
Ken terus saja menggandeng tangan Nabila, meski pun banyak teman kuliahnya yang menyapa Ken, tapi Ken terlihat enggan melepaskan pegangannya terhadap Nabila, sampai akhirnya Ken terpaksa melepaskan pegangannya ketika Ken harus naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan.
"Ren, tolong kamu pegangin tangan Nabila dulu ya, aku takut kalau Nabila sampai terjatuh," ujar Ken dengan memberikan tangan Nabila kepada Rendi, sehingga tangan Rendi langsung gemetar ketika menggenggam tangan Nabila.
"Asisten Rendi baik-baik saja kan? sepertinya Anda sedang tidak baik-baik saja?" tanya Nabila ketika melihat keringat dingin yang terus mengucur dari dahi Rendi.
"Saya baik-baik saja Nona," jawab Rendi yang masih berusaha untuk menetralkan debaran jantungnya.
Aira yang melihat Nabila bergandengan tangan dengan Rendi bergegas menghampiri mereka untuk mengganggu Rendi dan Nabila.
"Nabila, kamu memang cocoknya sama Kacung, karena kamu sama sekali tidak pantas bersanding dengan Ken," sindir Aira.
"Tapi menurut saya Asisten Rendi lebih baik dibandingkan dengan kamu yang selalu berkata tidak baik terhadap oranglain," ujar Nabila.
"Kamu itu hanya perempuan kampung dan rendahan, jadi kamu tidak akan mungkin bisa melawanku," ujar Aira.
"Terimakasih atas pujiannya Nona Aira yang terhormat, tapi sebaiknya Anda berpikir dulu sebelum berbicara, apa pantas seorang Nona dari keluarga terhormat memiliki mulut seperti orang yang tidak bersekolah?" ujar Nabila dengan tersenyum mengejek, sehingga membuat Aira menjadi geram.
Aira yang geram kepada Nabila langsung mendorong tubuh Nabila hingga hampir saja terjatuh, tapi Ken yang melihatnya dari atas panggung langsung melompat dan menangkap tubuh Nabila, karena semua itu terjadi begitu cepat, sehingga Rendi hanya diam mematung saat Nabila hendak terjatuh, apalagi Rendi saat ini sedang tidak fokus.
Saat ini Netra Ken dan Nabila terus saling memandang, dan semua orang juga dapat melihat jika tatapan mereka adalah tatapan penuh cinta, tentu saja semua itu membuat tiga perempuan yang berusaha mendapatkan cinta Ken semakin merasa geram.
"Sayang, kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Ken dengan membantu Nabila untuk berdiri.
"Makasih sayang, kamu sudah membantuku," ucap Nabila.
"Rendi, kenapa kamu hanya diam saja saat melihat istriku terjatuh," ujar Ken dengan nada tinggi, sehingga membuat semua orang terkejut mendengar status Ken, dan suasana menjadi ricuh karena mereka baru mengetahui jika pemilik Airlangga Grup sudah menikah, padahal tadinya Ken hanya berpura-pura menikah dihadapan Nenek Puspa dan Aira saja.
Kenapa Tuan Ken bisa sampai keceplosan mengatakan kalau aku adalah istrinya di hadapan semua orang? mereka pasti merasa penasaran dengan statusku dengan Tuan Ken, apa semua sandiwara kami akan segera terbongkar? ucap Nabila dalam hati.
"Maaf Tuan, saya sudah lalai menjaga Nona Nabila," ujar Rendi yang merasa sangat bersalah.
"Sayang, kamu jangan memarahi Asisten Rendi, karena semua itu adalah kesalahan ulat bulu yang sudah mendorongku," sindir Nabila kepada Aira yang saat ini terlihat mengepalkan kedua tangannya karena tidak berhasil membuat Nabila terjatuh.
Ken yang merasa geram terhadap Aira langsung saja memarahi Aira.
"Kenapa kamu berani sekali mendorong istriku, bagaimana kalau sampai dia keguguran," ujar Ken yang lagi-lagi menjadi pusat perhatian karena perkataannya.
__ADS_1
Kok bisa sih Tuan sampai berbicara berlebihan seperti itu, memangnya aku hamil, pake keguguran segala, ucap Nabila dalam hati.
"A_apa, jadi perempuan kampung itu sedang hamil?" tanya Aira dengan terbata.
"Iya, dan kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada istri dan Anakku, aku tidak akan segan-segan melaporkanmu kepada Polisi," ancam Ken, sehingga membuat nyali Aira menciut, dan Aira pun bergegas pergi dari tempat tersebut karena malu.
Tuan sampai mengarang cerita demi membela Non Nabila, tapi tidak mungkin kan Non Nabila hamil, aku rasa Tuan dan Nona tidak akan mungkin melanggar batasan mereka, ucap Rendi dalam hati.
Megan yang melihat model internasional idolanya, langsung meminta fhoto dan tandatangan kepada Tania, tapi Megan kecewa karena Tania sangat sombong dan bersikap angkuh.
