
Rendi yang mendengar Nabila berteriak kesakitan langsung terbangun, dan dia begitu terkejut karena saat ini Nabila terus saja memegang kepalanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Rendi yang hendak memeluk Nabila, tapi tiba-tiba Nabila mendorong tubuh Rendi.
"Jangan lakukan itu, jangan dekati aku, kamu jahat, kenapa kamu mengingkari janjimu sendiri," teriak Nabila, karena saat ini Nabila mengingat potongan kejadian saat kesuciannya direnggut oleh Ken, tapi dalam ingatannya wajah Ken masih terlihat samar-samar.
Sepertinya Nabila mengingat sesuatu saat kejadian di Hotel bersama Tuan Ken. Apa Nabila akan segera mengingat semuanya, ucap Rendi dengan menitikkan airmata.
Secara perlahan Rendi mendekati Nabila yang saat ini terlihat berjongkok dengan terus memegangi kepalanya yang masih sakit, kemudian Rendi mendekap erat tubuh Nabila, meski pun Nabila terus saja memberontak.
"Sayang, lihat aku, aku tidak akan pernah menyakitimu," ucap Rendi dengan menghapus airmata yang terus menetes pada pipi Nabila.
"Mas, aku takut, akhir-akhir ini aku selalu mengingat kejadian yang menakutkan, apa itu semua adalah masalaluku?" tanya Nabila.
"Jangan terlalu banyak pikiran ya, Ibu menyusui itu jangan sampai stres. Sekarang sebaiknya kita istirahat, supaya Zahra merasa lebih baik."
"Mas, kenapa dalam ingatanku ada seseorang yang memanggilku dengan panggilan Nabila?"
"Karena nama kamu Nabila Azahra, tapi Mas lebih suka memanggil kamu dengan sebutan Zahra," jawab Rendi.
Tidak mungkin aku terus menutupi semuanya dari Nabila, cepat atau lambat, ingatannya pasti akan kembali, dan siap atau tidak, aku pasti akan berpisah dari Nabila dan Rendra, ucap Rendi dalam hati.
Nabila merasa lebih tenang setelah mendengar jawaban Rendi.
"Terimakasih ya, karena selama ini Mas selalu menjadi Suami dan Ayah yang baik," ucap Nabila, sampai akhirnya Nabila tertidur setelah merasa lebih baik, karena Rendi terus memijit dahinya.
"Mungkin setelah ingatan kamu kembali, kamu akan membenciku Nabila, karena aku sudah membawamu pergi jauh dari lelaki yang kamu cintai," gumam Rendi
......................
Ken baru saja sampai di Australia, tapi hatinya masih tertinggal di tanah air.
__ADS_1
Seorang perempuan yang akan menjadi Asisten Ken saat ini telah menunggunya di Bandara, dan perempuan tersebut bernama Revalina.
"Selamat siang Tuan Ken, selamat datang di Australia. Perkenalkan Nama saya Revalina, saya yang akan menjadi Asisten Tuan Ken," ujar Revalina dengan mengulurkan tangannya kepada Ken.
"Maaf, saya alergi perempuan. Kalau bisa saya minta Asisten laki-laki saja," ujar Ken yang terlihat tidak suka kepada Reva yang cantik dan seksi.
"Tapi Tuan, hanya saya satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di Perusahaan Airlangga Grup, jadi Direktur Leon sengaja menjadikan saya sebagai Asisten Anda supaya bisa dengan mudah berkomunikasi dengan Anda," ujar Reva.
"Apa kamu pikir saya tidak mengerti bahasa inggris? asal kamu tau kalau dulu saya kuliah di sini, jadi kamu tidak usah sok pintar," ujar Ken dengan terus melangkahkan kakinya menuju mobil yang akan membawanya ke apartemen.
Reva hendak masuk untuk duduk di kursi sebelah Ken, tapi Ken langsung menutup pintunya.
"Kamu duduk di kursi sebelah Supir. Jika kamu masih ingin menjadi Asisten saya, tolong jaga jarak, jangan dekat-dekat dengan saya," tegas Ken, sehingga Reva menelan saliva nya.
Baru kali ini aku bertemu dengan lelaki yang lebih dingin dari kulkas dua pintu? padahal biasanya setiap lelaki yang bertemu denganku akan langsung terpesona dengan kecantikan dan keseksian tubuhku, ucap Revalina dalam hati.
