
Ken memberikan kode kepada Nenek Puspa dengan mengedipkan matanya supaya Nenek Puspa tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Aira, untung saja Nenek Puspa mengerti kode yang diberikan oleh Ken.
"Yang dikatakan Ken benar Aira, sampai saat ini Tante masih berharap jika Cucu kandung Tante masih hidup."
"Sudahlah Tante jangan mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Oh iya Tan, kemana perginya perempuan kampung, tumben dia gak ada di sini?" tanya Aira yang pura-pura tidak mengetahui semua yang terjadi kepada Nabila.
"Istriku mempunyai nama, dan kamu tidak seharusnya mengatakan Nabila perempuan kampung," ujar Ken.
Sesaat kemudian, Asisten rumah tangga memanggil Nenek Puspa untuk melakukan terapy, karena sebelumnya Nabila sudah mengajarkan Asisten rumah tangga tersebut cara-cara melakukan terapy kepada Nenek Puspa.
"Ken, Nenek ke kamar dulu ya, semoga kamu cepat sembuh. Aira, sebaiknya kita ke luar dari sini, biarkan Ken beristirahat," ujar Nenek Puspa.
"Tante duluan aja, Aira masih kangen sama Ken."
Nenek Puspa rasanya ingin sekali menarik tubuh Aira untuk ke luar dari dalam kamar Ken, tapi saat ini Nenek Puspa masih belum bisa berjalan, dan Nenek Puspa merasa percuma berdebat dengan Aira, karena Aira tidak akan mau mengalah.
"Biarkan saja Aira di sini Nek, ada yang ingin Ken bicarakan juga sama dia."
Setelah Nenek Puspa ke luar dari dalam kamar Ken, Aira langsung duduk di samping ranjang Ken.
"Sebenarnya kamu juga kangen kan sama aku Ken?" ujar Aira yang hendak memeluk tubuh Ken, tapi Ken langsung mendorongnya hingga terjatuh di atas lantai.
"Ken, kenapa sih kamu tega banget sama aku?" rengek Aira.
"Kamu pantas mendapatkan semua itu Aira, setelah apa yang kamu lakukan kepada Nabila."
Aira sudah terlihat ketakutan mendengar perkataan Ken.
__ADS_1
"A_apa maksud kamu Ken?" tanya Aira dengan suara tergagap.
"Memangnya kamu pikir aku tidak tahu dengan apa yang sudah kamu lakukan kepada Nabila? lihat saja Aira, aku pasti akan melaporkan kamu kepada pihak berwajib."
"Ken, aku benar-benar tidak mengerti apa yang kamu maksud."
"Kamu jangan terus berpura-pura Aira, karena aku sudah mempunyai bukti kejahatanmu, apa kamu pikir di hotel tidak ada CCTV yang merekam kejadian saat kamu menabrak perempuan yang aku cintai? Mulai sekarang jangan pernah muncul lagi di hadapanku, kalau kamu masih saja mengusik hidupku dan orang-orang yang aku sayangi, jangan harap kamu masih bebas berkeliaran, karena aku pasti tidak akan segan-segan untuk menjebloskan kamu ke dalam penjara."
Kenapa aku tidak kepikiran sampai sana? sekarang aku jadi tidak bisa mendekati Ken lagi kan, batin Aira, kemudian dengan berat hati ke luar dari dalam kamar Ken, karena Aira takut dengan ancaman Ken.
......................
Kehamilan Nabila kini sudah menginjak lima bulan, dan perut Nabila sudah terlihat semakin membesar, begitu juga dengan Ken yang sudah tidak mengalami mual dan muntah lagi, sehingga Nenek Puspa dan Ken semakin yakin jika Nabila saat ini telah hamil Anak Ken.
"Ken, sepertinya Nabila benar-benar hamil, karena biasanya perempuan hamil akan berhenti mengalami mual muntah setelah usia kandungannya memasuki bulan ke lima, dan jika kita hitung, Nabila sudah pergi selama enam bulan dari sini. Nenek jadi semakin yakin kalau Nabila hamil Anak kamu."
"Nek, Nabila pasti membenci Ken, makanya Nabila pergi meninggalkan Ken dan tidak mau kembali lagi ke rumah ini."
"Ken, apa kamu sudah mencari Nabila ke Panti Asuhan?"
"Sudah Nek, Ken juga setiap bulan memberikan santunan ke sana, tapi Ibu Panti juga tidak mengetahui keberadaan Nabila."
