
Nabila dan Ken saat ini sedang bersiap untuk pulang ke Indonesia, dan Rendra baru saja selesai Ken mandikan.
"Sayang, Bunda udah selesai belum?" teriak Ken dengan memakaikan baju kepada Rendra, karena Ken menyuruh Nabila untuk mandi dan berdandan terlebih dahulu.
"Udah Yah, sini biar Bunda saja yang nerusin pakein celananya, Ayah buruan mandi gih," ujar Nabila, tapi Ken malah nempel terus sama Nabila yang saat ini sedang nerusin memakaikan pakaian pada Rendra.
"Yah, kapan kita berangkatnya kalau Ayah malah nempel terus sama Bunda," ujar Nabila, dan Ken dengan berat hati melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Setelah semuanya bersiap, Nabila dan keluarga kecilnya melangkahkan kaki ke luar dari Apartemen dengan perasaan bahagia, karena akhirnya mereka akan kembali ke tanah air.
Beberapa jam penerbangan mereka tempuh menggunakan jet pribadi, dan Nabila begitu bersyukur karena memiliki Suami yang begitu perhatian dan pengertian, apalagi tidak biasanya Nabila merasakan pusing saat naik pesawat, tapi Ken terus saja memijit Nabila sambil menggendong buah cinta mereka.
Setelah pesawat yang mereka tumpangi mendarat, ternyata Nenek Puspa, Rendi dan Zahira sudah menunggu kedatangan mereka di Bandara.
"Nenek, Nabila kangen sekali sama Nenek," ucap Nabila yang langsung berhambur memeluk tubuh Nenek Puspa.
"Nenek juga kangen banget sama kalian sayang."
Nabila bergantian memeluk Zahira, tapi ketika Nabila hendak memeluk Rendi, seperti biasa Ken langsung menghalanginya.
"Sayang, kebiasaan banget ya kamu mau main peluk-peluk saja sama Rendi, kamu juga Ren, ngapain mau peluk-peluk istriku segala," ujar Ken.
Nabila dan Rendi senang sekali mengerjai Ken yang selalu posesif terhadap Nabila, padahal Rendi dan Nabila tidak benar-benar akan saling berpelukan.
"Hemm akhirnya pawangnya ngeluarin taring sama tanduk. Kata siapa aku sama Nabila mau pelukan? aku mau meluk Anakku. Sini Rendra sayang biar Ayah Rendi yang gendong, Ayah kangen banget sama Rendra," ujar Rendi dengan memeluk serta mencium Rendra.
"Bagaimana Ren, apa kamu sudah berhasil membuat Adik untuk Rendra?" tanya Ken.
"Zahira sudah telat satu minggu Ken, tapi kami belum memeriksanya. Terus bagaimana dengan kamu, apa sudah berhasil?" tanya Rendi kepada Ken.
"Nabila sudah telat satu minggu juga, tapi kami belum sempat memeriksakannya."
"Kalau begitu nanti kita periksa bareng, semoga saja kita berdua berhasil membuat Adik untuk Rendra," ujar Rendi, dan para perempuan memutuskan untuk jalan terlebih dahulu, karena mereka selalu merasa malu jika Ken dan Rendi membicarakan masalah Adik untuk Rendra.
Setelah sampai di kediaman Airlangga, Nabila dan Ken merasa terkejut karena saat ini rumah mereka sudah dihias bak Istana.
"Selamat datang di istana, Raja dan Ratu," ucap Rendi.
"Ren, memangnya kapan kita akan mengadakan acara resepsi?" tanya Ken.
"Rencananya besok, bagaimana bagus kan dekorasinya?" tanya Rendi.
__ADS_1
"Good job Rendi, kerjamu memang selalu bagus. Bagaimana sayang, Ratuku yang cantik ini suka kan?" tanya Ken kepada Nabila.
"Yah, maaf, tapi Bunda tidak suka," jawab Nabila.
Rendi dan Ken merasa terkejut dengan jawaban Nabila.
"Ayah kira Bunda suka."
"Iya Nabila, padahal aku sudah cape-cape mempersiapkan semuanya," ujar Rendi yang saat ini merasa kecewa.
"Ayah, Mas Rendi, Nabila tidak suka, tapi benar-benar sangat suka," ucap Nabila dengan tersenyum, kemudian berlari karena saat ini Rendi dan Ken sudah menatap kesal kepadanya.
Semuanya tersenyum bahagia melihat Ken yang terus mengejar Nabila, dan Rendra yang saat ini dalam gendongan Rendi terlihat bertepuk tangan dan tertawa ketika melihat Ken berhasil menangkap Nabila.
"Ampun Yah ampun," ucap Bunda ketika Ken menggelitik pinggangnya.
"Kenapa sih Bunda nakal sekali, apa mau Ayah kasih hukuman hem?" ujar Ken yang saat ini menghujani Nabila dengan ciuman.