"Nabila sayang, aku merindukanmu," gumam Ken dengan mencoba memejamkan matanya.
Setelah sampai di apartemen, Ken turun dari mobilnya, dan Reva berniat untuk mengantar Ken sampai pintu apartemen.
"Ngapain kamu ikut turun juga?" tanya Ken kepada Reva yang sudah mengekor di belakangnya.
"Saya mau mengantar Tuan," jawab Reva.
"Aku bukan Anak kecil, jadi kamu tidak perlu mengantarku."
"Tapi Tuan Leon sudah menyuruh saya untuk melayani Anda."
"Aku tidak sudi kamu layani. Sebaiknya kamu pulang saja kalau tidak mau aku pecat," ujar Ken, kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam apartemen, meninggalkan Reva yang terlihat kebingungan.
"Bagus deh, aku memang sudah ingin pulang, tapi mobil aku kan di rumah Tante Sari, aku ke sana dulu deh buat ambil mobil." gumam Reva, kemudian meminta Supir kantor untuk mengantarkannya menuju rumah orangtua Aldi, karena Reva adalah Anak teman dari Mamanya Aldi, bahkan Reva dan Aldi sudah dijodohkan, meski pun keduanya masih belum mau menjalin hubungan dengan alasan belum ada cinta pada hati mereka.
__ADS_1
Reva saat ini duduk di kursi penumpang, dan dirinya tidak sengaja melihat selembar fhoto di kursi yang sebelumnya di duduki oleh Ken.
"Fhoto siapa ini? apa ini adalah fhoto istri Tuan Ken? sepertinya aku pernah melihat fhoto perempuan ini di rumah Tante Sari. Apa mereka orang yang sama? sebaiknya aku simpan dulu deh fotonya, besok aku kasih lagi sama Tuan Ken, kalau sekarang bisa-bisa aku di usir dari apartemennya," gumam Reva.
......................
Setelah sampai di rumah orangtua Aldi, Reva menyuruh Supir kantor untuk pulang, karena Reva akan membawa mobil sendiri saat pulang nanti.
"Sore Tante," ucap Reva dengan memeluk tubuh Mama Sari.
"Sore sayang, tumben pulangnya masih siang?" tanya Mama Sari.
"Iya Tan, Reva tadi habis jemput Big Bos dari Bandara, tapi setelah sampai parkiran apartemen nya, Reva malah disuruh pulang, dan dia terlihat gak suka sama Reva."
"Big Bos nya cewek apa cowok?" tanya Mama Sari.
"Cowok Tan, orangnya masih muda, paling seumuran sama Aldi, tapi juteknya minta ampun."
"Masa sih dia tidak terpesona melihat kecantikan kamu?"
"Reva juga bingung, karena baru kali ini Reva bertemu dengan lelaki seperti dia, tapi sepertinya Big Bos udah punya istri, makanya dia sampai jaga jarak sama perempuan lain, bahkan sampai bilang kalau dia alergi perempuan, tapi emang ada ya penyakit seperti itu?"
"Tante sepertinya pernah denger, kalau gak salah dulu Bos nya Aldi juga begitu. Tapi bagus juga deh kalau dia gak suka sama Reva, Reva kan calon istrinya Aldi," ujar Mama Sari dengan tersenyum.
"Tan kalau Aldi masih tetap menolak perjodohan dengan Reva, Tante sama Om jangan memaksanya ya."
"Sayang, Aldi hanya butuh waktu untuk melupakan Nabila, Reva tau sendiri kan kalau Aldi masih merasa bersalah dengan semua yang telah ia lakukan kepada mantan istrinya tersebut. Ya sudah sebaiknya kita masuk, Tante sudah masak makanan kesukaan kamu," ujar Mama Sari dengan menggandeng Reva masuk ke dalam rumahnya.
Reva membulatkan matanya ketika melihat fhoto Nabila mantan istrinya Aldi yang terpajang di ruang tamu, karena wajahnya begitu mirip dengan fhoto yang tadi Reva temukan di mobil.
"Tan, tadi Reva menemukan fhoto istrinya Bos Reva yang terjatuh di dalam mobil. Wajah dan namanya sama persis dengan Nabila istrinya Aldi."
__ADS_1
"Masa sih, sini Tante lihat fotonya."