
Pemilik Butik yang merasa bersalah kepada Nabila dan Ken, berencana untuk memberikan pakaian secara percuma supaya Ken tidak berhenti menjadi pelanggan tetap di butik tersebut, apalagi Nenek Puspa adalah pelanggan yang paling sering belanja di butik miliknya.
"Nona, Tuan, kami benar-benar minta maaf atas perlakuan Karyawan kami. Sebagai permintaan maaf saya, saya akan memberikan pakaian secara gratis kepada Nona," ucap pemilik butik.
"Tidak perlu seperti itu Nyonya, jika memang Nyonya mempunyai rezeki lebih, Nyonya bisa memberikan sebagian dari harta Nyonya kepada Fakir miskin dan Anak yatim, apalagi jika sampai ada Karyawan Nyonya yang merasa kesulitan, Nyonya bisa membantu mereka," ujar Nabila, sehingga membuat pemilik butik merasa malu, karena ia tidak pernah bersedekah.
"Terimakasih banyak Nona sudah mengingatkan saya, saya merasa malu karena selama ini saya tidak pernah berbagi," ujat pemilik butik.
"Sudah seharusnya kita saling mengingatkan dalam kebaikan," ujar Nabila dengan tersenyum.
"Tuan Keenan beruntung sekali karena memilik istri secantik dan sebaik Nona."
"Tentu saja, saya adalah lelaki paling beruntung di dunia ini," ujar Ken.
"Mari Nona, saya pilihkan baju yang paling bagus yang dimiliki oleh butik ini," ujar pemilik butik dengan mengajak Nabila dan Ken untuk memilih baju.
Ketika Nabila melihat sebuah baju yang ia suka, kemudian mengambil baju tersebut, datang seorang model internasional yang juga menginginkan baju yang sudah Nabila pegang dan langsung merebutnya dari Nabila, dan model tersebut tidak lain adalah Tania Maharani, yaitu mantan kekasih Ken dulu.
"Saya ingin baju ini Nyonya," ujar Tania kepada pemilik butik.
"Maaf Nona, tapi baju ini sudah terlebih dahulu di ambil oleh Nona ini," ujar pemilik butik.
"Apa kamu tidak kenal siapa saya?" teriak Tania dengan angkuhnya.
Pemilik butik merasa bingung karena Tania dan Nabila sama-sama pelanggan penting.
Ken yang melihat perlakuan Tania yang masih saja seenaknya, langsung saja angkat suara.
"Kamu ternyata masih saja bersikap seenaknya seperti dulu Tania," sindir Ken.
Tania menatap takjub sosok lelaki tampan yang saat ini berada di hadapannya, Tania tidak mengenal Ken yang sekarang karena penampilan Ken sudah benar-benar berubah setelah kuliah di luar negeri.
__ADS_1
"Apa kita saling mengenal Tuan tampan?" tanya Tania dengan mengulurkan tangannya, tapi Ken sama sekali tidak mau menjabat uluran tangan Tania.
"Sayang, sebaiknya kita cari lagi pakaian yang bagus, nanti aku sendiri yang akan memilihkannya untukmu. Kamu harus mengenakan pakaian yang tertutup supaya tidak ada orang yang melihat tubuh indahmu," ujar Ken dengan merangkul Nabila, meninggalkan Tania yang masih merasa penasaran dengan sosok Ken.
Tania yang baru kali ini mendapat penolakan dari seorang lelaki begitu merasa geram.
"Nyonya, siapa lelaki barusan?" tanya Tania.
"Itu Tuan Keenan Putra Airlangga, beliau adalah CEO Airlangga Grup dan orang paling kaya di Indonesia," jawab Pemilik butik.
"Apa, jadi dia s Culun Ken? tidak mungkin dia berubah menjadi lelaki yang sangat tampan dan sempurna seperti itu," gumam Tania.
Sebaiknya aku kembali mendekati Ken, dan aku harus bisa mendapatkannya lagi. Aku pikir dulu Ken tidak akan mewarisi Airlangga Grup karena dia hanya Anak angkat, tapi ternyata Ken sekarang menjadi CEO Airlangga Grup, ucap Tania dalam hati dengan tersenyum licik.
