Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 51 ( Mencoba tersenyum, walau hati terluka )


__ADS_3

Ken secara perlahan mendekati Nabila dan menatap lekat wajah cantik perempuan yang sangat dicintainya, dan Nabila merasa gugup saat ken mendekatkan wajahnya.


"Ken, kamu mau ngapain?" kamu jangan macam-macam, ini Rumah Sakit, dan aku adalah calon istri Mas Rendi," ujar Nabila.


Nabila sudah memejamkan matanya ketika wajah Ken sudah semakin dekat, karena Nabila pikir Ken akan menciumnya.


"Nah, dapat," ujar Ken ketika berhasil mengambil bulu mata yang terjatuh di bawah mata Nabila. Kamu kenapa merem? apa kamu berharap aku akan mencium kamu?" goda Ken, dan pipi Nabila bersemu merah mendengarnya.


"Nabila, apa boleh aku tidur di sini?" tanya Ken dengan menidurkan kepalanya pada paha Nabila.


"Untuk apa kamu bertanya kalau kamu langsung tiduran tanpa menunggu persetujuanku terlebih dahulu," ujar Nabila.


"Aku sangat merindukanmu," ucap Ken dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Nabila.


Aku juga sangat merindukanmu Ken, ucap Nabila dalam hati dengan mengusap lembut kepala Ken, sampai akhirnya Ken tertidur karena pijatan Nabila pada kepalanya.


......................


Rendi langsung menuju rumah Paman dan Bibinya untuk membicarakan semua kebenaran yang telah dirinya tutupi selama ini.


"Ren, tumben kamu datang sendiri, mana Anak dan istrimu?" tanya Pak Udin ketika melihat Rendi datang ke rumahnya.


"Sebenarnya tadi Rendra mengalami kecelakaan Pak, dan saat ini Rendra masih dirawat di Rumah Sakit," jawab Rendi.


"Innalillahi..Kenapa kamu tidak memberitahu Ibu dan Bapak Nak?" tanya Bu Fatimah.


"Rendi belum sempat Bu, makanya sekarang Rendi datang ke sini untuk mengatakan semuanya."

__ADS_1


"Terus bagaimana sekarang keadaan Cucu Ibu? kenapa kamu malah ke sini bukannya jagain Rendra?"


"Tadi Rendra kehilangan banyak darah, dan tadi Rendra sudah melakukan transfusi darah."


"Astagfirullah, kalau begitu sekarang kita ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Cucu kita Pak," ujar Bu Fatimah yang terlihat khawatir.


"Kita tidak perlu ke sana Bu, karena saat ini sudah ada Ayah kandung Rendra yang menjaganya, bahkan yang tadi mendonorkan darah untuk Rendra adalah Ayah kandungnya sendiri" ucap Rendi dengan lirih.


"Apa maksud kamu Nak? Rendra itu Anak kandung kamu, kenapa kamu mengatakan seolah-olah Rendra bukan Anak kamu?" tanya Bu Fatimah.


Pak Udin yang melihat Rendi terus saja diam, menyuruh Bu Fatimah supaya tidak bertanya apa pun lagi kepada Rendi.


"Bu, sebaiknya kita tunggu penjelasan Rendi dulu, Rendi pasti punya alasan kenapa selama ini dia menyembunyikan semua kebenaran tentang Zahra dan Rendra kepada kita," ujar Pak Udin.


Setelah beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, akhirnya Rendi kembali angkat suara.


"Bu, Pak, maafin Rendi, Rendi tidak ada maksud untuk membohongi Ibu dan Bapak. Sebenarnya nama asli Zahra adalah Nabila Azahra dan dia adalah kekasih dari Bos nya Rendi saat dulu bekerja di Jakarta, tapi ada suatu kejadian yang menyebabkan Nabila hilang ingatan, dan semua itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang yang berambisi untuk mendapatkan Bos Rendi tersebut."


"Sebenarnya orang yang berambisi untuk mendapatkan Tuan Ken telah menjebaknya dengan memasukan obat perangsang ke dalam minumannya, makanya Tuan Ken melakukan kesalahan dengan menodai Nabila sebelum Nabila tertabrak."


Rendi akhirnya menceritakan tentang kisah hidup Nabila yang tinggal di Panti Asuhan dari semenjak bayi, Rendi juga menceritakan tentang Nabila yang telah dijual oleh Mantan Suaminya sehingga semua itu menyebabkan Nabila bertemu dengan dirinya dan juga Ken.


Bu Fatimah dan Pak Udin merasa kasihan dengan nasib Nabila yang malang.


