Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 31 ( Positif )


__ADS_3

Dokter tersenyum ketika melihat wajah Rendi yang tegang, sampai akhirnya Dokter menyampaikan diagnosa sementara terhadap Nabila.


"Bapak tidak perlu khawatir, karena menurut pemeriksaan saya, saat ini istri Anda tengah hamil muda, jadi gejala seperti ini sudah biasa untuk perempuan yang sedang hamil muda, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya Bapak dan Ibu memeriksakannya ke Dokter kandungan supaya bisa melakukan USG," ujar Dokter umum, kemudian Perawat mengantar Rendi dan Nabila menuju ruang Dokter Kandungan.


Nabila langsung berbaring dengan dibantu oleh Perawat, dan saat ini Dokter mulai menggerakkan alat USG nya pada perut Nabila.


"Selamat ya Bu, Pak, kalian akan menjadi orangtua, dan saat ini Ibu positif hamil dengan usia kandungan enam minggu," ucap Dokter.


Senyuman Nabila langsung mengembang karena bahagia mendengar berita kehamilannya, lain hal nya dengan perasaan Rendi yang campur aduk antara bahagia dan kecewa karena pada kenyataannya bayi yang berada dalam perut Nabila bukanlah bayinya melainkan Anak Ken, terlebih lagi Rendi sangat sadar jika dirinya bukanlah siapa-siapa Nabila.


Setelah selesai diperiksa oleh Dokter, Rendi kembali membopong Nabila untuk menebus obat, dan Nabila merasa bingung dengan ekspresi Rendi saat ini.


"Mas, kenapa dari tadi Mas terlihat diam saja? apa Mas tidak bahagia karena kita akan memiliki keturunan? Apa Mas tidak yakin jika bayi yang aku kandung adalah Anak Mas Rendi?" tanya Nabila dengan menangis.


Jika saja bayi yang berada dalam kandunganmu adalah Anakku, pasti aku akan sangat bahagia Nabila, tapi sayangnya itu adalah Anak Tuan Ken. Tapi tidak seharusnya aku begini, kamu harus sadar jika Nabila bukan siapa-siapa kamu Rendi, dan Anak siapa pun yang saat ini berada dalam kandungan Nabila, aku harus berusaha menyayanginya seperti Anak kandungku sendiri, ucap Rendi dalam hati yang sudah memutuskan untuk menjadi Ayah bayi yang saat ini berada dalam kandungan Nabila.


"Sayang, bukan maksud Mas seperti itu, Mas hanya terlalu bahagia dengan kehamilan kamu, dan Mas tidak pernah menyangka jika kita akan memiliki bayi," ucap Rendi dengan memeluk tubuh Nabila supaya merasa lebih tenang.


Sebelumnya Rendi sudah memberitahukan pihak HRD jika hari ini Rendi tidak bisa masuk kerja karena istrinya sedang sakit, dan untungnya pihak perusahaan tidak mempermasalahkan semua itu, apalagi Rendi bisa menyelesaikan pekerjaannya dari rumah dengan menggunakan laptop.

__ADS_1


"Sayang, sekarang Zahra mau makan apa?" tanya Rendi ketika mereka dalam perjalanan pulang dari klinik.


"Zahra pengen makan rujak mangga Mas, sepertinya enak kalau makan yang asem-asem."


"Sayang, tapi ini masih pagi, kamu juga belum sarapan, sebaiknya kita sarapan dulu ya, nanti Mas sendiri yang bakalan buatin rujak mangga untuk Zahra dan Anak kita," ujar Rendi, sehingga membuat mata Nabila berbinar.


Nabila begitu bahagia karena Rendi selalu menuruti keinginannya, meskipun entah kenapa Nabila masih belum juga merasakan perasaan cinta terhadap Rendi.


Mas Rendi memang baik, bahkan sangat baik, tapi kenapa aku belum memiliki perasaan Apa pun terhadapnya? bahkan setiap malam aku selalu memimpikan lelaki yang bernama Ken dan anehnya lelaki tersebut selalu memanggilku dengan sebutan Nabila. Siapa Nabila sebenarnya? kenapa aku tidak merasa asing dengan nama tersebut? ucap Nabila dalam hati.


