
Tania merasa geram bercampur malu karena dia sudah menjatuhkan harga dirinya di depan semua orang demi mendapatkan perhatian ken, tapi Ken sedikit pun tidak mau meliriknya, apalagi saat ini Tania menjadi pusat perhatian semua orang.
"Memangnya model internasional seperti Mbak Tania ini gak laku ya sampai-sampai mengejar Suami orang," celetuk salah satu karyawan Ken, sehingga membuat semua yang berada di sana menertawakan Tania.
Tania langsung berdiri, kemudian berlari meninggalkan perusahaan Ken.
"Awas saja kamu Ken, aku akan membalas semua penghinaanmu," gumam Tania dengan mengepalkan kedua tangannya.
......................
Setelah kepergian Aldi ke luar negeri, mau tidak mau Megan harus menikah dengan Andre, karena dia tidak mau melahirkan bayinya tanpa seorang Suami, apalagi Megan sampai di usir oleh kedua orangtuanya karena telah hamil di luar nikah.
Megan terus saja uring-uringan karena saat ini kehamilannya sudah memasuki usia sembilan bulan, sehingga Megan kesulitan dalam beraktifitas.
"Kamu mau kemana lagi sayang, sekarang sudah malam, lagian saat ini kamu sedang hamil tua tidak baik keluyuran terus," ujar Andre yang baru saja pulang bekerja.
Sudah beberapa bulan ini Andre bekerja di Airlangga Grup menggantikan Aldi sebagai Manager keuangan, tapi uang yang diberikan Andre kepada Megan selalu saja tidak cukup, karena gaya hidup Megan terlalu royal.
"Bukan urusan kamu aku mau pergi kemana juga," jawab Megan.
"Saat ini kamu adalah istri aku Megan, jadi kamu adalah tanggung jawab di Dunia dan Akhiratku, dan kemana pun kamu pergi, aku harus tau."
"Bukan berarti karena aku istrimu, kamu seenaknya mengatur hidup aku Andre. Aku sekarang mau pergi ke Party ulang tahun temanku, jadi kamu tidak usah melarangku."
"Kalau begitu biar aku antar, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi sama kamu," ujar Andre.
Meski pun Megan selalu bersikap seenaknya terhadap Andre, tapi Andre selalu sabar menghadapinya, bahkan setiap hari Andre yang selalu mengerjakan semua pekerjaan rumah sebelum ia berangkat kerja, tapi tetap saja semua itu tidak membuat hati Megan merasa tersentuh sedikit pun.
"Aku bisa pergi sendiri, dan aku tidak membutuhkan bantuanmu, yang ada nanti kamu mengajakku pulang saat aku sedang bersenang-senang," ujar Megan dengan berlalu meninggalkan Andre.
"Kapan kamu akan melihatku Megan? selama ini kamu tidak pernah menghargai usahaku untuk mendapatkan hatimu, padahal aku tidak pernah mempermasalahkan Anak yang ada dalam kandunganmu, Anak siapa pun itu aku akan menerima serta menyayanginya," gumam Andre dengan lirih.
......................
Megan sudah sampai di acara ulang tahun temannya, dan tidak sengaja dia bertemu dengan Tania yang juga menjadi tamu undangan pada acara tersebut.
"Apa kabar Tania?" tanya Megan, tapi Tania terlihat acuh.
__ADS_1
"Kamu pasti akan senang jika mendapatkan informasi tentang Ken dan istri pura-puranya," ujar Megan, dan Tania yang tadinya hendak meninggalkan Megan langsung menghentikan langkahnya.
"Apa maksud kamu? kenapa kamu bisa mengenal Ken?" tanya Tania yang merasa penasaran.
Megan mengajak Tania untuk duduk dan membicarakan semua informasi yang dia tau, tapi semua itu tidak akan Megan berikan secara gratis.
"Kenapa tadi kamu mengatakan jika perempuan kampung itu adalah istri pura-puranya Ken?" tanya Tania.
"Semua itu tidak gratis sayang, karena aku ingin kamu membantuku juga," ujar Megan.
"Berapa yang kamu mau, aku akan memberikannya."
Saat ini kamu bisa memberikanku uang seratus juta, dan nanti setelah aku melahirkan, aku mau kamu memasukan aku ke dalam agensi model yang sama denganmu," ujar Megan.
