
Nabila beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum menjawab pertanyaan Ken, karena saat ini Nabila masih belum bisa memaafkan kesalahan yang telah Ken lakukan.
"Aku rasa Mas Rendi lebih baik dibandingkan denganmu Ken, selama ini dia sudah menjaga kami dengan baik, dan dia sudah menjadi sosok Suami dan Ayah yang baik untuk Rendra, jadi aku tidak mungkin menikah denganmu," ucap Nabila.
Ken begitu terpukul dengan penolakan Nabila, tapi bagaimanapun juga itu sudah menjadi keputusan Nabila, dan Ken tidak bisa memaksanya.
"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu, tapi aku harap kamu bisa ikut pulang ke Jakarta untuk menemui Nenek, karena sebenarnya kamu adalah Cucu kandung Nenek Puspa yang hilang," ujar Ken.
Nabila tidak percaya dengan semua perkataan Ken, karena selama ini dia sudah hidup di Panti Asuhan tanpa mengetahui dimana keberadaan keluarganya.
"Kamu jangan bercanda Ken, sejak aku bayi, aku sudah tinggal di Panti Asuhan karena kedua orangtuaku sudah meninggal dunia pada kecelakaan mobil."
"Aku juga tidak pernah mengira tentang semua itu Nabila, tapi kalung yang selama ini kamu pakai adalah kalung yang sama dengan milik Cucu Nenek Puspa yang hilang, karena Nenek Puspa sendiri yang memesannya langsung dari temannya yang tinggal di Dubai, dan kalung tersebut hanya ada satu di Dunia."
Nabila masih belum percaya dengan semua kebenaran tentang jati dirinya, tapi sejak pertama kali Nabila melihat Nenek Puspa mereka mempunyai ikatan batin yang kuat.
"Aku masih belum percaya dengan semua ini, tapi sejak awal aku bertemu dengan Nenek Puspa, aku merasa dekat dengan beliau."
"Kamu bersedia kan untuk ikut pulang denganku setelah Anak kita sembuh?" tanya Ken.
"Baiklah, aku akan ikut kamu ke Jakarta, tapi setelah aku dan Mas Rendi menikah," ujar Nabila.
Deg
Jantung Ken rasanya berhenti berdetak mendengar keputusan Nabila yang ingin menikah dengan Rendi, dan Rendi yang mendengar keputusan Nabila langsung saja angkat suara.
"Aku tau kalau kamu masih kecewa terhadap Ken, sehingga kamu mengambil keputusan seperti itu. Nabila, kamu harus pikirkan semuanya baik-baik, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari."
"Tidak Mas, keputusanku sudah bulat, dan aku yakin jika Mas Rendi juga mencintaiku kan?" tanya Nabila.
"Nabila, aku memang mencintaimu, tapi kebahagiaanmu adalah Ken, karena aku tau kalau kalian berdua saling mencintai."
__ADS_1
Aku memang mencintai Ken, tapi saat ini aku dan Rendra akan lebih aman jika hidup bersama Mas Rendi. Aira begitu berambisi untuk memiliki Ken, sehingga dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Maafkan aku Ken, tapi aku terpaksa melakukan semua ini demi Anak kita, ucap Nabila dalam hati.
Ken hanya bisa pasrah dengan keputusan Nabila, meski pun Ken masih berharap jika Nabila akan merubah keputusannya.
"Ren, jika memang Nabila lebih memilih untuk menikah denganmu, aku akan merelakan Nabila untukmu," ucap Ken dengan lirih dan tanpa terasa buliran bening mengalir pada pipi Ken, begitu juga dengan Nabila.
Aku bukannya tidak bahagia dengan keputusan Nabila, tapi percuma aku menikah dengan Nabila, tapi hatinya hanya milik Ken, ucap Rendi dalam hati.
"Nanti aku pikirkan dulu semuanya, karena saat ini yang lebih penting adalah kesembuhan Rendra," ujar Rendi.
Ketika Rendra terbangun, Rendra langsung menangis karena masih merasakan sakit pada tubuhnya. Nabila dan Rendi sudah mencoba menenangkan Rendra, tapi Rendra masih juga menangis.
"Apa aku boleh menggendong Rendra?" tanya Ken.
