
Mama Sari yang terlihat bingung mencoba menanyakan alasan Nabila yang mengatakan jika ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya Nabila memasak untuk mereka.
"Nak, kenapa Nabila berbicara seperti itu, memangnya Nabila mau pergi kemana?" tanya Mama Sari.
Nabila beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Mama Sari.
"Maaf Ma, tapi Mas Aldi sudah berniat untuk menceraikan Nabila," jawab Nabila, sontak saja semua itu membuat kedua orangtua Aldi merasa terkejut.
"Aldi, Apa benar yang Nabila katakan?" tanya Mama Sari, tapi Aldi diam karena merasa takut untuk menjawab.
"Aldi kenapa kamu mempunyai niat seperti itu? Nabila adalah perempuan yang sempurna, dan kamu tidak akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dari Nabila. Apa karena Megan hamil?"
"I_iya Ma," jawab Aldi tergagap.
"Harusnya kamu tidak percaya bahwa bayi yang dia kandung adalah Anakmu, bisa saja kan jika itu bayi oranglain," ujar Mama Sari.
Nabila yang melihat Mama Sari emosi, kini mengajaknya untuk duduk.
"Ma, sebaiknya Mama duduk lagi, Mama minum dulu ya supaya bisa lebih tenang," ujar Nabila dengan memberikan Mama Sari segelas air.
"Makasih banyak Nak," ucap Mama Sari kepada Nabila.
Papa Bram yang juga merasa geram terhadap Aldi, akhirnya angkat suara juga.
"Aldi, jangan sampai kamu mempunyai pikiran untuk menceraikan Nabila, karena Papa akan mencoret nama kamu dari daftar ahli waris jika sampai melakukan semua itu."
Aldi terlihat berpikir, sampai akhirnya Aldi memberanikan diri untuk angkat suara.
"Ma, Pa, Aldi benar-benar menyesali semuanya, dan Aldi ingin memperbaiki rumah tangga Aldi dengan Nabila."
"Memang itu yang harus kamu lakukan, dan nanti kita akan melakukan tes DNA kepada Anak Megan, kalau memang benar yang dikandung Megan saat ini adalah Anak kamu, kami juga akan bertanggung jawab kepada Anak tersebut. Nabila sayang, maafkan perkataan Aldi ya, Mama ingin melihat rumah tangga kalian kembali harmonis."
__ADS_1
"Ma, maaf, tapi Nabila tidak bisa. Karena dari awal, rumah tangga kami tidak pernah harmonis, bahkan saat pertama kali Nabila menginjakan kaki di rumah ini, Mas Aldi dan Megan telah membuat rumah ini seperti dalam Neraka untuk Nabila. Malam pertama yang seharusnya Nabila dan Mas Aldi lewati, Mas Aldi dengan teganya melakukan semua itu dengan Megan di depan mata kepala Nabila sendiri. Mas Aldi sudah menyakiti lahir dan batin Nabila, hidup Nabila sudah benar-benar hancur Ma. Jadi, Nabila mohon bebaskan Nabila, mungkin ini semua adalah yang terbaik untuk Nabila."
Plak
Satu tamparan keras kini mendarat di pipi Aldi, dan Mama Sari begitu murka dengan kelakuan Anaknya.
"Mama kecewa sama kamu Aldi, tega-teganya kamu menyakiti Anak Yatim Piatu seperti Nabila."
Aldi sudah terlihat kebingungan, sehingga Aldi terus saja mengacak rambutnya secara kasar, sampai akhirnya Nabila kembali bicara untuk menjelaskan semuanya.
"Ma, Pa, tolong ikhlaskan semuanya. Mungkin semua ini adalah yang terbaik untuk kami, dan Nabila saat ini bukan lagi milik Mas Aldi, karena keesokan harinya setelah kami menikah, Mas Aldi dan Megan sudah tega menjual Nabila kepada Bos nya Mas Aldi."
Plak
sebuah tamparan keras kembali mendarat pada pipi Aldi.
"Papa sangat kecewa sama kamu Aldi, Papa tidak tau kenapa kamu bisa berbuat se-keji itu kepada seorang perempuan, harusnya kamu ingat kalau kamu juga terlahir dari rahim seorang perempuan, dan kami tidak pernah mendidik kamu seperti itu."
