
Malam pun kini telah tiba, tapi Nabila terlihat gelisah karena lagi-lagi harus satu kamar dengan Ken yang berstatus bukan Suaminya.
"Nabila, kenapa kamu berdandan seperti ninja?" tanya Ken yang melihat Nabila mengenakan baju sangat tertutup, bahkan sepertinya memakai beberapa lapis pakaian.
"Saya_" ucap Nabila merasa ragu-ragu jika dia meminta tidur di atas sofa, karena pasti Ken tidak akan mengijinkannya.
"Aku tau apa isi otakmu itu, maaf ya, aku gak nafsu tuh sama kamu," ujar Ken yang lain di mulut lain di hati, karena saat bersama Nabila, Ken selalu merasakan jantungnya berpacu dengan cepat.
Nabila kini membaringkan tubuhnya, begitu juga dengan Ken, dan mereka sudah memakai pembatas di tengah-tengah tempat tidur.
Aira sebelumnya sudah menambah mata-matanya untuk mengintip Ken dengan Nabila, dan mata-matanya mengintip lewat celah kaca atas kamar Ken, kemudian mata-matanya langsung melaporkan kepada Aira jika Nabila dan Ken tidur memakai penghalang guling, sehingga Aira memutuskan untuk menggerebek Ken dan Nabila.
Aira bergegas menuju kediaman Airlangga yang kebetulan berhadapan dengan rumahnya.
"Tante, kita harus segera ke kamar Nabila dan Ken," ujar Aira kepada Nenek Puspa.
"Apa maksud kamu Aira? jangan gila kamu, memangnya kamu mau kita melihat Nabila dan Ken bermesraan?" tanya Nenek Puspa yang merasa geram dengan ide gila Aira, tapi bukan Aira namanya jika tidak keras kepala, sehingga Aira langsung mendorong kursi roda Nenek Puspa menuju kamar Ken.
Ken yang sudah tau jika ada mata-mata yang mengintip dirinya dan Nabila, langsung saja mengungkung tubuh Nabila, kemudian menutup tubuh mereka dengan selimut.
Nabila hendak berbicara, tapi Ken menutup mulut Nabila menggunakan tangannya.
"Diam Nabila, saat ini ada yang sudah berani mengintip kita, sebaiknya sekarang kamu buka baju kamu," ujar Ken.
"Jangan Tuan, saya mohon."
"Kita cuma pura-pura, lagian aku tau kalau kamu pakai baju lebih dari tiga lapis, kamu buka satu saja," ujar Ken dengan membantu Nabila membuka salah satu pakaiannya, kemudian Ken melemparkan ke bawah tempat tidur dengan baju yang ia kenakan.
Ken yang sebelumnya sudah mengetahui ide gila Aira karena Rendi sempat mendengar mata-mata Aira saat menelpon, sengaja tidak mengunci pintu kamarnya, supaya Aira malu dengan perbuatannya sendiri.
__ADS_1
Langkah kaki Aira yang mendorong kursi roda Nenek Puspa sudah semakin terdengar, bahkan saat ini sudah terdengar suara pintu yang terbuka.
"Mendessahlah Nabila," bisik Ken.
"Tapi aku tidak bisa," bisik Nabila, sehingga Ken menggigit tangan Nabila.
"Awwww, sakit Ken," teriak Nabila, sehingga Aira dan Nenek Puspa yang berada di sana mengira jika Ken dan Nabila sedang melakukan hubungan Suami istri.
"Sayang, maaf aku akan melakukannya pelan-pelan," ujar Ken dengan tersenyum puas, karena Ken yakin kalau saat ini Aira sudah percaya dengan hubungan Ken dan Nabila.
Luruh sudah air mata Aira yang melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Lelaki yang selama ini selalu menjadi obsesinya ternyata sudah benar-benar dimiliki oleh perempuan lain.