"Yah, malu dilihatin semuanya."
"Makanya jangan suka iseng jadi orang. Nek, Ken titip Rendra ya," ujar Ken dengan tersenyum.
"Dasar Cucu gak ada akhlak, jangan bilang kamu mau bikin Adik untuk Rendra, baru juga kalian datang, ini masih sore Ken."
"Kalian tidak perlu khawatir, kami akan menjaga Rendra, kami juga kangen sekali sama Cucu kami," ujar Bu Fatimah.
"Makasih banyak Bu, semuanya. Kami permisi dulu," ujar Ken dengan menggandeng Nabila menuju kamar mereka.
"Selamat datang di kamar pengantin kita," ucap Ken saat membuka kamat mereka yang sudah di hias menjadi kamar pengantin.
"Bagus banget ya Yah dekorasinya. Mas Rendi memang the best."
"Gak usah muji laki-laki lain sayang, Bunda gak mikirin perasaan Ayah apa."
"Mas Rendi emang the best kok, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan seorang Ken," ujar Nabila dengan mengecup bibir Ken.
"Gak usah mancing-mancing sayang."
"Enggak Yah, mancing kan di sungai bukan di kamar," ujar Nabila dengan terkekeh.
"Apa Bunda bahagia?" tanya Ken dengan memeluk tubuh Nabila.
__ADS_1
"Bunda bukan hanya bahagia, tapi benar-benar bahagia. Terimakasih banyak atas kebahagiaan yang telah Ayah berikan kepada Bunda."
"Itu semua sudah menjadi kewajiban Ayah sebagai seorang Suami."
"Ayah tau kan dari semenjak bayi, Bunda sudah hidup di Panti Asuhan dengan penuh perjuangan? Bunda pikir setelah menikah dengan Mas Aldi, Bunda akan hidup bahagia, tapi ternyata Bunda malah semakin menderita, dan Bunda tidak pernah mengira karena akhirnya di ujung Penantian Bunda yang selalu memimpikan untuk hidup bahagia, hadir sosok Keenan Putra Airlangga yang mewujudkan semuanya. Bunda merasa seperti Cinderella yang bertemu dengan Pangeran."
"Dan selamanya Ayah akan menjadi sosok Pangeran yang selalu membahagiakan Tuan Putri. Eh, sekarang kita kan sudah punya Anak, berarti seharusnya selamanya Raja akan membahagiakan Ratu dan Anak-anak kita," ujar Ken dengan terus mengembangkan senyuman.
......................
Keesokan paginya, semuanya telah bersiap untuk acara resepsi Nabila dan Ken, juga Rendi dan Zahira.
Kedua pasangan sudah terlihat sangat serasi dengan mengenakan pakaian senada, dan semua yang melihatnya menatap kagum kepada pasangan tersebut.
Acara berlangsung meriah, dan Nenek Puspa mengumumkan kepada semuanya tentang jati diri Nabila yang sebenarnya, bahwa Nabila adalah Cucu kandungnya yang hilang dua puluh tahun yang lalu.
Kedua pasangan tersebut banyak mendapatkan ucapan do'a dan selamat dari para tamu undangan yang hadir, termasuk Andre dan Megan yang meminta maaf atas semua kesalahan yang telah dirinya perbuat kepada Nabila di masalalu.
Setelah acara selesai, Ken dan Rendi merasakan gejolak yang hebat pada perut mereka, sampai akhirnya Ken dan Rendi berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut mereka.
Nabila dan Zahira memijit tengkuk leher Ken dan Rendi, serta mengoleskan minyak angin pada tubuh Suami mereka.
dan Nenek Puspa tersenyum ketika melihat Ken dan Rendi yang terlihat lemas duduk di sofa.
"Nenek kok malah senyum melihat kami sakit?" tanya Ken dan Rendi yang merasa heran.
"Selamat Ken, Rendi, akhirnya kalian berhasil memberikan Adik untuk Rendra," ucap Nenek Puspa.
Rendi dan Ken membulatkan matanya mendengar perkataan Nenek Puspa.
"Sayang, apa benar yang Nenek katakan?" tanya Ken kepada Nabila, begitu juga dengan Rendi kepada Zahira.
"Benar Yah, karena tadi pagi kami sudah memeriksakannya," jawab Nabila.
Ken dan Rendi begitu bahagia, kemudian mereka langsung memeluk istri masing-masing, dan menghujaninya dengan ciuman.
"Selamat ya untuk kedua pasangan bucin, selamat menikmati masa-masa ngidam lagi Ken, tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir, karena ada Rendi yang akan menemani kamu, jadi kamu tidak akan mual muntah sendirian," ucap Nenek Puspa, dan semuanya tertawa bahagia.
*
...Tamat...
__ADS_1
*
Terimakasih sudah membaca Karya receh Author, sehat dan sukses selalu untuk semuanya, jangan lupa baca Karya Author yang lainnya, 🙏