
Malam pun kini telah tiba, saat yang sudah ditunggu-tunggu oleh Megan dan Aldi semenjak Pagi akhirnya datang juga, tapi tidak dengan Nabila yang saat ini sudah terlihat ketakutan dengan sesuatu yang akan terjadi kepadanya kelak.
Ya Allah semoga Engkau selalu melindungi hamba dimana pun hamba berada, ucap Nabila dalam hati.
Megan yang sudah tidak sabar menunggu Nabila terus saja menggedor pintu kamar Nabila.
"Perempuan Kampung, ayo cepat ke luar, apa kamu tuli?" teriak Megan.
Nabila akhirnya ke luar, tapi tidak memakai pakaian yang diberikan oleh Megan, sehingga Megan merasa geram.
"Kenapa kamu tidak memakai pakaian yang aku berikan?" tanya Megan.
"Aku tidak sudi memakai pakaian yang mengumbar aurat, dosa hukumnya jika kita memperlihatkan aurat kepada lelaki yang bukan muhrim kita," jawab Nabila.
Aldi datang menghampiri Nabila dan Megan yang terdengar ribut.
"Kenapa sih kalian ribut terus? ini sudah malam, Big Bos pasti sudah menunggu kedatangan kita," ujar Aldi.
"Sayang, kamu lihat sendiri kalau perempuan kampung ini tidak mau mengganti pakaian yang aku berikan, mana mau Big Bos kamu membelinya jika dia memakai pakaian yang tertutup seperti ini," ujar Megan.
"Sudahlah kamu tenang saja, biar nanti kita suruh Big Bos memeriksa sendiri tubuhnya, daripada kita datang terlambat, bisa-bisa Big Bos batal membeli perempuan kampung ini," ujar Aldi.
Nabila menatap wajah Aldi, sosok Suami yang harusnya menjadi pelindung baginya. Begitu pun dengan Aldi yang baru kali ini mau menatap wajah cantik Nabila, sehingga netra mereka berdua kini bertemu.
"Seorang istri diciptakan dari tulang rusuk Suaminya, tapi ternyata ada Suami yang tega dan berniat untuk menjual istri yang seharusnya ia sayangi dan lindungi," ucap Nabila dengan berderai airmata, dan entah kenapa semua itu membuat hati Aldi merasa sakit.
Aldi nampak termenung mendengar perkataan Nabila, sampai akhirnya Megan menyadarkan Aldi dari lamunannya.
"Sayang, ayo cepat kita berangkat, kamu kenapa sih dari tadi ngelihatin perempuan kampung itu sampai segitunya. Awas saja kalau kamu sampai jatuh cinta sama si Udik ini," ujar Megan dengan menarik tangan Nabila untuk ke luar dari kediaman Bramantyo.
Apa yang telah aku lakukan kepada istriku sendiri? apa aku telah berdosa? batin Aldi kini berada dalam dilema.
__ADS_1
Megan yang melihat Aldi masih tidak bergerak dari tempatnya, menarik tubuh Aldi juga supaya mereka bisa segera sampai di Hotel Airlangga Grup.
Sepanjang perjalanan, Aldi dan Nabila sama-sama terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Sayang, kenapa sih dari tadi kamu diam terus? jangan bilang kamu menyesal melakukan semua ini?" tanya Megan yang saat ini berada di samping kursi kemudi, sedangkan Nabila duduk di jok belakang.
Aldi tiba-tiba mengerem mendadak mendengar pertanyaan Megan. Saat ini dirinya sedang tidak fokus karena Aldi terus saja terbayang dengan wajah cantik Nabila.
"Awww, sakit tau," ujar Megan yang meringis kesakitan karena dahinya terbentur kaca.
"Maaf sayang, aku tidak sengaja," ucap Aldi.
"Kamu kenapa sih? fokus dong Al, aku gak mau ya mati konyol gara-gara kecerobohan kamu," ujar Megan dengan nada bicara yang tinggi.
Aldi berusaha untuk fokus, kemudian kembali melajukan mobilnya dengan perasaan tidak menentu, dan setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, mereka bertiga akhirnya sampai di Hotel Airlangga Grup.
