
Tania yang sudah mendapatkan informasi dari Megan tentang Ken dan Nabila yang hanya pura-pura menikah saja, memutuskan untuk kembali mendekati Ken, dan kali ini Tania langsung menuju kediaman Airlangga.
"Buka gerbangnya, saya mau bertemu dengan Tuan Ken," ujar Tania kepada Satpam yang menjaga gerbang kediaman Airlangga.
"Maaf Nona, apa sebelumnya Anda sudah membuat janji dengan Tuan?" tanya Satpam kepada Tania.
"Kamu tidak tau siapa aku? kalau begitu aku akan menelpon Ken dulu," ujar Tania kemudian mencoba menelpon Ken, karena sebelumnya Tania mendapatkan nomor handphone Ken dari Megan, dan tentu saja Megan mendapatkannya dari kontak handphone Andre.
Ken awalnya tidak menghiraukan telpon dari nomor yang tidak dikenal, sampai akhirnya Ken mendapatkan pesan dari Tania.
📥"Aku sekarang sudah ada di depan gerbang rumahmu, kalau kamu tidak mau menemuiku, aku akan membocorkan kepada publik tentang pernikahan pura-pura kamu dengan Nabila," ancam Tania.
Ken menelpon Satpam untuk membuka gerbangnya, karena Ken ingin tau apa yang akan Tania lakukan.
"Rupanya kamu masih belum menyerah Tania, apa kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu," gumam Ken yang saat ini tengah memandang fhoto Nabila yang ia pajang di seluruh ruangan kediaman Airlangga.
......................
Sebentar lagi aku akan menjadi Ratu di istana ini, ucap Tania dalam hati dengan melangkahkan kaki memasuki kediaman Airlangga.
Tania merasa kesal saat dia melihat banyak fhoto Nabila yang dipajang di kediaman Airlangga.
"Sebentar lagi aku akan menyingkirkan semua fhoto perempuan kampung ini," gumam Tania dengan mengepalkan kedua tangannya.
Nenek Puspa tidak sengaja mendengar perkataan Tania, dan beliau merasa marah karena Cucunya disebut perempuan kampung oleh Tania.
"Siapa yang kamu sebut perempuan kampung?" tanya Nenek Puspa kepada Tania.
Tania terlonjak kaget karena merasa terkejut mendengar suara Nenek Puspa, dan sesaat kemudian ia bergegas menghampiri Nenek Puspa supaya mendapatkan simpatinya.
__ADS_1
"Nenek apa kabar? Nenek baik-baik saja kan? sudah lama ya kita tidak bertemu," ujar Tania yang hendak memeluk Nenek Puspa, tapi Nenek Puspa langsung menghalanginya menggunakan tangan.
"Sebelumnya kita belum pernah bertemu, jadi jangan sok akrab denganku. Apa yang tadi kamu sebut perempuan kampung adalah Cucuku Nabila?" tanya Nenek Puspa.
"Sebaiknya kita tidak perlu membicarakan perempuan tidak penting itu ya, Tania kangen banget sama Nenek, masa Nenek lupa sih sama Tania, dulu kan waktu kuliah Tania sering main ke sini."
"Nabila sangat penting bagi keluarga Airlangga, karena dia adalah Ratu di rumah ini, justru aku tidak pernah merasa mengenal rubah licik sepertimu. Sebaiknya sekarang kamu cepat pergi dari rumahku !!" teriak Nenek Puspa.
"Nenek pasti belum tau kan kalau Nabila sebenarnya hanya istri pura-pura Ken? dan selama ini Nenek sudah dibohongi oleh Nabila dan Ken," ujar Tania dengan tersenyum licik.
Nenek Puspa pura-pura terkejut dengan memegang dadanya.
"Tidak, tidak mungkin Ken dan Nabila membohongiku," ujar Nenek Puspa kemudian pingsan.
Rasain kamu Nenek tua, kamu terkejut kan mendengar kebohongan yang dilakukan oleh Cucumu sendiri. Semoga kamu tidak bangun lagi, supaya tidak ada orang yang menghalangiku mendapatkan Ken dan semua hartanya, ucap Tania dalam hati.
Tania pura-pura panik ketika melihat Ken datang menghampirinya.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Nenek?" tanya Ken kepada Tania dengan tatapan tajam.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya jika kamu dan Nabila hanya pura-pura menikah," jawab Tania yang terlihat ketakutan, karena Ken saat ini terlihat seperti singa yang akan menerkam mangsanya.
