken, dan Nabila berpura-pura memejamkan matanya, sehingga Ken cemberut dan membalikan wajahnya.
Ken mengira jika Nabila sudah tidur, tapi beberapa saat kemudian, Nabila memeluk tubuh Ken dari belakang.
"Yah, apa sudah tidur?" tanya Nabila, tapi Ken tidak menjawabnya karena masih merasa kesal terhadap Nabila.
"Ya sudah kalau tidak mau lihat," ujar Nabila dengan melepas pelukannya.
Ken secara perlahan membalikan badannya, dan mata Ken langsung membulat sempurna ketika melihat Nabila tidak mengenakan sehelai benang pun, bahkan Nabila sudah berdandan cantik juga memakai rambut palsu.
Ken mengucek matanya karena tidak percaya dengan yang dia lihat.
__ADS_1
"Mau buka puasa tidak?" tanya Nabila dengan tersenyum.