Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 8 ( Nasi telah menjadi Bubur )


__ADS_3

Aldi hanya bisa pasrah menerima perkataan Nabila, karena semua itu memang kesalahannya yang telah dibutakan oleh perasaan cinta terhadap Megan.


"Nabila, aku benar-benar minta maaf, aku sangat menyesal telah melakukan kesalahan besar terhadapmu, tapi kamu sendiri tau kan kalau semua itu aku lakukan karena hasutan dari Megan," ujar Aldi.


"Kamu tidak perlu menutupi kebusukan dirimu sendiri dengan menyalahkan oranglain. Jika kamu memang punya pendirian, pastinya kamu tidak akan menuruti semua keinginan kekasihmu, apalagi harus menyakiti seorang perempuan yang telah Sah menjadi istrimu baik secara hukum mau pun Agama."


"Apa yang bisa aku perbuat untuk menebus semua kesalahanku terhadapmu? aku pasti akan melakukan apa pun yang kamu inginkan?" tanya Aldi.


"Tidak ada lagi yang bisa kamu perbaiki Aldi, karena sekarang nasi telah menjadi bubur. Jadi, mulai sekarang sebaiknya kamu jauhi diriku, biarkan aku bahagia dengan orang yang benar-benar tulus menginginkanku," ujar Nabila dengan tubuh yang bergetar karena merasakan sesak dalam dadanya.


Ken yang sangat mengerti dengan kondisi Nabila saat ini mencoba menggenggam erat tangan Nabila supaya merasa lebih tenang, karena dulu ketika Ken masih duduk di bangku kuliah, Ken pernah berada di posisi Nabila saat ini.


Saat Kekasih Ken mengetahui jika Ken hanyalah Anak angkat di Keluarga Airlangga, Kekasihnya dengan tega memutuskan Ken serta menghinanya di depan umum, dan lebih parahnya lagi ternyata diam-diam Kekasih Ken telah berselingkuh dengan teman baik Ken sendiri, sampai akhirnya Ken mengalami trauma dalam menjalin sebuah hubungan, bahkan Ken mengidap kelainan pada tubuhnya, karena tubuh Ken akan langsung memerah jika bersentuhan dengan seorang perempuan.


"Sudahlah Aldi, sebaiknya kita pergi dari sini, percuma kamu mengemis kepada orang yang tidak punya hati," ujar Megan.


"Kamu bilang aku tidak punya hati? lalu apa yang telah kalian lakukan di depan mata kepalaku sendiri? malam pertama yang seharusnya aku lewati dengan bahagia, harus aku lewati dengan tangisan, karena kalian dengan teganya menyuruhku untuk melihat perbuatan bejat kalian berdua. Jadi sekarang di sini aku bertanya, siapa yang tidak punya hati?" ujar Nabila.


Aldi menjatuhkan tubuhnya ketika mengingat semuanya, sekarang yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan, karena Nabila tidak akan mungkin memaafkannya lagi setelah semua yang dia lakukan terhadap Nabila.


Ken menelpon Security untuk membawa pergi Megan dan Aldi dari ruangannya, karena entah kenapa hatinya terasa sakit melihat Nabila yang sudah berlinang airmata.


Setelah Empat orang petugas keamanan Hotel tiba di ruang kerja Ken, mereka langsung menarik tubuh Aldi dan Megan untuk ke luar dari ruangan tersebut, meski pun Aldi terus saja berteriak meminta maaf kepada Nabila.


Nabila langsung menjatuhkan tubuhnya di atas lantai setelah Aldi dan Megan ke luar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Maaf Nabila, aku tidak bermaksud bersikap kurang ajar terhadapmu, aku hanya ingin memberikan pelajaran saja kepada mereka."


"Tidak apa-apa Tuan, saya justru berterimakasih karena Tuan telah membantu saya, dan saya pasti akan bekerja dengan rajin untuk membalas semua kebaikan Tuan."


Ken melihat telapak tangan yang tadi ia gunakan untuk menggenggam erat tangan Nabila, dan Ken merasa aneh karena ia bisa bersentuhan dengan Nabila tanpa merasakan alergi pada tubuhnya.


Kenapa alergi yang aku derita tidak kambuh saat aku memegang tangan Nabila? apa aku sudah sembuh? batin Ken kini bertanya-tanya.