Setelah Ken menggendong Rendra, Rendra langsung berhenti menangis, bahkan Rendra memeluk erat tubuh Ken.
"Nabila, apa kita bisa bicara?" tanya Rendi, dan Nabila menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Apa yang ingin Mas Rendi bicarakan?" tanya Nabila.
"Nabila, kamu lihat sendiri kan bagaimana kedekatan Rendra dengan Ken, padahal mereka baru kali ini bertemu," ujar Rendi.
"Mas, selama dua tahun ini kita sudah hidup bersama, dan aku rasa Mas Rendi lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Ken," ujar Nabila.
Rendi memegang kedua bahu Nabila, kemudian menatap lekat wajah cantik yang saat ini berada di hadapannya.
"Nabila, kamu jangan pernah membohongi diri sendiri, karena rasanya pasti akan sangat sakit. Meski pun selama ini aku yang selalu berada di samping kalian, tapi kita tidak akan bisa memutus ikatan darah antara Ken dan Rendra, dan yang saat ini Rendra butuhkan adalah kedua orangtua kandungnya."
Nabila menangis dengan memeluk tubuh Rendi, karena selama ini Rendi selalu mengerti dirinya.
"Mas, sebenarnya aku takut jika Aira dan Ayahnya akan kembali mengganggu kehidupanku jika sampai aku menikah dengan Ken, apalagi Aira berambisi untuk mendapatkan Ken."
__ADS_1
"Kamu salah Nabila, jika kamu berada di samping Ken, kamu akan lebih aman, karena Ken mempunyai kekuatan yang besar untuk melindungi kamu dan Rendra. Justru aku takut mereka akan mencelakai kamu dan Rendra jika mereka sampai mengetahui jika kamu adalah Cucu kandung Nenek Puspa, karena yang mereka incar sebenarnya bukanlah Ken, tapi harta kekayaan keluarga Airlangga," ujar Rendi.
Nabila terlihat berpikir, karena perkataan Rendi ada benarnya juga, dan sebelumnya Ken pernah mengatakan tentang ambisi Daddy Indra yang sudah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta kekayaan keluarga Airlangga.
"Tapi bagaimana dengan Mas Rendi?" tanya Nabila yang tidak ingin meninggalkan Rendi.
"Aku akan baik-baik saja, dan aku akan selalu menjadi perisai untuk kamu dan Rendra."
"Terimakasih banyak Mas, karena selama ini Mas Rendi sudah begitu tulus mencintaiku serta menyayangi Rendra, dan maaf jika selama ini aku tidak pernah bisa mencintai Mas Rendi, meski pun aku sudah berusaha," ucap Nabila.
"Aku tau Nabila, makanya aku tidak mau egois dengan menikahi kamu, karena cinta tidak bisa dipaksakan, dan cinta juga tidak harus saling memiliki. Akan tetapi, cinta adalah sebuah pengorbanan, asalkan orang yang kita cintai bahagia, maka kita harus ikut bahagia, dan aku akan merelakan kamu untuk Ken."
"Tapi aku tidak ingin melihat Mas Rendi terluka."
"Jika kamu tidak ingin melihatku terluka, kamu harus selalu bahagia dengan orang yang kamu cintai. Meski pun kita tidak bisa menjadi Suami istri, tapi selamanya Rendra akan tetap menjadi Anakku, dan kamu bisa menganggap aku sebagai Kakak kamu."
"Terimakasih banyak Mas, terimakasih. Selamanya aku tidak akan pernah melupakan kebaikan Mas Rendi."
Dan selamanya juga aku tidak akan pernah melupakan kamu Nabila, ucap Rendi dalam hati.
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita masuk, kita harus memberitahukan kabar gembira ini kepada Calon Suami kamu," ujar Rendi.
"Bagaimana kalau kita mengerjai Ken dulu," ujar Nabila dengan mengetuk-ngetuk telunjuknya pada dagu.
"Boleh juga tuh, bagaimana caranya?" tanya Rendi.
Nabila membisikan rencananya kepada Rendi, dan Rendi terlihat tertawa mendengar rencana konyol Nabila.
*
*
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk Karya receh saya, jangan lupa like dan hadiahnya, mau ngasih vote juga gak bakalan nolak, 🙈🙏