Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 59 ( Melakukan Pengobatan )


__ADS_3

Satu minggu kemudian kondisi Rendi sudah membaik, dan rencananya hari ini Ken akan membawa Nabila ke luar negeri, begitu juga dengan Rendi yang akan pulang ke Jakarta dengan Nenek Puspa.


Ken sebenarnya tidak tega menitipkan Rendra bersama dengan Bu Fatimah dan Pak Udin, tapi saat ini semua itu yang terbaik untuk Rendra.


"Nak, kalian tenang saja ya, kami pasti akan menjaga Rendra dengan baik. Kami sudah menganggap Rendra sebagai Cucu kami sendiri," ujar Bu Fatimah yang saat ini tengah menggendong Rendra.


"Terimakasih banyak ya Bu, maaf kami sudah merepotkan. Rendra sayang, Bunda sama Ayah berangkat dulu ya, Rendra di sini jangan nakal, jangan nyusahin Kakek sama Nenek," ujar Nabila dengan menciumi wajah Rendra.


Airmata Nabila terus saja menetes, karena baru kali ini Nabila harus terpisah jauh dengan Rendra.


Setelah semuanya memeluk dan mencium Rendra, Bu Fatimah dan Pak Udin terlebih dahulu membawa Rendra ke rumah mereka supaya Rendra tidak menangis saat melihat semuanya pergi.


Saat ini semuanya telah sampai di Bandara, dan Anak buah Ken sudah menyiapkan Jet pribadi untuk penerbangan menuju Singapura dan Jakarta.


"Ren, kami titip Nenek ya, aku yakin kamu pasti bisa mengatasi semuanya dengan baik," ujar Ken.


"Aku pasti akan menjaga Nenek dan perusahaan kalian dengan baik, jadi kalian tidak perlu khawatir." Semoga Nabila bisa segera sembuh dan kalian bisa segera kembali, lanjut Rendi dalam hati.


"Nek, kami berangkat dulu ya, Nabila pasti akan merindukan Nenek," ujar Nabila dengan memeluk Nenek Puspa.


"Kalian cepat pulang ya Nak, Nenek juga pasti bakalan merindukan kalian."


Nabila dan Ken menaiki jet menuju Singapura, sedangkan Nenek Puspa dan Rendi menuju Jakarta.


Sepanjang perjalanan, Nabila terlihat melamun, dan Ken terus memeluknya supaya Nabila merasa lebih baik.


Ken berkata kepada Nenek Puspa kalau Ken akan menyelesaikan pekerjaannya ke Australia sekalian mengajak Nabila untuk bulan madu, makanya Nabila terkejut ketika mereka tiba di Singapura.


"Yah, kenapa kita pergi ke Singapura? bukannya kita akan pergi ke Australia?" tanya Nabila.


"Nanti kita akan membicarakan semuanya ketika sampai di apartemen," jawab Ken, dan setelah sampai apartemen, Nabila kembali bertanya kepada Ken.


"Yah, sekarang juga katakan kepada Bunda, jangan ada yang ditutup tutupi lagi, kenapa kita bukan pergi ke Australia?" ujar Nabila yang saat ini duduk di samping Ken.


Ken beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum mengatakan semuanya, dan Nabila semakin heran ketika melihat ken yang tiba-tiba menangis.

__ADS_1


Ken memberikan hasil diagnosa Dokter kepada Nabila, kemudian Ken memeluk tubuh Nabila dengan erat.


"A_apa maksud semua ini? jadi saat ini Bunda terkena kanker otak?" tanya Nabila dengan menumpahkan tangisannya dalam pelukan Ken.


"Ayah yakin kalau Bunda akan segera sembuh, dan Ayah sudah mendapatkan Dokter terbaik di Dunia untuk mengobati Bunda. Maaf jika Ayah baru mengatakan semuanya sekarang, Ayah sengaja menutupi semuanya dari Nenek karena Ayah takut kondisi kesehatan Nenek akan memburuk."


"Makasih banyak Suamiku sayang, maaf jika sebelumnya Bunda sudah mengira Ayah sudah bersikap egois karena tidak mau membawa Rendra bersama kita."


"Tidak apa-apa sayang, wajar Bunda mempunyai pemikiran seperti itu, karena Bunda tidak mengetahui semua rencana Ayah dan Rendi. Bunda harus semangat ya dalam menjalani pengobatan, Ayah akan selalu berada di samping Bunda."


......................


Saat ini Rendi dan Nenek Puspa telah sampai di Jakarta. Daddy Indra dan Aira yang mengetahui tentang kepulangan Nenek Puspa sudah menunggu di kediaman Airlangga.


