
Setelah sampai di kediaman Bramantyo, Nabila dan Ken begitu terkejut karena Orangtua Aldi memajang fhoto Nabila di rumah mereka.
"Ma, ternyata Mama masih menyimpan fhoto Nabila," ujar Nabila yang merasa terharu.
"Nak, Meski pun Nabila dan Aldi sudah bercerai, bahkan Pernikahan kalian hanya beberapa hari saja, tapi tidak ada yang namanya bekas Menantu, dan kami menyayangi Nabila seperti Anak kandung kami sendiri."
"Terimakasih banyak ya Ma, Nabila juga sudah menganggap Mama dan Papa sebagai orangtua kandung Nabila."
"Nak, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang telah Aldi lakukan di masalalu, karena sampai sekarang kami semua masih merasa bersalah terhadap Nabila."
"Ma, dibalik setiap kejadian pasti ada hikmah yang tersembunyi, dan karena kejadian itu, akhirnya Nabila bertemu dengan cinta sejati Nabila, bahkan Nabila bisa bertemu kembali dengan Nenek kandung Nabila. Mungkin itu sudah rencana Tuhan, karena rencana Tuhan selalu indah."
"Iya Nabila, aku benar-benar malu karena aku telah melakukan perbuatan yang keji terhadap kamu, tapi aku bersumpah, aku tidak pernah mengambil sepeser pun uang yang telah Ken berikan padaku, bahkan aku sudah mengembalikannya kepada Rendi saat kami bekerjasama di Lampung."
"Nabila percaya kok kalau Mas Aldi sudah mengembalikan uangnya, karena Suami Nabila yang tampan ini dan juga Mas Rendi sudah menceritakan semuanya kepada Nabila. Mas, semua orang pernah melakukan kesalahan, yang penting kita jangan sampai melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari, dan Nabila sangat bahagia karena akhirnya Mas Aldi bisa membuka lembaran baru dengan Reva, semoga kalian selalu bahagia ya."
"Amin, makasih banyak Nabila, kamu memang memang sangat baik hati, dan Ken beruntung mendapatkan perempuan sebaik dan secantik kamu," ucap Aldi.
"Mas Aldi gak lupa kan sama Reva, tega-teganya Mas muji Nabila di depan Reva," ujar Reva dengan cemberut.
"Sayang, yang paling cantik di mata Mas Aldi hanya Reva, dan sekarang Nabila sudah Mas anggap sebagai saudara Mas sendiri, jadi Reva jangan cemburu ya," ujar Aldi dengan memeluk tubuh istrinya tersebut.
"Kamu tenang saja Reva, tidak ada satu pun laki-laki di Dunia ini yang akan aku biarkan mendekati istriku yang cantik ini, karena Nabila hanya milik Ken."
"Iya, iya, aku percaya sama Big Bos, tapi tidak lupa kan hadiah nya? soalnya ini bukan keinginanku tapi keinginan bayiku," ujar Reva dengan tersenyum.
"Kamu tenang saja, kamu tinggal bilang saja apa yang kamu mau, aku pasti akan mengabulkannya, tapi kamu jangan biarkan Aldi melihat Nabilaku," ujar Ken dengan memeluk tubuh Nabila.
"Tenang saja, nanti aku akan memakaikan rantai pada Suamiku," ujar Reva dengan cekikikan.
__ADS_1
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita makan dulu, Mama sengaja masak yang banyak untuk menyambut kedatangan kalian."
"Makasih banyak ya Ma, sedikit pun Nabila tidak pernah menyangka jika kita semua bisa bertemu lagi," ujar Nabila dengan memeluk Mama Sari.
Semuanya makan sambil mengobrol, dan keluarga Aldi tidak pernah mengira jika Ken yang selalu bersikap dingin terhadap semua orang, begitu perhatian terhadap keluarga kecilnya, bahkan Ken terlihat sangat mencintai Nabila dan juga menyayangi Rendra.
Jarum jam kini telah menunjukan pukul delapan malam, Ken dan Nabila memutuskan untuk pamit pulang ke Apartemen mereka, apalagi saat ini Supir Pribadi Ken sudah datang untuk menjemput.
"Ma, kami pulang dulu ya, makasih banyak atas jamuan makan nya," ucap Nabila.
