
Zahira dan Rendi saat ini sudah berada di dalam mobil, dan mereka akrab dengan cepat karena keduanya merasa nyaman serta nyambung dalam mengobrol.
Setelah sampai di depan rumah Zahira, Rendi membantu Zahira turun dari mobil dengan menggendongnya.
"Makasih banyak Mas Rendi, maaf kalau Zahira sudah merepotkan."
"Tidak sama sekali, aku malah senang bisa mengenalmu," ucap Rendi.
Aira yang melihat interaksi Zahira dan Rendi dari dalam rumah, merasa geram karena Aira sudah kalah saing dengan Zahira.
"Bisa-bisanya si cacat di anterin sama Rendi, mereka juga sudah terlihat akrab," gumam Aira dengan mengepalkan kedua tangannya.
Daddy Indra yang juga baru pulang bekerja terlihat heran karena Rendi yang cuek dan dingin bisa tertawa lepas ketika bersama dengan Zahira.
"Ren, kenapa kalian bisa pulang bersama?" tanya Daddy Indra.
"Rendi habis mengajak Zahira jalan-jalan Om, maaf kalau Rendi tidak meminta ijin dulu kepada Om," jawab Rendi yang sudah mengetahui dari Zahira jika Daddy Indra tidak mengetahui bahwa Zahira selama ini bekerja di Organisasi penyemangat hidup, makanya Rendi mencoba mencari alasan untuk menutupi semua rahasia Zahira dari Daddy Indra.
"Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya Daddy Indra lagi.
"Kami sudah saling mengenal ketika Rendi masih menjadi Asisten Ken, Om."
Zahira sudah terlihat ketakutan, karena Zahira pikir Daddy Indra akan marah kepadanya.
"Zahira, kenapa kamu tidak bilang kepada Daddy kalau kamu dan Rendi sudah saling mengenal?"
"Maaf Dad, Zahira takut kalau Daddy akan marah jika mengetahui Zahira ke luar rumah, karena selama ini Daddy selalu melarang Zahira untuk bergaul dengan oranglain."
__ADS_1
"Daddy sama sekali tidak akan marah jika kamu berteman dengan Rendi. Terimakasih ya Ren, kamu sudah mengajak Zahira jalan-jalan."
"Iya sama-sama Om, kalau begitu saya pamit dulu. Zahira, kapan-kapan kita jalan bareng lagi ya," ujar Rendi dengan tersenyum, dan Zahira menganggukan kepalanya serta tersenyum juga sebagai jawaban.
Rendi kemudian pulang menuju kediaman Airlangga setelah mengucapkan Salam.
Ketika Zahira masuk ke dalam rumah dengan dibantu oleh Daddy Indra yang mendorong kursi roda nya, Aira yang geram terhadap Zahira langsung menarik tubuh Zahira hingga terjatuh dari kursi roda.
"Apa-apaan kamu Aira?" tanya Daddy Indra dengan tatapan tajam, dan baru kali ini Daddy Indra berkata dengan nada yang tinggi kepada Aira.
"Daddy kok tega banget bentak Aira? padahal semua itu salah si cacat yang sudah berani mendekati Rendi, padahal Rendi adalah Calon Suami Aira."
"Tutup mulut kamu Aira, kamu tadi lihat sendiri kalau Rendi terlihat menyukai Zahira, dan Daddy nanti akan menjodohkan Zahira dengan Rendi supaya harta kekayaan Airlangga jatuh ke tangan kita."
"Tidak Dad, pokoknya Aira yang harus menikah dengan Rendi, kalau Aira tidak bisa menikah dengan Rendi, jangan salahkan Aira jika membongkar semua kejahatan yang telah Daddy lakukan selama ini," ancam Aira.
"Tapi Nabila tidak sampai mati kan? bahkan sekarang dia sudah bahagia dengan Ken, sedangkan Daddy sudah menyebabkan kedua orangtua Rendi mati. Kalau Tante Puspa dan Rendi sampai mengetahuinya, pasti mereka akan sangat marah dan menjebloskan Daddy ke dalam penjara," teriak Aira.
Plak
Satu tamparan keras mendarat pada pipi Aira, dan Zahira merasa terkejut dengan yang dilakukan oleh Daddy Indra, karena selama ini Daddy Indra selalu memanjakan Aira dan selalu memperlakukannya seperti Tuan Puteri.