Aira yang melihat Nenek Puspa datang bersama Rendi, langsung saja melontarkan sindiran.


"Kenapa Tante membawa Kacung itu kembali ke kediaman Airlangga?"


"Siapa yang kamu panggil Kacung Aira?" tanya Nenek Puspa dengan tatapan tajam.


"Sekali lagi kamu menghina Cucu kandung Tante, kamu Tante larang untuk menginjakan kaki lagi di kediaman Airlangga," tegas Nenek Puspa, sontak saja semuanya membulatkan mata mendengar perkataan Nenek Puspa.


"Mbak, apa maksudnya semua ini? bagaimana bisa Rendi menjadi Cucu kandung Mbak?" tanya Daddy Indra.


Nenek Puspa menyerahkan hasil tes DNA yang menyatakan jika Rendi dan Nenek Puspa mempunyai seratus persen kecocokan.


Tidak mungkin Anak Airlangga masih hidup, jadi Rendi adalah Anak kandung Airlangga. Sebaiknya aku harus menjodohkan Rendi dengan Aira, supaya harta kekayaan milik keluarga Airlangga jatuh kepada Aira, ucap Daddy Indra dalam hati.


"Rendi, Om tidak menyangka jika kamu adalah Anak dari mendiang Airlangga. Selamat datang di Keluarga Airlangga, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik," ucap Daddy Indra dengan tersenyum penuh arti.


"Tan, kemana Ken? kenapa Ken tidak ikut pulang?" tanya Aira.


"Ken saat ini kembali ke Australia untuk membereskan pekerjaannya di sana," jawab Nenek Puspa.


"Aira boleh ya menyusul Ken ke sana?"

__ADS_1


"Aira, tolong jangan ganggu Ken lagi, karena saat ini Ken dan Nabila sudah menikah, jadi mereka sekalian berbulan madu juga di Australia."


Degg


Jantung Aira rasanya berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Nenek Puspa, Aira bagai tersambar petir mendengar semuanya.


"Ti_tidak mungkin Ken sudah menikah dengan perempuan kampung itu, Nabila pasti sudah mati, karena aku sendiri yang sudah_" perkataan Aira terhenti karena Daddy Indra membungkam mulut Aira menggunakan tangannya.


"Aira, sebaiknya sekarang kita pulang, kita masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan," ujar Daddy Indra dengan menarik tubuh Aira.


Setelah sampai di rumahnya, Aira melayangkan protes kepada Daddy Indra.


"Dad, kenapa Daddy menutup mulut Aira? Daddy juga menyeret tubuh Aira untuk pulang?"


"Aira, apa kamu mau bunuh diri sehingga berniat mengatakan semua kejahatan yang telah kamu lakukan?" tanya Daddy Indra.


"Tapi Dad, Aira tidak rela jika Ken menikah dengan perempuan kampung itu, selamanya Ken hanya milik Aira."


"Aira, kenapa kamu jadi bodoh seperti ini? seharusnya yang kamu dekati sekarang bukanlah Ken, tapi Rendi, karena harta kekayaan Airlangga pasti akan jatuh ke tangan Rendi."


"Tapi Aira sudah terlanjur mencintai Ken, Dad."


"Memangnya cinta bisa membuat kamu kenyang Aira? yang bisa membeli semua yang kamu mau hanyalah uang, bukan cinta. Jadi, mulai sekarang kamu harus bisa mendapatkan cinta Rendi supaya nanti semua harta Rendi jatuh ke tangan kita."


"Baiklah, mulai sekarang Aira akan gencar mendekati Rendi, dan pasti Aira akan mendapatkan Rendi dengan mudah, supaya Aira segera menjadi Ratu di kediaman Airlangga."


"Bagus, itu baru Anak Daddy," ujar Daddy Indra dengan tersenyum penuh kemenangan, karena Daddy Indra dan Aira sudah merasa yakin jika rencana mereka akan berhasil.


......................


Hari ini Ken akan mengantar Nabila menuju Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyakit Nabila, supaya Nabila bisa segera mendapatkan pengobatan.


"Sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Ken yang melihat Nabila sudah membawa tas selempang nya.


"Udah Yah. Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya," ujar Nabila yang di Amini oleh Ken.

__ADS_1


"Bunda harus selalu semangat ya, apa pun yang terjadi kita harus selalu menerimanya dengan ikhlas," ujar Ken dengan menggandeng Nabila menuju tempat parkir.


__ADS_2