"Memangnya kalian tidak mau menginap di sini saja? Mama masih kangen sekali sama Nabila," ujar Mama Sari dengan memeluk tubuh Nabila.
"Insyaallah kapan-kapan kami main ke sini lagi ya Ma, soalnya besok kami sudah berencana akan pergi ke suatu tempat untuk mengajak Rendra jalan-jalan."
"Ya sudah, kalau begitu kalian hati-hati ya, pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian," ujar Mama Sari.
Setelah Nabila dan Ken berpamitan kepada semuanya, mereka akhirnya pulang menuju Apartemen.
'Tentu saja Yah, karena silaturahmi itu akan memperpanjang umur serta memperbanyak rezeki kita, buktinya kita sudah makan gratis di rumah Mama sari," ujar Nabila dengan tertawa ketika melihat Ken cemberut, karena tadi Reva benar-benar meminta hadiah yang sangat mahal yaitu tas branded dengan harga ratusan juta, dengan alasan jika itu adalah keinginan bayinya.
"Udah gak usah cemberut, nanti Bunda kasih sesuatu untuk Ayah," ujar Nabila, dan Ken langsung tersenyum mendengarnya.
......................
Sesampainya di apartemen, Nabila langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena badannya terasa sangat lengket, sedangkan Ken saat ini tengah menidurkan Rendra.
Setelah ke luar dari dalam mandi, Ken langsung terpana ketika melihat Nabila yang memakai gaun haram yang begitu seksi, apalagi Nabila memakai rambut palsu yang sangat indah sehingga membuat Nabila semakin cantik.
"Sayang, Bunda cantik sekali," ujar Ken dengan mendekati tubuh Nabila.
__ADS_1
"Memangnya selama ini Bunda tidak cantik?" goda Nabila.
"Setiap saat Bunda selalu cantik, bahkan semakin cantik, dan Bunda selalu membuat Ayah semakin jatuh cinta," ujar Ken dengan memeluk tubuh Nabila juga menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam.
"Sepertinya malam ini Ayah bakalan ngajak Bunda lembur," ujar Ken dengan terkekeh.
"Bukannya setiap malam juga Ayah selalu ngajakin Bunda lembur?" sindir Nabila dengan memutar malas bola matanya.
......................
Selama tinggal di Australia, Ken selalu membawa Nabila dan Rendra kemana pun Ken pergi, bahkan saat pergi ke kantor pun Ken membawa Anak dan istrinya, karena semua itu membuat Ken semakin semangat dalam bekerja.
Setelah Ken melihat serta menilai pekerjaan semua Karyawannya, Ken memutuskan untuk mempercayakan perusahaan kepada Leon.
"Yah, siapa yang akan Ayah tunjuk untuk menjadi kepercayaan Ayah di perusahaan yang berada di sini?" tanya Nabila.
"Sebenarnya dari awal Ayah sudah berniat untuk menunjuk Leon sebagai orang kepercayaan Ayah, makanya Ayah terlebih dahulu menguji kinerja Leon, karena Ayah ingin tau apakah Leon akan tetap profesional ketika dibawah pimpinan Reva, dan ternyata Leon tetap bersikap profesional meski pun Reva adalah karyawan baru di Perusahaan, bahkan Leon tidak protes ketika Ayah menunjuk Reva untuk menggantikan Ayah memimpin perusahaan."
"Semoga Leon bisa dipercaya, dan perusahaan akan semakin maju," ujar Nabila yang di Amini oleh Ken.
"Oh iya, besok Ayah akan mengajak Bunda dan Rendra jalan-jalan ke suatu tempat yang indah, tapi setelah selesai meeting dan pamitan kepada semua Karyawan karena besok adalah hari terakhir kita berada di sini," ujar Ken.
"Bunda sudah tidak sabar untuk pulang ke Indonesia, Bunda kangen sekali sama Nenek."
"Bukan kangen sama Mas Rendi kan?" goda Ken, dan Nabila langsung menggelitik Ken yang selalu saja menggodanya.
"Ampun sayang, Ayah gak kuat kalau Bunda kelitikin Ayah terus," ujar Ken dengan terus tertawa.
Terimakasih Ya Allah karena telah memberi kebahagiaan, semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir, ucap Nabila dalam hati.
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk Karya receh Author, jangan lupa like nya, 🙏
Bersambung