
Ken terkejut ketika mendengar Aldi yang mengatakan jika dirinya mengetahui keberadaan Nabila.
"A_apa maksud kamu? kamu tidak sedang membohongiku kan?" tanya Ken dengan detak jantung yang berpacu cepat.
"Nabila pergi dengan Rendi bukan? apa tebakanku benar?" tanya Aldi.
Ken hampir saja pingsan mendengar kabar tentang Nabila, apalagi tebakan Aldi benar, dan Aldi yang melihat tubuh Ken hampir terjatuh langsung membantu Ken untuk duduk di sofa.
"Ken, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan kamu, Nabila dan Rendi? kenapa Nabila bisa menjadi istri Rendi, bahkan saat ini mereka sudah memiliki seorang Anak?" tanya Aldi.
"Tidak, tidak mungkin Nabila mengkhianati cinta kami, aku tidak percaya dengan semua itu. Selama ini aku mati-matian mencari keberadaan Nabila dan Rendi, tapi apa yang sudah mereka lakukan di belakangku," teriak Ken yang sudah salah paham dengan semuanya, apalagi Aldi belum menceritakan semua yang dia ketahui karena Ken masih terlihat syok.
"Aldi, tolong katakan dimana keberadaan Nabila, aku harus segera menjemputnya pulang," tanya Ken.
"Ken, ikhlaskan Nabila seperti aku mengikhlaskannya, karena saat ini Nabila sudah hidup bahagia dengan Rendi," ujar Aldi.
"Aku akan merelakan Nabila jika memang dia sudah bahagia bersama Rendi, tapi aku harus membawanya pulang untuk bertemu dengan Nenek, karena Nabila sebenarnya adalah Cucu kandung dari Nenek angkatku, dan Nabila adalah pewaris keluarga Airlangga yang hilang," ujar Ken.
Aldi dan Reva yang mendengarnya tidak percaya dengan semua perkataan Ken.
"Ken, kamu jangan bercanda, kamu ingin aku mengatakan keberadaan Nabila kan, makanya kamu mengatakan kebohongan seperti itu?" ujar Aldi.
"Aku bersumpah Al, dan aku mengetahui semuanya setelah Nabila pergi, karena saat itu Nenek melihat kalung Nabila yang tertinggal, karena kalung itu hanya ada satu di Dunia ini, dan Nenek yang memesannya langsung dari temannya di Dubai. Aku mohon katakan keberadaan Nabila, karena aku harus memberikan hak nya sebagai pewaris keluarga Airlangga," ujar Ken.
Aldi yang tidak melihat kebohongan pada mata ken akhirnya memberikan alamat Nabila kepada Ken, dan Ken bergegas untuk langsung berangkat menuju lampung setelah sebelumnya menelpon Anak buahnya untuk menyiapkan jet pribadi milik Airlangga Grup serta mobil yang akan ia gunakan saat di Lampung nanti.
"Tuan Ken mau kemana? saat ini kita sedang banyak kerjaan?" tanya Reva.
"Reva, aku menyerahkan perusahaan di sini untuk kamu kelola, dan mulai sekarang aku mengangkat kamu sebagai Direktur Utama Airlangga Grup, aku yakin kamu pasti bisa memimpin perusahaan dengan baik, dan nanti aku akan mengirimkan surat kenaikan jabatan kamu kepada Leon," ujar Ken.
__ADS_1
Reva masih terlihat bingung dengan perkataan Ken, karena Ken menyerahkan tanggung jawab yang besar kepadanya secara tiba-tiba.
"Kamu tenang saja, kamu pasti bisa, karena Ken tidak akan menyerahkan tugas penting kepada sembarang orang," ujar Aldi dengan menggandeng Reva menuju tempat parkir apartemen, sedangkan Ken sudah terlihat di antar oleh Supir pribadinya menuju Bandara.
"Tapi semua ini terjadi secara tiba-tiba Al," ujar Reva.
"Kalau ada yang belum kamu mengerti, nanti aku akan membantu kamu."
"Iya aku lupa kalau Calon Suamiku ini adalah seorang Direktur Utama juga. Al aku masih belum percaya jika Nabila adalah pewaris Airlangga Grup, karena selama ini Tante Sari selalu menceritakan kisah Nabila yang hidup memprihatikan di Panti Asuhan."
"Aku juga masih belum percaya jika Nabila adalah orang kaya nomor satu di Indonesia," ujar Aldi.
"Kamu pasti nyesel kan karena sudah menyia-nyiakan Nabila?" sindir Reva.