Setelah Nabila meminum obat serta susu kehamilan, kondisi Nabila sudah mulai membaik, lain hal nya dengan Ken, karena sudah satu minggu ini Ken mual muntah seperti orang hamil, bahkan Ken sampai di rawat oleh Dokter pribadi keluarga Airlangga di rumahnya, karena Ken tidak mau dirawat di Rumah Sakit.


"Saya juga tidak mengerti Nyonya, padahal setelah memeriksa secara teliti, Tuan tidak memiliki penyakit apa pun. Apa mungkin saat ini istri Tuan Ken sedang hamil muda? karena dulu saat istri saya hamil, justru saya yang mengalami mual muntah," ujar Dokter.


Degg


Jantung Ken berdetak kencang ketika mendengar perkataan Dokter.


Apa mungkin saat ini Nabila sedang hamil Anakku?

__ADS_1


Nenek Puspa yang melihat ekspresi Ken yang begitu terkejut dengan perkataan Dokter, merasa curiga terhadap Ken, dan setelah Dokter pamit, Nenek Puspa menghampiri Ken yang masih terbaring lemah.


"Ken, jujur sama Nenek, apa kamu dan Nabila pernah melakukan hubungan Suami istri? atau jangan-jangan Nabila pergi meninggalkan kamu karena kamu sudah melanggar janji yang telah kamu buat? katakan yang sebenarnya sama Nenek Ken," ujar Nenek Puspa, dan Ken tidak mungkin terus-terusan menutupi semuanya dari Nenek Puspa, karena cepat atau lambat semuanya pasti akan terbongkar.


"Nek, maafin Ken, Ken tidak sengaja melakukan semua itu kepada Nabila, malam saat kami menghadiri acara Reuni, ada seseorang yang telah mencampur obat perangsang pada minuman Ken, sampai-sampai Ken lepas kontrol, dan Ken merenggut kesucian Nabila."


Nenek Puspa begitu syok dengan pengakuan Ken, tapi percuma jika Nenek Puspa menyalahkan Ken, karena semua itu tidak akan merubah keadaan, apalagi Nenek Puspa percaya jika ada orang yang sudah menjebak Ken.


"Nenek kecewa sama kamu Ken, tapi Nenek percaya jika semua itu bukan sepenuhnya kesalahan kamu. Tapi yang saat ini Nenek pikirkan, bagaimana kalau perkataan Dokter benar jika Nabila sedang hamil Anak kamu, makanya saat ini kamu mual muntah seperti orang hamil?" ujar Nenek Puspa.


"Ken juga mempunyai pemikiran seperti itu Nek, tapi Ken tidak tau harus mencari Nabila kemana lagi, Ken sudah mengerahkan Anak buah Ken ke berbagai pelosok daerah, tapi Ken masih belum juga menemukan titik terang keberadaan Nabila."


"Dimana pun Nabila berada semoga Nabila naik-baik saja, dan kita tidak boleh menyerah, kita harus berusaha mencari keberadaan Anak Airlangga."


Aira yang baru pulang dari luar kota karena takut ketahuan setelah menabrak Nabila, tidak sengaja mendengar perkataan Nenek Puspa yang sedang membicarakan tentang Cucu kandungnya.


"Apa, jadi Cucu Tante masih hidup?" tanya Aira yang saat ini berdiri di depan pintu kamar Ken.


Ken yang melihat Aira, merasa sangat geram karena Ken melihat dengan jelas pada rekaman CCTV jika Aira yang sudah menabrak Nabila, tapi untuk saat ini Ken tidak mungkin mengatakan semua itu kepada Nenek Puspa, karena Ken tau betul jika Ayahnya Aira akan melakukan apa pun untuk membela Anaknya, bahkan Ken sudah curiga jika Daddy Indra yang menyuruh orang untuk mencampurkan obat perangsang pada minuman Ken, karena sudah beberapa kali Daddy Indra berusaha untuk menjebak Ken, tapi selalu saja gagal.

__ADS_1


"Kamu sepertinya salah dengar Aira, Nenek hanya mengatakan jika Nenek masih berharap Cucunya masih hidup," ujar Ken, karena Ken takut jika Aira dan Daddy Indra akan kembali mencelakai Nabila jika mereka mengetahui semua kebenaran tentang Nabila.


__ADS_2