Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 17 ( Semut saja jika diinjak pasti menggigit )


__ADS_3

Nabila mendorong kuat Aldi ketika Aldi berusaha menyentuhnya, sampai akhirnya Aldi terjatuh di atas lantai.


"Apa yang kamu lakukan Nabila? aku ini adalah Suami kamu, jadi aku berhak meminta hak ku sebagai seorang Suami," ujar Aldi yang begitu terpesona dengan kecantikan Nabila, sehingga Aldi tidak bisa menahan semuanya.


"Apa kamu lupa ancaman Calon Suamiku yang bernama Keenan Putra Airlangga?" tanya Nabila dengan tatapan tajam, sehingga Aldi tidak berani menyentuh Nabila lagi, karena dalam sekejap mata, Keenan akan dengan mudah menghancurkan hidup Aldi.


Kenapa selama ini aku bodoh sekali tidak bisa melihat kecantikan istriku sendiri, dan sekarang aku harus kehilangan dia setelah aku menyadari bahwa aku mencintai Nabila, ucap Aldi dalam hati.


Nabila masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya, dan Nabila selalu waspada sehingga ia mengenakan beberapa lapis pakaian sebelum tidur.


Setelah berganti baju, Nabila langsung menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di atas sofa tersebut, karena Nabila tidak mau satu ranjang dengan Aldi.


"Nabila, sebaiknya kamu tidur di sini, aku juga tidak akan berani macam-macam sama kamu," ujar Aldi.


"Aku tidak sudi tidur di kasur bekas kamu dan kekasihmu itu, jangan pikir aku akan lupa dengan perbuatan yang telah kalian lakukan di kasur itu," ujar Nabila, karena Nabila selalu teringat dengan kejadian pada malam pertamanya yang sangat tragis, karena Suaminya sendiri melakukan perbuatan tidak senonoh dengan kekasihnya di ranjang pengantin mereka.


Sesaat kemudian, Nabila mendapatkan panggilan video dari Ken, karena Ken tidak bisa tidur tanpa Nabila di sampingnya.


"Assalamu'alaikum sayang," ucap Nabila ketika menerima panggilan video dari Ken.


"Wa'alaikumsalam cintaku. Sayang, aku sangat merindukanmu, dan malam ini aku tidak bisa tidur karena tidak bisa memelukmu," ujar Ken.


"Aku juga sama sayang, aku ingin segera besok, karena apa pun yang terjadi, aku harus segera mengatakan semuanya kepada Mama dan Papa," ujar Nabila.


"Sayang, kamu kok tidur di sofa?" tanya Ken.

__ADS_1


"Aku tidak sudi tidur di kasur bekas kekasih calon mantan Suamiku, apalagi harus tidur satu ranjang dengan orang yang telah memperlakukanku seperti sampah," ujar Nabila.


"Kamu tenang saja sayang, kalau sampai dia berani macam-macam, aku akan membuatnya menyesal seumur hidup," ujar Ken, dan Aldi bergidik ngeri mendengar ancaman Ken.


"Ya sudah sekarang kamu tidur gih, besok kan harus kerja, jaga kesehatan ya, besok aku pasti pulang," ujar Nabila.


"Kamu juga tidur ya sayang, muuuuach, aku mencintaimu," ujar Ken.


"Aku juga mencintaimu keenan Putra Airlangga," gumam Nabila yang tanpa sadar mengungkapkan perasaannya, karena Nabila pikir Ken sudah menutup panggilan video nya, padahal Ken masih belum menutupnya sehingga Ken merasa terkejut dengan perkataan Nabila.


"Apa aku tidak salah dengar? jadi Nabila juga memiliki perasaan yang sama denganku?" gumam Ken, dan saat ini hati Ken begitu berbunga-bunga, sehingga Ken berjingkrak jingkrak kegirangan.


"Aku cinta kamu, aku cinta kamu Nabila, dan besok aku akan mengungkapkan semuanya kepadamu, aku tidak mau kita terus berpura-pura dan membohongi perasaan kita sendiri," gumam Ken dengan terus menciumi fhoto Nabila yang ia jadikan sebagai wallpaper di handphone nya, karena saat Nabila tertidur, Ken selalu memotret wajah cantik Nabila.


......................