Tania terlihat berpikir, sampai akhirnya ia kembali angkat suara.
"Apa kamu yakin jika informasi yang akan kamu berikan sangat penting? dan darimana kamu mengetahui semuanya?"
"Karena aku sendiri yang telah menjual Nabila kepada Ken," ujar Megan, dan Tania begitu terkejut mendengar perkataan Megan.
"Aku telah mentransfer uangnya, dan nanti aku pasti akan memasukanmu ke dalam Agensi yang sama denganku setelah kamu melahirkan, sekarang ceritakan semua yang kamu ketahui tentang istri Ken," ujar Tania, dan Megan mulai menceritakan semuanya.
Tania tersenyum puas karena sudah mengetahui kebohongan Ken selama ini, dan dia akan memanfaatkan informasi yang ia dapat dari Megan untuk mengancam Ken.
"Senang bekerjasama denganmu Megan. Aku yakin kalau aku bisa mendapatkan kembali cinta Ken, dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mendapatkan cinta Ken selain aku. Jangan panggil aku Tania Maharani jika tidak bisa mendapatkan semua yang aku mau."
......................
Saat ini sudah tengah malam, tapi Megan belum juga pulang dari acara ulang tahun temannya, sehingga membuat Andre merasa khawatir.
"Sebaiknya aku menyusul Megan, aku takut terjadi sesuatu yang buruk kepadanya, apalagi ini sudah tengah malam," gumam Andre, kemudian mengambil kunci mobil untuk menyusul Megan.
Acara ulang tahun teman Megan baru saja selesai, dan Megan memutuskan untuk pulang sebelum Andre menyusulnya.
"Sebaiknya sekarang aku pulang sebelum Andre datang ke sini dan mengajakku untuk pulang," gumam Megan.
Saat di perjalanan pulang, perut Megan mengalami kontraksi, sehingga Megan terus saja meringis kesakitan.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana? aku sudah tidak kuat menahannya," gumam Megan, kemudian menginjak gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya segera sampai di Rumah Sakit.
Saat berada di tikungan tajam, Megan tidak melihat jika dari arah yang berlawanan ada sebuah truk yang melaju dengan kencang juga, sampai akhirnya kecelakaan pun tidak dapat terelakkan lagi.
Brak
Suara mobil bertabrakan dengan keras, dan mobil yang dikendarai oleh Megan berkali-kali terguling dan akhirnya jatuh ke dalam jurang.
Warga sekitar yang melihat kejadian naas tersebut langsung menghubungi Polisi dan membantu evakuasi korban.
......................
"Kenapa jalannya macet sekali?" gumam Andre yang semakin merasa cemas kepada Megan, apalagi dari tadi perasaan Andre merasa tidak enak.
"Pak memangnya di depan ada kejadian apa ya?" tanya Andre kepada seorang Bapak yang kebetulan lewat.
"Katanya ada tabrakan truk sama mobil, bahkan mobilnya sampai masuk jurang," jawab Bapak tersebut.
Andre memutuskan untuk menepikan mobilnya dan berjalan menghampiri keramaian untuk melihat evakuasi korban.
Degg
Jantung Andre berhenti berdetak ketika melihat baju korban yang sama persis dengan yang dipakai oleh Megan saat berangkat tadi, meski pun saat ini baju tersebut sudah berlumuran dengan darah.
Andre yang merasa penasaran, mendekati tandu yang membawa Megan, dan sesaat kemudian Andre berteriak histeris.
"Megan, kenapa kamu bisa sampai kecelakaan?" ujar Andre dengan menangis.
"Apa Bapak mengenal korban?" tanya Polisi.
"Ini adalah istri saya Pak, tolong selamatkan istri saya," ujar Andre dengan panik.
"Sebaiknya Bapak ikut kami membawa korban ke Rumah Sakit," ujar Pak Polisi, dan sebelumnya Andre menitipkan mobilnya kepada Polisi yang bertugas di sana, karena Andre akan ikut naik Ambulance.
Sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit, Andre terus saja menangis, karena dia takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Megan, apalagi saat ini kondisi Megan tidak sadarkan diri, dan entah bagaimana nasib bayi dalam kandungannya.
"Seharusnya tadi kamu menuruti perkataanku, seandainya tadi aku yang mengantarmu, mungkin semua ini tidak akan terjadi," gumam Andre dengan memegang erat tangan Megan.
__ADS_1