"Aku akan lebih menyesal lagi jika aku tidak segera menikahimu, jangan sampai ada lelaki lain yang mencuri kamu dariku. Bagaimana kalau sekarang saja kita menikah?" tanya Aldi, dan wajah Reva langsung merah seperti kepiting rebus.
"Tidak sayang, aku tidak bercanda. Sekarang juga aku akan membawa kamu untuk mendaftarkan pernikahan kita sebelum kita pulang ke rumahku," ujar Aldi yang sudah tidak sabar untuk menjadikan Reva sebagai istrinya.
......................
Sepanjang perjalanan menuju lampung, Ken terus saja memikirkan semuanya, ada rasa bahagia karena Ken akan bertemu kembali dengan perempuan yang dicintainya setelah dua tahun lamanya mereka berpisah, tapi ada rasa sedih juga yang saat ini Ken rasakan, karena mendengar Nabila yang sudah menikah dengan Rendi bahkan mereka sudah memiliki Anak.
"Apa benar Nabila sudah hidup bahagia bersama Rendi? apa aku bisa merelakan Nabila untuk lelaki lain? tapi bagaimanapun juga Nabila adalah Cucu kandung dari Nenek Puspa, dan aku harus menyerahkan semua harta kekayaan Airlangga kepada Nabila. Jika memang kami tidak ditakdirkan hidup bersama, setidaknya Nabila masih bisa menjadi saudaraku," gumam Ken dengan menahan sesak dalam dadanya.
Setelah sampai Bandara, Ken langsung mengendarai mobil yang sebelumnya sudah ia pesan, kemudian melajukan mobil tersebut menuju alamat yang sudah diberikan oleh Aldi.
Setelah sampai di halaman rumah Nabila, Ken terlihat ragu untuk masuk ke dalam, tapi sesaat kemudian terdengar suara teriakan perempuan minta tolong dari dalam rumah, sampai akhirnya Ken bergegas masuk tanpa permisi.
Ken terkejut ketika melihat tangan dan kaki Nabila sudah diikat oleh tali, bahkan mulutnya sudah ditutup menggunakan lakban.
__ADS_1
"Berani sekali kalian mengganggu perempuan yang aku cintai. Jangan sentuh wanitaku !!" teriak Ken.
Ken yang marah langsung membabi buta menghajar empat orang penjahat yang sudah berani mengusik Nabila, dan dengan mudah Ken mengalahkan ke empat orang tersebut hingga babak belur dan terkapar di atas lantai.
"Katakan siapa yang telah menyuruh kalian melakukan semua ini?" tanya Ken, tapi tidak ada satu pun yang berani menjawab.
"Jadi kalian lebih memilih untuk mendekam di Penjara? tapi sebelum itu, aku akan patahkan kaki dan tangan kalian terlebih dahulu, atau kalian mau aku mematahkan leher kalian juga?" ancam Ken.
"Jangan Tuan, kami hanya disuruh."
"Siapa yang sudah menyuruh kalian mengganggu perempuan yang aku cintai?"
"Tu_tuan Indra dan Nona Aira."
"Lagi-lagi Om Indra dan Aira yang sudah berani mengusik Nabila, kali ini aku tidak akan membiarkan mereka mengganggu Nabila lagi," gumam Ken.
Ken terkejut ketika mendengar suara benda yang terjatuh, kemudian ada suara Anak kecil yang menangis, tapi sebelum mengeceknya, Ken terlebih dahulu membuka ikatan pada tubuh Nabila, sedangkan ke empat penjahat suruhan Daddy Indra dan Aira mempunyai kesempatan untuk melarikan diri selagi Ken lengah.
Setelah Ken membuka ikatan pada tubuh Nabila, Nabila langsung berlari menuju asal suara, karena Nabila tau jika yang terjatuh adalah Rendra.
"Rendra, maafkan Bunda sayang, Bunda tidak menjaga Rendra dengan baik," ujar Nabila dengan menangis memeluk tubuh Rendra yang telah terjatuh dari tangga, karena saat Nabila dibawa oleh penjahat, Rendra masih tertidur di kamar yang berada di lantai atas.
Nabila semakin panik ketika melihat kepala Rendra yang mengeluarkan banyak darah.
"Tuan, saya mohon antar kami ke Rumah Sakit," ujar Nabila kepada Ken, dan Ken begitu terkejut karena Nabila terlihat tidak mengenalinya.
Ken berlari menggendong Rendra, dan Ken merasakan kehangatan yang tidak dapat di artikan ketika memeluk tubuh kecil Rendra.
Perasaan apa ini? kenapa aku merasakan kehangatan dan kenyamanan ketika memeluk Anak Rendi dan Nabila? ucap Ken dalam hati.
__ADS_1