Tania terus saja mengikuti Ken dan Nabila, sampai akhirnya Tania memberanikan diri untuk menegur Ken ketika Ken dan Nabila sudah berada di depan kasir.
"Ken, aku mau minta maaf atas kejadian di masalalu," ujar Tania, tapi Ken terlihat acuh dan tidak menghiraukan keberadaan Tania.
"Sayang, apa kamu membawa kartu yang kemarin aku berikan? soalnya dompetku tertinggal di mobil," ujar Ken kepada Nabila.
Deg
Jantung Tania rasanya berhenti berdetak ketika mendengar Nabila memanggil Ken dengan sebutan Suamiku.
"Apa aku tidak salah dengar Ken, jadi perempuan kampung ini istrimu?" tanya Tania yang merasa tidak percaya jika Ken sudah menikah.
"Jaga mulut kamu, karena Nabila lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan kamu," ujar Ken.
Ketika Nabila membayar pakaiannya menggunakan black card, Tania semakin merasa terkejut, karena Ken memberikan kartu yang tidak ada limitnya kepada Nabila.
Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan Ken lagi, karena dia tidak pantas bersanding dengan perempuan kampung itu, ucap Tania dalam hati.
__ADS_1
Ken dan Nabila melangkahkan kaki untuk ke luar dari dalam butik, dan Tania mencoba menghalangi langkah Ken dengan memegang tangan Ken.
"Ken, tunggu, aku menyesal karena dulu telah memutuskanmu, aku ingin kita balikan lagi," ujar Tania.
Ken yang merasakan panas pada tangan yang dipegang oleh Tania langsung menghempaskan tangan Tania yang memegangnya.
"Apa kamu tidak tahu malu berkata seperti itu kepada lelaki yang sudah beristri?" sindir Ken, kemudian kembali merangkul Nabila dan memutuskan untuk segera pergi dari butik tersebut.
Rendi yang melihat Tania mencoba untuk kembali mengejar Ken, langsung saja menghalangi Tania.
"Maaf Nona tidak seharusnya seorang perempuan bersikap seperti ini, dimana harga diri Anda karena sudah berusaha untuk mengejar lelaki yang telah beristri," ujar Rendi.
"Heh kamu itu hanya kacung, jadi gak usah sok nasehatin aku," ujar Tania.
"Saya memang hanya seorang kacung, tapi saya punya harga diri," ujar Rendi, kemudian meninggalkan Tania, karena saat ini Ken sudah masuk ke dalam mobil.
"Awas saja kamu Ken, kamu akan menyesal karena telah menolakku," teriak Tania dengan menghentakkan kedua kakinya.
Saat berada di dalam mobil, Ken dan Nabila sama-sama terdiam, karena saat ini mereka berdua larut dalam pikirannya masing-masing.
Aku kira penyakitku sudah sembuh, karena saat menyentuh Nabila tubuhku tidak merasakan alergi, tapi ternyata saat bersentuhan dengan perempuan lain, aku masih saja merasakan sakit, ucap Ken dalam hati.
Jadi perempuan cantik tadi adalah mantan Tuan Ken? kenapa hatiku terasa sakit ketika melihat tangan Tania memegang Tuan Ken, bahkan dia tidak segan-segan untuk meminta balikan lagi, batin Nabila kini bertanya-tanya.
"Nabila, apa ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Ken yang melihat Nabila terus saja melamun.
"Tidak ada Tuan, tidak sepantasnya saya menanyakan kehidupan pribadi Tuan," jawab Nabila.
"Apa kamu masih menganggapku oranglain?" tanya Ken lagi.
"Saya hanyalah istri pura-pura Tuan, jadi saya tidak berhak ikut campur terlalu banyak dengan urusan pribadi Tuan," ujar Nabila yang sadar diri dengan posisinya saat ini.
__ADS_1
"Jika aku menginginkan kamu menjadi istriku yang sesungguhnya, apa kamu mau?" tanya Ken yang sudah merasa yakin ingin menikahi Nabila.
"Apa maksud Tuan? Tuan jangan bercanda, karena kita bagaikan bumi dan langit yang tidak akan pernah bisa bersama."