"Kamu yang sabar ya, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi dengan Nabila. Ken, kenapa sampai sekarang Asisten Rendi masih belum pulang juga dari perjalanan bisnis? apa ada yang masih kamu sembunyikan dari Nenek?"
Bagaimana ini, aku tidak mungkin mengatakan jika Rendi yang sudah membawa Nabila, karena malam itu Nabila mengalami kecelakaan, apalagi yang menabrak Nabila adalah Aira, batin Ken saat ini berada dalam dilema.
"Rendi Ken suruh mencari Nabila juga Nek, makanya sampai saat ini Rendi masih belum bisa pulang."
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu, semakin banyak yang mencari, semakin cepat Nabila bisa ditemukan. Oh iya, setiap hari selalu ada perempuan yang bernama Tania datang mencari kamu. Kenapa kamu tidak pernah mau menemuinya?"
"Ken tidak mau bertemu dengan ulet bulu seperti dia Nek, apa Nenek ingat dengan Tania yang saat kuliah dulu menjadi pacar Ken? dia adalah Tania yang sama."
"Jadi dia Tania yang sudah menghina kamu dan mempermalukan kamu di depan umum?"
"Benar Nek, dan saat ini Tania terus saja mengejar-ngejar Ken untuk meminta balikan, padahal dia yang sudah membuat Ken menjadi trauma terhadap perempuan. Sebenarnya sampai saat ini penyakit Ken masih belum sembuh, dan Ken hanya bisa bersentuhan dengan Nabila dan Nenek saja."
"Itu karena kamu mempunyai perasaan cinta kepada Nabila dan sayang terhadap Nenek, tapi bagus deh, jadi kamu tidak akan macam-macam sama perempuan lain."
"Nek sejak kapan Ken pernah macam-macam, Ken hanya mencintai Nabila, dan selamanya hanya akan ada Nabila di hati Ken. Oh iya Nek, Ken sudah mengalihkan beberapa aset milik kita atas nama Nabila, dan nanti setelah Ken bertemu kembali dengan Nabila, Ken akan menyerahkan semuanya kepada Nabila, karena itu sudah menjadi hak nya."
"Makasih banyak ya Ken, Nenek tidak salah mengadopsi kamu, Nenek tidak tahu apa jadinya kalau sampai Aira yang dulu Nenek Adopsi, karena sampai saat ini, Indra selalu berambisi untuk memiliki semua harta kekayaan Airlangga."
"Ken pasti akan menjaga harta kekayaan keluarga Airlangga untuk Nabila, karena semua itu adalah hak Nabila, dan Ken tidak akan pernah membiarkan siapa pun mengambilnya. Kalau begitu Ken berangkat kerja dulu ya," ujar Ken dengan mencium punggung tangan Nenek Puspa serta mengucapkan Salam sebelum berangkat.
Nenek Puspa merasa bahagia, karena Ken yang sekarang sudah berubah menjadi lebih baik semenjak bertemu dengan Nabila.
......................
Setelah sampai kantor, ternyata Tania sudah menunggu Ken di depan pintu masuk, dan Ken tidak akan mungkin bisa menghindari Tania lagi.
"Ken, akhirnya aku bisa menemui kamu juga, bagaimana kabar kamu sekarang? aku dengar kemarin-kemarin kamu sakit. Padahal aku sudah beberapa kali mencoba untuk menemuimu, tapi bodyguard kamu selalu menghalanginya," cerocos Tania.
"Mau apa kamu menemuiku? apa kamu ingin menghinaku seperti dulu lagi?" sindir Ken.
"Ken, aku benar-benar minta maaf, aku sangat menyesalinya," ucap Tania, kemudian duduk bersimpuh di hadapan Ken.
__ADS_1
"Kamu benar-benar perempuan tidak tahu malu Tania, aku ini adalah lelaki yang sudah beristri, jadi tidak seharusnya kamu menjatuhkan harga diri kamu dengan terus mengejarku, karena aku tidak akan pernah tergoda dengan perempuan sepertimu. Dan asal kamu tahu, aku bukan Ken yang mudah luluh dan bodoh seperti dulu. Meski kamu bersujud sekali pun, aku tidak akan pernah memperdulikan kamu lagi," tegas Ken, kemudian masuk ke dalam perusahaan tanpa menghiraukan Tania yang masih duduk bersimpuh.