"Kasihan sekali nasib Nabila ya Nak, Ibu bangga sama kamu karena kamu sudah tulus untuk menolong Nabila."


"Iya Bu, tapi ternyata Rendi baru tau, kalau Nabila adalah Cucu kandung dari Nenek Puspa, yaitu pemilik perusahaan Airlangga Grup tempat Rendi dulu bekerja, karena Tuan Ken hanyalah Anak angkat di Keluarga Airlangga."

__ADS_1


"Dunia ini ternyata sangat sempit sekali, selalu ada jalan untuk Tuhan membuka kebenaran," ujar Pak Udin.


"Rendi juga tidak pernah menyangka tentang jati diri Nabila yang sebenarnya."


"Alhamdulillah, ternyata selama ini Nabila adalah orang kaya nomor satu di Indonesia, pasti Nabila tidak percaya jika dirinya adalah Anak orang kaya."


"Iya Bu, tapi yang membuat Nabila bahagia bukan karena dia Anak orang kaya melainkan karena dirinya masih mempunyai keluarga, justru Nabila takut dengan semua yang ia miliki saat ini, karena Ayah dari perempuan yang sudah menabrak Nabila adalah Adik tiri Nenek Puspa, dan dia begitu berambisi untuk mendapatkan harta yang dimiliki oleh Nenek Puspa, bahkan yang menyebabkan Rendra terjatuh adalah orang-orang suruhan Tuan Indra yang telah berusaha untuk menculik Nabila."


"Astagfirullah, kok ada ya orang serakah seperti itu, lalu bagaimana sekarang rencana kalian?" tanya Bu Fatimah.


"Ken sudah berencana untuk menikahi Nabila, meski pun awalnya Nabila menolaknya karena Nabila masih kecewa terhadap Ken, bahkan Nabila lebih memilih Rendi untuk menikahinya."


"Apa kamu bersedia untuk menikahi Nabila?" tanya Pak Udin.


"Rendi bukannya tidak mau menikahi Nabila, tapi Rendi tau jika di hati Nabila hanya ada Ken, dan Rendi sudah berhasil meyakinkan Nabila untuk menikah dengan Ken. Jadi, Ibu sama Bapak bantu Rendi mempersiapkan acara pernikahan mereka ya, tapi kita harus merahasiakan dulu semuanya dari Ken, karena Nabila dan Rendi sepakat untuk mengerjai Ken dengan mengatakan jika Rendi yang akan menikah dengan Nabila."


"Nak, kenapa kamu melakukan semua itu? Ibu tau kalau Rendi sangat mencintai Nabila. Kenapa Rendi harus mengorbankan perasaan Rendi sendiri?"


"Bu, sebenarnya saat ini Nabila menderita kanker otak, dan kita tidak tau Nabila bisa bertahan sampai berapa lama, dan Rendi ingin di sisa hidup Nabila, ia merasa bahagia dengan lelaki yang dia cintai."


"Innalillahi..Ternyata cobaan hidup Nabila belum berakhir juga, kasihan Nabila, semoga Nabila bisa segera sembuh," ucap Bu Fatimah.


"Semoga saja Bu, karena nanti setelah Ken menikahinya, Ken akan membawa Nabila berobat ke luar Negeri."


"Ren, sebaiknya kamu memberikan saran kepada Nabila dan Ken supaya menitipkan Rendra di sini saja selama Ken membawa Nabila berobat ke luar negeri, semua itu demi keamanan Rendra. Kalian juga harus merahasiakan jati diri Rendra terlebih dahulu supaya orang yang berniat merebut harta keluarga Airlangga tidak menjadikan Rendra sebagai sasaran mereka," ujar Pak Udin.


"Bapak betul juga, nanti Rendi coba mengatakan semua itu kepada Nabila dan Ken setelah mereka resmi menikah, karena sampai saat ini Rendi dan Ken belum memberitahukan kepada Nabila tentang penyakit yang di deritanya."

__ADS_1


"Meski pun kenyataannya Rendra bukan Cucu kandung kita, tapi kita sudah terlanjur sayang kepada Rendra dan akan selalu menganggap Rendra sebagai Cucu kandung kita sendiri," ujar Bu Fatimah.


"Terimakasih ya Bu, Pak, Bapak dan Ibu selalu mengerti Rendi. Sekarang sebaiknya kita mulai mempersiapkan semuanya, anggap saja ini adalah pernikahan Anak Ibu dan Bapak sendiri," ucap Rendi yang terus mencoba untuk tersenyum walau pun hatinya terluka.


__ADS_2