"Nabila, sebaiknya sekarang kita beristirahat, karena besok kita harus pergi ke kediaman Airlangga untuk menemui Nenek," ujar Ken, kemudian mengajak Nabila menuju kamarnya.


"Maaf Tuan, sebaiknya Tuan pesankan kamar yang biasa saja untuk saya, karena saya tidak mungkin tidur satu ranjang dengan lelaki yang bukan muhrim, bahkan satu kamar pun kita tidak boleh karena akan ada orang ketiga, yaitu Setan," ujar Nabila.


"Nabila, apa kamu tidak melihat jika sekarang ini kita bertiga dengan Rendi? berarti Rendi adalah Setannya," ujar Ken dengan terkekeh.


"Maaf Tuan Rendi, saya tidak bermaksud seperti itu," ujar Nabila dengan tertunduk malu.


"Tidak apa-apa Nona, Non Nabila tidak perlu merasa sungkan seperti itu, Nona juga tidak perlu memanggil saya dengan panggilan Tuan, panggil saja saya Rendi."


"Tapi tidak bisa begitu, kita di sini sama-sama bekerja untuk Tuan_" Nabila bingung karena belum mengetahui nama Ken.


"Keenan Putra Airlangga, itu namaku Nabila, dan mulai sekarang kamu harus terbiasa memanggilku dengan panggilan Suamiku," tegas Ken.


"Apa tidak ada panggilan lain yang bisa saya pakai sebagai panggilan untuk Anda?" tanya Nabila yang malu jika memanggil Ken dengan sebutan Suamiku.


"Kita ini akan berpura-pura menjadi Suami istri, jadi kamu harus terbiasa memanggilku seperti itu, atau kamu mau manggil aku dengan sebutan Sayang?" tanya Ken.

__ADS_1


"Nanti saya pikirkan lagi," jawab Nabila.


"Ren, kalau begitu sekarang kita keluar dari sini supaya istriku bisa beristirahat. Kamu sudah memesankan lagi kamar untukku kan?" tanya Ken kepada Asisten Rendi.


Nabila terkejut ketika Ken memanggilnya dengan sebutan istriku, padahal Aldi yang berstatus Suaminya saja tidak pernah memperlakukannya dengan baik, bahkan Aldi selalu menyebut Nabila dengan panggilan Perempuan kampung.


"Sudah Tuan, silahkan Anda ikut saya, kebetulan kamarnya ada di sebelah kamar Nona Nabila," ujar Asisten Rendi.


Entah kenapa saat berada di dekat Ken perasaan Nabila merasa tenang, ada kebahagiaan yang Nabila rasakan, apalagi Nabila merasa dihargai oleh seorang lelaki.


Kamu harus sadar Nabila, kalau kamu hanya istri pura-pura Tuan Ken, jadi tidak usah terlalu kepedean saat Tuan Ken memperlakukan kamu dengan baik, karena itu hanya bagian dari akting kalian saja, ucap Nabila dalam hati, kemudian Nabila memejamkan mata, sampai akhirnya terlelap karena baru kali ini dalam seumur hidup Nabila merasakan tidur di atas ranjang yang sangat empuk dan nyaman.


......................


Sepanjang perjalanan pulang menuju kediaman Bramantyo, Aldi terus saja melamun, sampai akhirnya Megan memutuskan untuk mengendarai mobil Aldi, karena Megan takut kalau sampai mereka kecelakaan, mengingat kondisi Aldi saat ini yang tidak akan bisa fokus dalam berkendara.


"Sayang, kamu kenapa melamun terus? kamu baik-baik saja kan?" tanya Megan.


Aldi tersenyum kecut mendengar perkataan Megan yang memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Apa aku tidak salah dengar? bukannya tadi kamu memohon-mohon kepada Big Bos untuk menukar Nabila denganmu? perempuan macam apa kamu Megan, aku sama sekali tidak menyangka jika kamu akan berbuat serendah itu," ujar Aldi.


"Sayang, aku minta maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, kamu jangan marah ya," ujar Megan dengan memegang tangan Aldi, tapi Aldi langsung menepisnya.


"Sebaiknya mulai sekarang kita putus saja Megan," ujar Aldi.

__ADS_1


__ADS_2