"Nabila, kamu pikir aku ini apa? saat ini kita masih belum bercerai, dan kita masih sah menjadi Suami istri, berani-beraninya kamu berbicara begitu mesra dengan lelaki lain," sindir Aldi.


"Seharusnya, sebelum kamu berbicara seperti itu kamu lihat dirimu sendiri yang bahkan dengan begitu teganya berzina di depan mata kepalaku, kamu juga sudah menyakitiku lahir dan batin, jadi kamu tidak berhak mencampuri urusanku. Sepertinya kamu lupa, bukannya kamu sendiri yang telah menjualku kepada Ken, dan aku sangat bersyukur dengan semua itu, karena akhirnya aku bisa bertemu dengan laki-laki yang sangat tulus mencintaiku," ujar Nabila yang entah mendapatkan keberanian dari mana untuk melawan Aldi.


"Sekarang kamu sudah berani melawanku," ujar Aldi.


"Semut saja kalau diinjak pasti menggigit. Jangan salahkan aku berubah Aldi, karena kamu sendiri yang telah memaksaku untuk berubah."


"Aku menyesal Nabila, dan aku ingin memperbaiki semuanya."

__ADS_1


"Sudah tidak ada lagi yang bisa kita perbaiki Aldi, karena kaca yang telah retak meski pun mencoba untuk diperbaiki, masih akan ada bekasnya. Begitu juga dengan hatiku, karena aku hanyalah manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan. Apa kamu lupa kalau saat ini Megan sedang hamil Anak kamu? dan kamu juga sudah berjanji kepada Ken akan menceraikanku. Jadi, besok aku harap kamu akan jujur kepada kedua orangtuamu, karena itu harga yang harus kamu bayar atas semua kesalahan yang telah kamu perbuat," ujar Nabila.


Aldi tidak bisa berbicara apa-apa lagi, karena dirinya memang sudah berdosa kepada Nabila, sehingga Aldi memutuskan untuk memejamkan matanya. Sedangkan Nabila tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, karena saat ini Nabila terus terbayang dengan wajah Ken, begitu juga Ken yang terus terbayang dengan wajah Nabila.


Kenapa aku terus membayangkan wajah Tuan Ken, seharusnya kamu sadar diri Nabila, Tuan Ken bersikap manis kepadamu hanya melakukan akting saja, tidak mungkin lelaki sesempurna Tuan Ken jatuh cinta kepada perempuan sepertimu, ucap Nabila dalam hati.


......................


Keesokan paginya, seperti biasa Nabila bangun sebelum Subuh, dan Nabila memutuskan untuk memasak terlebih dahulu sebelum Adzan Subuh berkumandang.


"Sebaiknya aku memasak untuk Mama dan Papa, anggap saja ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya, karena aku sudah memutuskan untuk mengatakan semuanya kepada Mama dan Papa, lebih baik mereka mengetahui semuanya sekarang, dari pada mereka semakin sakit jika mengetahuinya nanti," gumam Nabila.


Mama Sari yang terbangun karena merasa haus langsung menghampiri Nabila yang saat ini terlihat sedang memasak.


"Sayang, kenapa pagi-pagi begini Nabila sudah memasak?" tanya Mama Sari.


"Selama Nabila menikah dengan Mas Aldi, Nabila kan belum pernah memasak untuk Mama sama Papa, mungpung Mama dan Papa ada di sini, jadi Nabila mempunyai kesempatan untuk menyiapkan semuanya." Karena mungkin ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya Nabila memasak untuk kalian, lanjut Nabila dalam hati.


"Mama bahagia karena mempunyai Menantu sempurna seperti Nabila," ucap Mama Sari dengan memeluk tubuh Nabila, dan Nabila menitikkan airmata karena dengan berat hati Nabila harus mengatakan semuanya kepada kedua orangtua Aldi.


......................


Saat ini semuanya sudah berkumpul di meja makan, dan kedua orangtua Aldi terlihat lahap memakan masakan Nabila.


"Makasih banyak ya sayang, masakan Nabila sangat enak, Mama sama Papa sampai nambah terus," ucap Mama Sari.

__ADS_1


"Sama-sama Ma, tapi maaf, karena mungkin ini adalah yang pertama sekaligus terakhir kalinya Nabila masak untuk Mama dan Papa," ucap Nabila, sehingga membuat Mama Sari dan Papa Bram merasa terkejut mendengar perkataan Nabila.


__ADS_2