Mama Risa yang baru saja datang juga sangat terkejut, karena selama ini Daddy Indra dan Aira selalu kompak dalam melakukan kejahatan, tapi sekarang mereka malah terdengar saling mengancam.
"Daddy tega sekali menampar Aira, sekarang Daddy lebih sayang sama si cacat dibandingkan dengan Aira."
"Kamu sendiri yang tidak menuruti perkataan Daddy, kalau kamu sampai berani mengatakan semuanya kepada Mbak Puspa dan Rendi, Daddy tidak akan segan-segan menjebloskan kamu ke dalam Penjara, apalagi Daddy masih mempunyai rekaman CCTV kejahatan kamu."
__ADS_1
Aira diam mendengar ancaman Daddy Indra, dan Aira bertekad akan mencari cara supaya bisa mendapatkan bukti kejahatan Daddy Indra, dan nanti Aira bisa menjebloskan Daddy Indra ke Penjara juga apabila Daddy Indra menjodohkan Zahira dengan Rendi.
Aira masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Daddy Indra, karena saat ini mereka berdua masih emosi, sedangkan Zahira di antar oleh Mama Risa ke dalam kamarnya.
"Nak, kenapa Daddy dan Aira sampai bertengkar?" tanya Mama Risa.
"Sebenarnya tadi saat Zahira akan pulang, Zahira bertemu dengan Mas Rendi Cucunya Tante Puspa, kemudian Mas Rendi mengantar Zahira pulang, makanya Aira marah dan menarik tubuh Zahira hingga terjatuh di atas lantai, dan Daddy yang melihatnya langsung marah kepada Aira, bahkan Daddy bilang akan menjodohkan Zahira dengan Mas Rendi, makanya Aira dan Daddy jadi saling mengancam," jawab Zahira.
Mama Risa terlihat berpikir, karena Mama Risa takut jika Rendi mendekati Zahira hanya untuk membalaskan dendam kematian kedua orangtuanya, dan Rendi sengaja memberikan harapan palsu kepada Zahira.
"Nak, sebaiknya Zahira jangan terlalu dekat dengan Rendi ya, Mama takut kalau Rendi mendekati Zahira hanya untuk membalas dendam kematian kedua orangtuanya saja."
"Ma, kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap oranglain, Zahira lihat Mas Rendi orangnya baik, padahal kita baru pertama kali bertemu."
"Nak, selama ini Zahira tidak mengenal dunia luar, jadi Zahira tidak akan bisa membedakan mana orang yang benar-benar baik dan tulus terhadap kita. Mama tidak berniat menghina fisik kamu sayang, tapi Zahira harus ingat kondisi fisik Zahira."
"Ma, Zahira sangat sadar diri, jadi Mama tidak perlu khawatir karena Mas Rendi tidak akan mungkin menyukai Zahira, tapi apa Zahira tidak boleh berteman dengan oranglain?"
Mama Risa yang tidak mau melihat Zahira sedih akhirnya memperbolehkan Zahira berteman dengan Rendi.
"Zahira boleh kok berteman dengan siapa saja, tapi Zahira jangan sampai terkena bujuk rayu oleh seorang lelaki ya, Zahira harus bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus," ujar Mama Risa.
"Iya Ma, insyaallah Zahira bisa menjaga diri dengan baik. Oh iya Ma, ini gaji Zahira bulan ini," ujar Zahira dengan memberikan amplop coklat yang berisi uang lima juta rupiah kepada Mama Risa.
"Makasih banyak ya sayang, Zahira selalu memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Mama bersyukur karena memiliki kamu Nak," ujar Mama Risa dengan memeluk tubuh Zahira, karena semenjak Zahira dilahirkan, Daddy Indra menjadikan Mama Risa sebagai Pembantu tanpa digaji sepeser pun, bahkan sampai sekarang Mama Risa dan Zahira tidur di kamar Pembantu.
Sesaat kemudian, Daddy Indra tiba-tiba masuk ke dalam kamar Zahira dan Mama Risa, dan mereka berdua sudah terlihat ketakutan, karena biasanya Daddy Indra akan menyiksa mereka.
__ADS_1
"Zahira, Risa, sekarang juga kalian ke luar dari sini," ujar Daddy Indra, sehingga membuat mereka berdua terkejut.