Asisten Big Bos yang bernama Rendi sudah menunggu Aldi di depan pintu Hotel, dan ketika Aldi datang, Asisten Rendi langsung saja bertanya.
"Benar Pak," jawab Aldi.
"Silahkan masuk, Anda sudah ditunggu," ujar Asisten Rendi.
Aldi terlihat enggan untuk masuk ke dalam Hotel, apalagi harus menyerahkan istrinya sendiri, tapi Aldi tidak mungkin membatalkan niatnya untuk menjual Nabila, karena kemungkinan besar Big Bos akan murka, lalu memecat nya.
Kenapa aku menjadi ragu untuk menjual Nabila? tapi pekerjaanku saat ini yang menjadi taruhannya karena Big Bos bisa marah dan memecatku jika sampai aku membatalkannya. Kenapa kamu jadi seperti ini Aldi? kamu sudah mempunyai Megan, dan kalian saling mencintai, sekarang apa salahnya jika aku menjual orang yang sudah menjadi penghalang hubunganku dengan Megan, ucap Aldi dalam hati.
Asisten Rendi kini membawa Nabila, Aldi dan Megan untuk menemui Big Bos mereka yang saat ini sedang menunggu di ruang kerjanya yang berada di Hotel tersebut, dan Megan begitu kagum melihat keindahan Hotel yang Airlangga Grup miliki.
"Tuan, Pak Aldi sudah datang," ucap Asisten Rendi kepada Big Bos yang bernama Keenan Putra Airlangga yang saat ini terlihat duduk di kursi kebesarannya dengan membelakangi semua yang datang ke dalam ruangan tersebut, dan Ken hanya memantau melalui CCTV yang saat ini ada di handphone nya.
"Perempuan yang mana yang akan kamu jual kepadaku Aldi?" tanya Ken.
__ADS_1
Aldi terlihat Ragu, sampai akhirnya dia menjawab pertanyaan Ken.
"Yang ini Tuan," jawab Aldi dengan menunjuk Nabila, dan Nabila kembali meneteskan airmata.
"Kalau begitu Kamu dan perempuan satu lagi ke luar dari ruangan ini, karena aku akan mengetesnya terlebih dahulu," ujar Ken.
Setelah Aldi, Megan dan Asisten Rendi ke luar dari ruangan Ken, Nabila mulai di interogasi olehnya dengan posisi masih membelakangi Nabila.
"Siapa nama kamu?" tanya Ken.
"Nabila Azahra."
"Apa hubungan kamu dengan Aldi?" tanya Ken lagi.
"Saya adalah perempuan yang baru saja dinikahinya pada hari kemarin," jawab Nabila.
"Kenapa Aldi sampai mempunyai niat untuk menjual kamu?"
"Karena Mas Aldi tidak mencintai saya, dan perempuan yang tadi adalah kekasihnya," jawab Nabila.
"Lalu kenapa kamu bersedia untuk di jual olehnya?" tanya Ken.
"Perempuan mana yang rela apalagi bersedia di jual oleh Suaminya sendiri, tapi saya tidak berdaya karena saya hanyalah Anak Yatim Piatu yang hidup sebatang kara," ujar Nabila dengan meneteskan airmata.
Hati Ken ikut merasa sakit mendengar perkataan Nabila, karena Ken sendiri adalah Anak Yatin Piatu yang beruntung karena di adopsi oleh Pemilik Airlangga Grup.
"Saya mohon Tuan, bebaskan saya dari Neraka yang dibuat oleh Suami saya dan kekasihnya," sambung Nabila.
"Apa yang bisa kamu berikan untukku sebagai bayarannya?" tanya Ken.
"Saya bersedia menjadi Asisten Rumah tangga di rumah Anda, tapi saya mohon jangan pernah mempunyai pemikiran untuk menyentuh saya, karena lebih baik saya mati daripada saya harus menyerahkan harga diri saya kepada Lelaki yang bukan Suami saya, karena itu adalah sebuah dosa yang sangat besar," ujar Nabila.
__ADS_1
Ken begitu kagum dengan prinsip yang dimiliki oleh Nabila, karena di jaman sekarang sangat langka perempuan yang mempunyai prinsip seperti itu, bahkan tidak sedikit perempuan yang justru menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang.