
Secara perlahan Rendi melepaskan pelukannya kepada Nabila, karena Rendi sadar betul jika Nabila sudah menjadi istri orang lain, dan tidak seharusnya Rendi melakukan semua itu.
"Maaf Nabila, tidak seharusnya aku melakukan semua itu, karena aku sendiri yang sudah memutuskan untuk melepaskanmu, aku hanya terbawa perasaan saja. Mulai sekarang aku harus mulai terbiasa melakukan semuanya tanpa kamu," ucap Rendi dengan tertunduk sedih.
"Tidak apa-apa Mas, Nabila mengerti perasaan Mas Rendi, kalau begitu Nabila ambil air dulu ya untuk mengompres dahi Mas Rendi," ujar Nabila, kemudian melangkahkan kaki ke luar dari dalam kamar Rendi.
Ken yang melihat Nabila menghampirinya, langsung mengembangkan senyuman.
"Sayang, kenapa lama sekali?" tanya Ken dengan memeluk tubuh Nabila.
"Yah, jangan seperti ini, gak malu apa sama Nenek," ujar Nabila.
"Biarin, Nenek juga pernah muda," ujar Ken.
"Ken, kamu itu mentang-mentang Pengantin baru, Dunia serasa milik berdua ya, yang lain pada ngontrak," sindir Nenek Puspa, dan Ken nyengir kuda menanggapinya.
"Bun, Rendi mana?" tanya Ken.
"Mas Rendi demam Yah, makanya Bunda mau ambil air hangat untuk mengompres dahinya, Mas Rendi juga belum makan, jadi sekalian Bunda mau ambilin nasi buat Mas Rendi."
"Kok bisa demam sih? perasaan tadi Rendi baik-baik saja," ujar Ken.
"Mungkin Mas Rendi kecapean karena mempersiapkan acara pernikahan kita," ujar Nabila yang tidak mau kalau sampai Ken salah paham.
"Kalau begitu Ayah ikut ke kamar Rendi ya," ujar Ken dengan membantu membawakan air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Rendi, sedangkan Nabila membawa nasi untuk Rendi makan.
Setelah sampai di dalam kamar Rendi, Ken dan Nabila langsung duduk di sisi ranjang Rendi, kemudian Nabila mengompres dahi Rendi juga menyuapinya makan setelah sebelumnya Nabila meminta ijin kepada Ken.
Ken sebenarnya cemburu, tapi Ken tidak mungkin melarang Nabila untuk merawat Rendi, karena bagaimanapun juga selama ini Rendi yang sudah mengurus keperluan Nabila dan Rendra selama dua tahun.
"Ren, sebaiknya kita ke Dokter saja supaya kamu cepat sembuh," ujar Ken.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Ken, setelah makan dan minum obat, nanti juga baikan," apalagi ada Nabila yang merawatku, aku pasti akan sembuh dengan cepat, lanjut Rendi dalam hati.
"Sayang, apa tidak sebaiknya aku saja yang menyuapi Rendi?" tanya Ken dengan lirih, dan Nabila tau betul kalau saat ini Ken tengah cemburu.
"Yah, tanggung tinggal dikit lagi," ujar Nabila, dan setelah selesai menyuapi Rendi, Nabila berbisik pada telinga Ken.
"Gak usah cemburu sayang, Bunda kan sudah milik Ayah," ucap Nabila, dan pipi Ken bersemu merah mendengarnya.
Rendi merasa tidak enak karena Ken pasti cemburu terhadapnya, dan setelah Nabila menyimpan piring ke dapur, Rendi mengajak Ken untuk bicara.
"Ken, Aku tau kalau kamu pasti cemburu kan karena Nabila merawatku? dan aku minta maaf untuk semua itu, tapi kamu tenang saja, aku tidak akan mungkin merebut Nabila dari kamu, apalagi Nabila hanya mencintai kamu."
"Maaf Ren jika aku telah menyinggung perasaanmu, tidak seharusnya aku cemburu kepada orang yang paling berjasa dalam hubunganku dengan Nabila, apalagi selama dua tahun ini, kamu yang selalu ada untuk Nabila dan Rendra."
"Tidak apa-apa Ken, aku mengerti perasaanmu, kamu pernah kehilangan Nabila, dan kamu tidak ingin jika semua itu terulang kembali. Kapan kamu akan menceritakan semuanya terhadap Nabila tentang penyakit yang saat ini ia derita?" tanya Rendi.
"Apa aku rahasiakan dulu semuanya dari Nenek dan Nabila?"
