Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 41 ( Mengembalikan uang Ken )


__ADS_3

Reva mengeluarkan fhoto Nabila dari dalam tas nya, kemudian memberikan fhoto tersebut kepada Mama Sari.


"Ini Tante fotonya, mirip sekali kan dengan Nabila mantan istri Aldi."


"Iya sayang, ini benar-benar Nabila, apa Bos kamu bernama Keenan?" tanya Mama Sari.


"Lho, kok Tante bisa tau sih?" tanya Reva yang terlihat heran.


"Berarti benar kalau fhoto ini adalah Nabila Putri Tante. Reva jangan cemburu ya karena kami memajang banyak fhoto Nabila di rumah ini. Meski pun Aldi dan Nabila sudah bercerai, tapi Nabila sudah Tante anggap sebagai Putri kandung Tante sendiri."


"Tante tenang saja, Reva tidak mungkin cemburu kepada perempuan yang sudah memiliki Suami, apalagi Tuan Ken sangat mencintai Nabila."


"Alhamdulillah kalau begitu, Tante bahagia mendengarnya, kami sudah berdosa kepada Nabila, karena dulu Aldi sudah menyakitinya."


"Setiap orang pernah mempunyai masalalu Tante. Semoga saja Aldi bisa segera melupakan Nabila. Oh iya, kapan Aldi pulang dari lampung?" tanya Reva.


"Mungkin setelah proyek di sana selesai. Reva sudah kangen ya sama Aldi?" goda Mama Sari, dan Reva hanya tersenyum malu karena sebenarnya Reva sudah jatuh cinta terhadap sosok Aldi.


......................


Aldi dan Rendi masih melakukan kerjasama di lampung, tapi Aldi tidak pernah menemui Nabila sesuai dengan permintaan Rendi.


Ketika Aldi masuk ke dalam ruangan Rendi, Aldi melihat fhoto Nabila dan Rendi bersama seorang bayi yang sangat tampan di atas meja kerja Rendi.


"Ren, apa bayi yang di dalam fhoto itu bayi kamu dan Nabila?" tanya Aldi.


"Iya Al, Alhamdulillah Zahra sudah lahiran, dan bayi kami sebentar lagi berumur empat puluh hari. Hari minggu besok, kami rencananya mau mengadakan acara syukuran empat puluh hari dan akikah Rendra," jawab Rendi yang selalu tersenyum bahagia jika membicarakan Rendra.


"Kamu sepertinya bahagia sekali setelah memiliki bayi?" tanya Aldi.


"Tentu saja, karena Rendra dan Zahra adalah sumber kebahagiaanku."


"Apa boleh aku datang ke acara syukuran Anak kalian? aku hanya ingin memberikan ucapan selamat kepada Nabila, dan mungkin itu untuk yang terakhir kalinya," tanya Aldi yang sudah memutuskan akan membuka hatinya untuk Reva.

__ADS_1


Rendi nampak berpikir, sampai akhirnya Rendi mengijinkan Aldi untuk datang pada acara syukuran Rendra nanti.


Sebenarnya aku merasa keberatan jika Nabila harus bertemu lagi dengan Aldi, tapi aku tidak mungkin melarang Aldi untuk datang, apalagi karyawan di sini semuanya aku undang, ucap Rendi dalam hati.


Aldi terus saja memandang fhoto bayi Nabila, karena Aldi merasa ada yang salah dengan wajah bayi tersebut.


Kenapa wajah Anak Rendi dan Nabila mirip sekali dengan Keenan ya? apa mungkin sebenarnya Anak Nabila adalah Anak Ken bukan Anak Rendi? tapi itu bukan urusanku, mau bayi itu Anak siapa pun juga, yang pasti aku melihat Rendi sangat menyayanginya, ucap Aldi dalam hati.


"Al, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rendi yang melihat Aldi terus saja melamun.


"Aku baik-baik saja, kalau begitu sekarang kita lanjutkan membahas masalah pekerjaan supaya aku bisa segera kembali ke Australia."


"Sepertinya kamu sudah memiliki orang spesial di sana?" goda Rendi.


"Iya Ren, do'akan saja semoga kami bisa segera menikah, karena aku tidak mungkin terus hidup dalam bayang-bayang masalalu."


"Aku pasti akan mendo'akan yang terbaik untuk kehidupan kamu."


......................


"Sayang, kamu sudah siap belum?" tanya Rendi yang melihat Nabila sedang menyusui Rendra di dalam kamar.


"Udah Mas, tapi Rendra masih menyusu. Kalau Mas mau menyambut tamu, Mas duluan saja, nanti kami menyusul," ujar Nabila.


"Ya sudah, kalau begitu Mas duluan ya, nanti Mas ke sini lagi," ujar Rendi ke luar dari dalam kamarnya.


Aldi yang baru saja datang, mengajak Rendi untuk berbicara empat mata menjauh dari keramaian, karena Aldi ingin memberikan sesuatu kepada Rendi.


"Ren, aku titip ini ya untuk Nabila," ujar Aldi dengan memberikan sebuah koper.


"Ini apa Al?" tanya Rendi dengan heran.


"Kamu masih ingat kan kesalahan yang dulu telah aku lakukan kepada Nabila? aku sudah tega menjualnya kepada Ken, tapi aku sangat menyesali semuanya. Sekarang aku mengembalikan semua uang Ken kepada Nabila, bahkan aku tidak pernah mengambilnya sepeser pun. Sejak pertama aku datang ke lampung, aku sudah berniat untuk memberikan uang itu kepada Nabila, makanya uang itu aku bawa ke Indonesia. Aku mengira jika Nabila masih tinggal bersama Ken, tapi ternyata Nabila ada bersama kamu. Ren, aku harap kamu mau memberikan ini kepada Nabila, karena bagaimanapun juga ini adalah uangnya."

__ADS_1


Rendi sebenarnya bingung karena nanti Nabila pasti akan menanyakan asal usul uang tersebut.


"Kamu simpan saja uangnya untuk keperluan Nabila dan bayi kalian, dan kamu tidak perlu menjelaskan darimana asal usul uang tersebut, yang penting aku sudah mengembalikan uang ini kepada orang yang berhak menggunakannya, karena aku akan terus merasa bersalah serta terus hidup dalam masalalu, karena mengingat dosa besar yang telah aku perbuat kepada Nabila."


Uang ini adalah uang dari Tuan Ken, dan Rendra adalah Anaknya, jadi uang ini akan aku simpan untuk masa depan Rendra, ucap Rendi dalam hati.


Nabila yang sudah selesai menyusui Rendra, langsung membawanya ke luar mencari keberadaan Rendi.


Ketika Nabila melihat Rendi sedang berbicara dengan Aldi, Nabila menghampiri mereka.


"Mas Rendi ternyata di sini, aku kira Mas Rendi dimana. Mas Rendi bawa apa?" tanya Nabila.


"Ini berkas dari Pak Aldi yang harus Mas periksa."


"Pak Aldi ini orang yang dulu hampir menabrak saya kan?"


"Iya Mbak, maaf juga kalau dulu saya sudah salah mengenali orang," ujar Aldi yang pura-pura tidak mengenal Nabila.


"Pak Aldi tidak salah mengenali orang kok, nama saya memang Nabila, tapi Mas Rendi lebih suka memanggil nama belakang saya yaitu Zahra. Terimakasih banyak ya, karena Pak Aldi sudah menyempatkan untuk datang ke sini."


"Selamat ya Mbak, semoga Anaknya menjadi Anak yang Soleh yang senantiasa membawa kebahagiaan Dunia dan akhirat," ucap Aldi yang di Amini oleh Nabila dan Rendi.


Lebih baik kamu melupakan aku, daripada kamu harus mengingat luka yang telah aku torehkan pada hati kamu Nabila. Semoga kamu selalu bahagia bersama dengan orang yang kamu cintai, ucap Aldi dalam hati.


Rendi dan Nabila mengajak Aldi untuk masuk, karena saat ini acara akan segera dimulai.


"Untung saja rumah kita sudah direnovasi ya Mas, jadi cukup untuk menampung banyak orang," ujar Nabila.


"Iya sayang, Alhamdulillah rezeki Mas semakin lancar, apalagi setelah Rendra lahir," ujar Rendi, karena saat ini jabatan Rendi sudah kembali naik menjadi Direktur.


Acara dimulai dengan membaca Basmalah yang dipimpin oleh seorang Ustad, tapi Aldi merasa bingung ketika mendengar nama Anak Rendi dan Nayla yang mempunyai kepanjangan Putra Airlangga.


Kenapa Anak Rendi dan Nayla memakai kepanjangan nama Ken ya? batin Aldi.

__ADS_1


__ADS_2