
Ken dan Rendi berlari menghampiri Nabila ketika melihat Nabila pingsan, kemudian Ken menggendong Nabila dan membawanya masuk ke dalam ruang IGD.
Rendi merasakan sesak dalam dadanya ketika melihat Ken menggendong Nabila, karena dia harus menerima kenyataan jika Nabila bukan miliknya.
Aku harus ikhlas melepaskan Nabila, karena dari awal dia bukan milikku, dan sekarang dia sudah bersama orang yang seharusnya, ucap Rendi dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Ken ke luar dari dalam ruang IGD, dan kembali menghampiri Rendi.
"Ren, kenapa Nabila bisa pingsan seperti itu?" tanya Ken.
"Ketika Nabila mengingat sesuatu di masalalunya, Nabila akan pingsan karena terdapat gumpalan darah pada otaknya yang telah berubah menjadi sel kanker, dan aku baru mengetahui semuanya dua hari yang lalu. Makanya dari kemarin aku berusaha menghubungi kamu untuk memberitahukan semuanya, tapi nomor kamu tidak dapat dihubungi," ucap Rendi dengan menangis.
Degg
Jantung Ken rasanya berhenti berdetak ketika mendengar semuanya.
"Tidak, tidak mungkin Nabila menderita kanker otak, apa yang harus aku katakan kepada Nenek, Nenek pasti sedih jika mengetahui Cucu kandungnya sakit," gumam Ken, dan kali ini Rendi yang merasa terkejut dengan perkataan Ken.
"A_apa maksud kamu?" tanya Rendi.
"Nabila sebenarnya adalah Cucu kandung Nenek Puspa yang hilang, dan aku baru mengetahuinya setelah Nabila dibawa pergi oleh kamu."
"Kenapa bisa ada kebetulan seperti itu?" tanya Rendi.
"Aku juga tidak pernah mengira jika Nabila adalah Cucu kandung Nenek yang hilang, tapi pada saat aku pulang, dan membawa tas Nabila yang ia tinggalkan di hotel, Nenek terkejut saat melihat isi tas Nabila yang terjatuh, karena di dalamnya ada kalung yang sama persis dengan kalung milik Cucu Nenek yang hilang, dan kalung itu hanya ada satu di Dunia, karena Nenek memesan khusus dari temannya yang tinggal di Dubai. Ren, apa yang harus kita lakukan untuk mengobati penyakit Nabila?"
"Dokter bilang meski pun Nabila melakukan operasi, hasilnya masih belum dapat dipastikan, karena kemungkinan sembuhnya hanya lima puluh persen, begitu juga dengan melakukan kemoterapi, karena akan banyak efek sampingnya."
"Aku akan membawa Nabila berobat ke luar negeri, dan aku akan melakukan apa pun demi kesembuhannya, walau pun harus mengorbankan nyawaku sendiri," ujar Ken.
"Semoga Nabila bisa segera sembuh, dan kalian bisa hidup bahagia," ucap Rendi yang di Amini oleh Ken.
__ADS_1
"Ren, aku takut kalau Nabila akan membenciku saat ingatannya pulih."
"Nabila adalah perempuan yang baik, dan aku yakin kalau kamu tidak sengaja merenggut kehormatannya," ujar Rendi.
"Kamu benar, malam itu ada orang yang menjebak aku dengan mencampurkan obat perangsang ke dalam minumanku saat kita berada di acara Reuni, sampai akhirnya aku tidak kuat menahan hasratku, kemudian melampiaskannya kepada Nabila," ujar Ken yang menyesali semuanya.
"Semuanya telah terjadi Ken, dan kita tidak bisa merubah takdir, tapi kita masih bisa memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat," ujar Rendi dengan menepuk bahu Ken.
"Ren, apa kamu mencintai Nabila?" tanya Ken.
"Jujur dari semenjak aku melihat Nabila, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Akan tetapi, aku sadar diri, karena aku tidak mungkin merebut sesuatu yang sudah dimiliki orang lain, dan aku juga tau kalau kalian berdua saling mencintai."
"Makasih ya Ren, selama ini kamu sudah menjaga Nabila dan Rendra, dan kamu tidak memanfaatkan keadaan saat Nabila hilang ingatan," ujar Ken.
Kamu tidak tau kalau setiap malam aku selalu menahan diri untuk tidak menyentuh perempuan yang aku cintai, ucap Rendi dalam hati.
"Oh iya Ken, dulu saat acara empat puluh hari Rendra, Aldi mengembalikan uang yang dulu diberikan oleh kamu saat membeli Nabila, dan dia tidak pernah mengambil sepeser pun uang tersebut, dan saat ini uangnya sudah aku simpan untuk masa depan Rendra."
"Uang itu adalah hak Nabila, dan aku tidak akan memakainya," ujar Rendi.
Nabila dan Rendra saat ini sudah diperbolehkan pindah ke kamar perawatan, dan Ken memesan kamar perawatan terbaik yang ada di Rumah Sakit tersebut untuk dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Ken terus saja memegangi tangan Nabila yang saat ini masih belum sadarkan diri, sampai akhirnya secara perlahan Nabila membuka matanya.
"Alhamdulillah, sayang akhirnya kamu bangun juga," ucap Ken dengan memeluk tubuh Nabila, tapi sesaat kemudian Nabila mendorong tubuh Ken.
"Jangan sentuh aku, kamu adalah orang jahat Ken, kamu sudah menghancurkan hidupku," teriak Nabila dengan menangis.
"Nabila, maafkan aku sayang, saat itu aku dijebak, ada orang yang memasukan obat perangsang ke dalam minumanku saat kita berada di acara Reuni," jelas Ken.
"Apa aku bisa mempercayai kamu setelah apa yang kamu lakukan? sebaiknya kamu pergi dari sini, karena aku tidak mau bertemu dengan kamu lagi," usir Nabila.
__ADS_1
"Sayang, jangan menghukumku seperti ini, aku tidak akan sanggup untuk berpisah lagi darimu. Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahi kamu dan membesarkan Anak kita bersama-sama," ujar Ken.
"Tidak, aku tidak sudi menikah denganmu, dan Rendra bukan Anak kamu, tapi Anak Mas Rendi, karena selama ini Mas Rendi yang telah membesarkannya, bahkan Mas Rendi sudah menjaga Rendra sejak masih berada dalam kandungan," tegas Nabila.
Rendi yang melihat Nabila terus emosi mencoba mendekatinya, tapi Rendi tidak mengira jika Nabila langsung berhambur memeluk Rendi.
"Nabila, apa kamu sudah mengingat semuanya?" tanya Rendi.
"Sudah Mas, dan tolong usir Ken dari sini, karena aku tidak mau bertemu lagi dengan orang yang sudah mengingkari janjinya sendiri," jawab Nabila.
"Nabila, aku percaya jika Ken telah dijebak, dan tolong berikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya," ujar Rendi.
Nabila nampak berpikir, karena dia membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya.
"Beri aku waktu untuk memikirkan semuanya," ucap Nabila dengan lirih.
Rendi merasa berat untuk melepaskan pelukan Nabila, tapi Rendi merasa tidak enak terhadap Ken yang juga berada di sana.
"Nabila, aku minta maaf karena selama ini telah membohongi kamu, tapi aku melakukan semua itu untuk melindungi kamu dari gangguan Aira dan Ayahnya."
"Aku tau Mas, bahkan Rendra celaka gara-gara penjahat suruhan Aira dan Ayahnya, karena tadi aku dibawa secara paksa ketika Rendra sedang tertidur di kamar atas."
"Apa Ken yang sudah menyelamatkan kamu?" tanya Rendi.
"Iya, Mas Rendi benar, tapi bukan berarti aku bisa memaafkan kesalahannya begitu saja," ujar Nabila.
"Apa kamu tidak berpikir, jika Ken tidak melakukan kesalahan, maka tidak akan ada Rendra di Dunia ini, karena Ken adalah Ayah kandung Rendra, bahkan tadi Ken yang sudah menyelamatkan hidup Rendra," ujar Rendi, dan Nabila hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun, dan dirinya tidak memungkiri perkataan Rendi, karena semua itu benar adanya.
"Tapi akan lebih baik jika Mas Rendi saja yang tetap menjadi Ayah Rendra," ucap Nabila.
"Apa maksud kamu sayang?" tanya Ken yang merasa terkejut dengan perkataan Nabila.
__ADS_1