"Dre, ajak aku menemui Tuan Ken dong, kamu kan temannya, masa kamu tidak mau menyapanya," rengek Megan.
Andre terpaksa menuruti kemauan Megan dengan berpura-pura mengucapkan selamat kepada Ken atas pernikahannya, padahal Andre tahu kalau Ken dan Nabila hanya pura-pura menikah saja.
"Ken, apa kabar?" tanya Andre saat menghampiri Ken.
"Alhamdulillah baik, bagaimana sebaliknya?" tanya Ken kepada Andre.
"Aku juga baik Ken. Oh iya, selamat ya atas pernikahan kalian, semoga kalian selalu bahagia," ucap Andre.
"Amin, makasih banyak do'anya Dre," ujar Ken.
"Maaf, saya alergi perempuan kecuali terhadap istri saya," ujar Ken.
"Bagaimana dengan penampilan saya Tuan Ken?" ujar Megan dengan percaya diri.
"Maaf, tapi tadi saya kira kamu mau main lenong," ujar Ken dengan terkekeh.
"Sorry ya Dre, aku tidak bermaksud mengejek pasanganmu," sambung Ken.
"Gak apa-apa Ken, aku juga tadi udah bilang sama dia supaya tidak dandan berlebihan, kita juga bukan mau ke kondangan, tapi dia nya aja yang gak nurut," bisik Andre.
Megan yang kesal kepada Nabila yang tampil sangat cantik, terus menatap tajam Nabila.
"Dasar murahan, ternyata kamu sudah hamil Anak Tuan Ken," bisik Megan.
"Apa bedanya dengan kamu yang hamil dari Suami orang," ujar Nabila dengan suara agak keras supaya Ken dan Andre mendengarnya.
__ADS_1
Andre yang mendengar perkataan Nabila begitu merasa terkejut, karena dirinya belum mengetahui jika Megan hamil.
"Sayang, apa maksud perkataan istri Ken? jadi sekarang kamu hamil?" tanya Andre.
"Itu bukan urusan kamu Dre, karena Anak ini Anak Aldi bukan Anak kamu," jawab Megan.
Ken merasa kasihan kepada Andre yang terlihat sangat mencintai Megan, tapi sikap Megan terlihat ketus kepadanya.
"Oh iya Dre, kamu sekarang kerja dimana?" tanya Ken.
"Aku sekarang kerja serabutan Ken, soalnya masih belum ada panggilan, padahal sudah mencoba melamar ke banyak perusahaan," jawab Andre.
"Kalau mau kamu coba melamar ke Perusahaan Airlangga Grup saja, kebetulan Aldi sudah mengundurkan diri karena pindah ke luar negeri," ujar Ken yang sengaja berkata seperti itu di depan Megan, karena Ken yakin jika Megan belum mengetahui tentang semua itu.
Deg
Jantung Megan rasanya berhenti berdetak mendengar kekasih hatinya pergi tanpa pamit.
"Tidak mungkin, tidak mungkin Aldi meninggalkanku," ujar Megan, kemudian pergi menuju kediaman Bramantyo.
"Ken, aku susul Megan dulu ya, terimakasih atas tawarannya," ujar Andre, kemudian berlari menyusul Megan.
"Dua ulat bulu sudah pergi, kamu senang kan sayang?" goda Ken kepada Nabila, dan Nabila hanya tersenyum mendengar perkataan Ken, sampai akhirnya datang kembali ulat bulu yang lainnya, yaitu Tania.
"Hai tampan, kamu mau dansa sama aku gak?" tanya Tania tanpa tahu malunya.
"Sayang, ternyata masih ada ulat keket yang datang mengganggu kita," celetuk Nabila.
"Kamu tenang saja sayang, karena aku tidak tertarik sama sekali dengan ulat Keket mau pun ulat bulu. Sebaiknya sekarang kita berdansa," ajak Ken kepada Nabila.
"Tapi aku tidak bisa dansa, nanti bagaimana kalau aku sampai terjatuh," ujar Nabila.
"Jelas saja kamu gak bisa, kamu kan hanya perempuan kampung," sindir Tania.
"Kasihan sekali ya model internasional seperti kamu kalah sama perempuan kampung seperti aku," sindir Nabila, dan Tania semakin geram kepada Nabila.
"Sayang kamu jangan takut jatuh, karena aku tidak akan membiarkan semua itu."
__ADS_1
Ken dan Nabila mengacuhkan Tania, dengan memilih untuk berdansa tanpa memperdulikan Tania yang terlihat sangat kesal, sampai akhirnya mereka berdua di umumkan sebagai best couple dalam acara Reuni tersebut.
"Selamat untuk pasangan terbaik dalam acara Reuni tahun ini, yaitu Pasangan Tuan Ken dan Nona Nabila," ucap pembawa acara, kemudian semua yang hadir di sana terdengar bertepuk tangan.