"Nak, maafkan kami, kami tidak tau semua itu. Mama tidak mengira jika Aldi akan rela diperbudak oleh Megan. Mama kira dengan menikahkan Aldi dengan Nabila, Aldi akan berubah, tapi ternyata kami sudah menyeret Nabila ke dalam Neraka yang telah Anak Mama buat. Sekarang, apa pun keputusan Nabila, Mama dan Papa akan mendukungnya, karena kali ini Aldi sudah benar-benar keterlaluan."
"Ma, Aldi benar-benar minta maaf Ma, dan Aldi sangat menyesali semuanya."
"Mulai sekarang kamu bukan Anak kami lagi Aldi, Mama tidak mau mempunyai Anak yang tidak punya hati seperti kamu. Pergi kamu dari sini, jangan harap kamu masih bisa tinggal di sini."
"Nabila, maafkan aku Nabila, aku tidak ingin berpisah denganmu, karena sekarang aku sudah benar-benar mencintai kamu."
"Maaf Mas, tapi semuanya sudah terlambat."
"Percuma Aldi, jika Mama jadi Nabila, Mama juga tidak akan sudi memaafkan kamu, apalagi harus kembali hidup sama kamu. Memangnya kamu pikir pernikahan itu adalah sebuah permainan yang bisa kamu permainkan seenaknya? hari ini juga Mama minta ceraikan Nabila !!"
"Tidak Ma, Aldi tidak mau, Aldi juga sudah berniat untuk mengembalikan semua uang yang Aldi terima dari Bos Aldi, karena Aldi belum memakainya sepeser pun, tapi Aldi tidak membaca surat perjanjian yang Aldi tandatangani, kalau Aldi membatalkan semuanya, Aldi harus mengembalikan uang yang diberikan Bos Aldi sebanyak sepuluh kali lipat."
__ADS_1
"Memangnya berapa uang yang sudah kamu terima dari Bos kamu?" tanya Papa Bram.
"Sepuluh Milyar Pa," jawab Aldi lirih.
"Apa? jadi kita harus mengembalikan uang sebanyak seratus milyar supaya bisa menebus Nabila?" tanya Papa Bram.
"Benar Pa, dan Aldi akan mencari uang sembilan puluh milyar lagi."
"Mau dapat dari mana uang sebanyak itu Aldi, sepuluh tahun pun kamu mencarinya belum tentu dapat. Memangnya siapa yang sudah membeli Nabila?" tanya Papa Bram lagi.
"Keenan Putra Airlangga, Pemilik Airlangga Grup."
"Kamu sudah benar-benar gila Aldi, kita tidak akan mungkin bisa melawan orang paling kaya di Indonesia."
Nabila yang melihat kedua orangtua Aldi begitu terpukul, melangkahkan kaki untuk menghampirinya.
"Ma, Pa, ini sudah menjadi takdir Nabila, dan Nabila sudah menerimanya dengan ikhlas. Jadi, kalian tidak perlu menebus Nabila, karena di sana Nabila hidup dengan baik, bahkan sangat baik."
"Iya, karena kamu sudah mau menjadi budak nafsu Big Bos, sehingga kamu dijadikan Ratu di istananya," sindir Aldi.
"Tutup mulut kamu Mas, aku tidak serendah itu, jangan samakan aku dengan dirimu yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang."
"Tapi buktinya kamu mau kan di ajak tidur sama dia?"
"Aku bukan ja*lang, jadi jangan asal bicara kalau kamu tidak tau apa-apa."
"Buktinya Ken sudah memberikan semua yang kamu mau, bahkan Ken memberikan Black card, tidak mungkin kan kalau kamu tidak memuaskan hasrat dia?" ujar Aldi yang tidak mau kalah.
Plak
Nabila yang sudah tidak kuat menahan kekesalannya terhadap Aldi akhirnya menampar Aldi juga.
__ADS_1
"Aku kembalikan tamparan yang pernah kamu berikan kepadaku Mas. Apa aku harus mengingatkan kamu juga jika kamu sendiri yang sudah menjualku kepada Keenan? jadi kamu jangan melimpahkan semua kesalahan yang telah kamu perbuat kepada orang lain seolah-olah kamu adalah korbannya, karena di sini aku yang sudah menjadi korban keserakahan kamu dan Megan, dan kamu yang telah menghancurkan hidupku, Aldi Bramantyo !!"