"Aku akan mencari alasan untuk mengajak Nabila bulan madu supaya nanti Nenek dan Nabila tidak curiga, biar aku mengatakan semuanya kepada Nabila setelah aku sampai di luar negeri. Aku takut kalau Nenek akan sakit jika mengetahui Nabila sedang sakit."
"Iya Ken, Nenek pasti terkejut jika mendengar Nabila sakit, padahal mereka baru saja bertemu kembali setelah sekian lama terpisah."
"Selama aku di luar negeri, aku titip Nenek dan Rendra ya Ren."
"Kamu tenang saja Ken, aku pasti akan merawat Nenek dan Rendra dengan baik. Semoga saja Tuan Indra tidak terus mengganggu kehidupan kamu dan Nabila."
"Aku tau betul sifat Om Indra, dia tidak akan menyerah sampai mendapatkan semua yang dia mau."
"Sebaiknya kita pikirkan cara untuk menjebaknya Ken, kalau kita terus diam saja, dia akan semakin merajalela. Apalagi sekarang kalian sudah memiliki Rendra, aku takut kalau dia akan mencelakai Rendra juga.
"Iya Ren, aku juga sangat takut dia akan berbuat nekad menyakiti Rendra, tapi aku belum menemukan cara untuk menjebaknya."
__ADS_1
"Untuk sementara, kita harus menyembunyikan identitas Rendra dulu. Jika ada yang bertanya, kita jawab saja kalau Rendra adalah Anak dari Paman dan Bibiku, mereka juga yang mempunyai usul seperti itu, nanti biar Ibu dan Bapak aku suruh tinggal di sini, dan nanti kita bicarakan dengan semuanya tentang rencana kita."
"Aku juga masih belum bertanya kepada Nenek tentang alasan yang ia pakai ketika datang ke sini, apa kamu mengetahuinya?" tanya Ken.
"Saat aku memberikan kabar jika Nabila dan kamu akan menikah, aku menyuruh Nenek supaya memberikan alasan akan pergi ke luar negeri untuk berobat, supaya tidak ada orang yang curiga jika Nenek ada di sini."
"Tapi mereka sudah mengetahui tentang keberadaan Nabila di rumah ini Ren, dan aku takut jika nanti mereka akan kembali datang ke sini. Bagaimana kalau sampai mereka menemukan keberadaan Nenek dan Rendra di sini? meski pun aku sudah menyuruh beberapa Bodyguard untuk berjaga, tetap saja aku tidak akan tenang."
Ken nampak berpikir karena mereka tidak mungkin terus menyembunyikan identitas Nabila, sampai akhirnya Ken memiliki sebuah rencana.
"Ren, apa kamu bersedia menjadi Cucu bohongan Nenek?" tanya Ken.
"Apa maksud kamu Ken?" tanya Rendi.
"Kamu ikut pulang bersama Nenek ke Jakarta, dan Nenek akan aku suruh untuk mengumumkan jika kamu adalah Cucu kandungnya."
"Bagaimana kalau nanti Tuan Indra curiga?"
"Selama ini tidak ada yang tau jika Cucu kandung keluarga Airlangga yang hilang adalah seorang perempuan, begitu juga dengan Om Indra, makanya Nenek mengangkatku sebagai pengganti Nabila. Jika Om Indra mengetahui kalau kamu adalah Cucu kandung Nenek, dia akan berhenti mengganggu Nabila dan Rendra."
"Tapi bagaimana kalau nanti Tuan Indra meminta bukti?"
"Aku akan mengganti hasil tes DNA Nabila dan Nenek dengan nama kamu."
"Lalu bagaimana dengan Rendra jika aku ikut ke Jakarta?"
"Rendra lebih aman bersama Paman dan Bibi kamu. Jadi, sebaiknya kita titipkan dulu Rendra di sini selama aku dan Nabila pergi ke luar negeri juga masalah dengan Om Indra selesai.
Rendi nampak berpikir dengan ide Ken, karena Rendra dan Nabila sangat berarti untuk hidupnya, jadi cara apa pun akan Rendi lakukan untuk melindungi mereka.
"Yang penting aku bisa melindungi Nabila dan Rendra, aku pasti akan melakukan apa pun untuk mereka," ujar Rendi.
__ADS_1
"Tenang saja Ren, aku yakin jika Om Indra tidak akan mencelakai kamu, paling nanti dia akan semakin gencar menjodohkan kamu dengan Anaknya," ujar Ken dengan terkekeh, dan Rendi membulatkan matanya mendengar semua itu.