"Apa kamu sudah gila Tania? kamu sudah membuat Nenek merasa syok. Sebaiknya kamu segera pergi dari rumah ini," usir Ken.
"Kalau kamu mengusirku dari sini, aku akan menceritakan tentang kebohonganmu kepada publik kalau kamu sudah berpura-pura menikah dengan Nabila, dan nanti reputasi kamu pasti akan rusak," ancam Tania.
"Jadi kamu mengancamku? kalau begitu aku juga akan melaporkan kamu kepada pihak berwajib karena telah mengancamku dan sudah mencelakai Nenek. Memangnya kamu punya bukti apa kalau aku dan Nabila hanya pura-pura menikah saja?" tantang Ken, dan Tania terlihat bingung karena dia hanya mendengar cerita tersebut dari Megan tanpa mempunyai bukti apa pun.
"A_aku," ucap Tania tergagap.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa memberikan bukti apa pun kan? berarti aku juga bisa melaporkan kamu atas tuduhan pencemaran nama baik, dan jangan harap kamu bisa macam-macam denganku Tania, karena rumah ini memiliki CCTV. Aku akan segera melaporkan kamu kepada pihak berwajib, dan pastinya reputasi kamu sebagai seorang model internasional akan hancur dengan mudah," ujar Ken.
"Aku mohon jangan lakukan semua itu Ken, aku minta maaf karena telah menuduh kamu yang tidak-tidak, aku janji mulai sekarang tidak akan mengganggu hidupmu lagi," ujar Tania.
"Aku pegang janji kamu Tania, jika sampai kamu muncul lagi di hadapanku, dan mengusik kehidupanku serta orang-orang yang aku sayang, jangan salahkan aku jika sampai berbuat nekad," ujar Ken.
Tania yang sudah ketakutan akhirnya pergi meninggalkan kediaman Airlangga.
"Sial, kenapa aku percaya begitu saja dengan perkataan Megan tanpa meminta bukti apa pun? sekarang jadi senjata makan Tuan kan, padahal tadinya aku yang akan mengancam Ken, kenapa sekarang jadi aku yang di ancam oleh Ken?" teriak Tania dengan memukul setir mobil yang saat ini ia kendarai.
......................
Setelah kepergian Tania, Nenek Puspa yang tadi pura-pura terkejut dan pingsan kembali membuka matanya.
"Bagaimana Ken, akting Nenek bagus kan?" ujar Nenek Puspa.
"Akting Nenek sangat bagus sekali, Nenek sangat cocok jika menjadi seorang aktris," puji Ken.
Sebelumnya Ken dan Nenek Puspa sudah sepakat untuk melakukan semua sandiwara itu supaya Tania berhenti mengganggu Ken, dan ternyata rencana mereka berdua berhasil.
Nabila pasti akan senang jika mengetahui aku sudah berhasil menyingkirkan ulat bulu dan ulat keket yang selama ini selalu saja menggangguku. Dimana kamu sayang? aku selalu merindukanmu, ucap Ken dalam hati.
......................
Saat ini usia kandungan Nabila sudah mendekati taksiran persalinan, dan Rendi selalu menjadi Suami Siaga, sampai-sampai setiap malam Rendi selalu begadang karena takut jika Nabila akan mengalami kontraksi saat dirinya tengah terlelap.
"Mas, sebaiknya Mas tidur saja, jangan begadang terus, kalau nanti Zahra mengalami kontraksi, Zahra pasti bangunin Mas Rendi," ujar Nabila dengan bersandar pada dashboard ranjang, karena saat ini ia sudah kesusahan untuk berbaring.
Rendi terus saja mengelus perut Nabila dengan berbaring di sampingnya, sampai akhirnya Rendi sendiri yang tertidur karena sudah beberapa malam ini ia kurang tidur.
__ADS_1
"Kasihan Mas Rendi, pasti Mas Rendi kecapean, apalagi ia harus bekerja untuk kami. Maafin Zahra ya Mas, meski pun sampai saat ini masih belum ada cinta di hati Zahra untuk Mas Rendi, tapi Zahra tulus menyayangi Mas Rendi. Kenapa sih setiap malam aku selalu saja memimpikan lelaki yang bernama Ken? siapa Ken sebenarnya?" gumam Nabila.