"Puas kamu mempermalukan diri sendiri Aira?" tanya Nenek Puspa, dan Ken langsung berguling di samping Nabila dengan bertelanjang dada, tapi Ken menutup bagian bawahnya yang masih mengenakan celana dengan selimut, sedangkan Nabila menutup tubuhnya sebatas leher supaya Nenek Puspa dan Aira mengira jika Nabila tidak memakai pakaian, padahal Nabila masih mengenakan pakaian kumplit.
"Nenek, Aira, sedang apa kalian di kamar Ken?"
"Maaf Nek, saking bersemangatnya Ken sampai lupa mengunci pintu, nanti Ken akan langsung mengunci pintunya supaya tidak ada lagi orang yang mengintip. Sayang, kamu jangan pakai baju dulu ya, nanti kita lanjutkan lagi setelah aku mengunci pintu," ujar Ken, dan Aira rasanya ingin pingsan mendengar semua itu.
Ini semua pasti hanya mimpi, tidak mungkin Ken bisa melakukan semua itu, bukannya dia akan mengalami alergi ketika bersentuhan dengan perempuan, tapi aku tidak melihat apa pun pada tubuhnya, ucap Aira dalam hati, kemudian langsung berlari dari kamar Ken menuju rumahnya.
"Ken, Nabila, sekali lagi Nenek minta maaf. Semoga setelah melihat semuanya, Aira akan menyerah untuk berusaha mendapatkan Ken."
"Iya tidak apa-apa Nek, Ken sangat mengerti. Semoga saja Aira tidak menggangu Ken dan Nabila lagi."
"Ya sudah, kalau begitu Nenek ke luar dulu, jangan lupa kunci pintunya," goda Nenek Puspa, kemudian Pelayan mendorong kursi roda Nenek Puspa ke luar dari dalam kamar Ken, lalu menutup kembali pintu kamar Ken.
Ken bergegas turun dari ranjang untuk mengunci pintu, dan Ken langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan.
Nabila yang melihat kelakuan Ken seperti Anak kecil hanya tersenyum melihatnya, kemudian Nabila membuka selimut yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Nabila, akhirnya kita berhasil, semoga si ganjen Aira kapok," ujar Ken dengan memeluk tubuh Nabila saking bahagianya.
Beberapa saat kemudian, Ken melepas pelukannya karena Ken ingat kalau dia bukan Muhrimnya Nabila.
"Maaf Nabila, saking senangnya aku sampai lupa," ucap Ken yang merasa tidak enak terhadap Nabila.
"Saya bahagia jika Tuan bahagia," ujar Nabila dengan tersenyum, dan jantung Ken kembali berpacu cepat.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita tidur," ujar Ken dengan bergegas membaringkan tubuhnya, kemudian tidur dengan membelakangi tubuh Nabila, karena jantung Ken akan berdetak tidak normal jika melihat wajah Nabila.
Sadar Ken, jangan sampai kamu terjebak dengan permainanmu sendiri, ucap Ken dalam hati.
......................
Satu minggu sudah Nabila tinggal di kediaman Airlangga dengan menjadi istri pura-pura Ken, dan semenjak kedatangan Nabila, semangat hidup Nenek Puspa semakin tinggi, bahkan kakinya sudah mulai bisa digerakkan, karena setiap hari Nabila selalu memberikan terapi yang pernah ia pelajari.
"Makasih ya sayang, Nabila sudah membuat Nenek menjadi bersemangat untuk menjalani hidup ini."
"Semua itu sudah kewajiban Nabila sebagai Cucu Nenek, dan Nabila akan merawat Nenek sebaik mungkin."
Sejak kejadian malam itu, Aira belum terlihat lagi datang ke kediaman Airlangga, karena saat ini Aira sedang menyusun rencana untuk menjebak Ken supaya menjadi miliknya.
"Dad, Aira harus bagaimana untuk mendapatkan Ken? sekarang Ken sudah menjadi milik perempuan kampung itu," rengek Aira kepada Ayahnya.
"Kamu tenang saja sayang, karena Daddy akan membantu kamu supaya bisa segera mendapatkan Ken dan juga harta kekayaan keluarga Airlangga."
"Sekarang apa yang harus kita perbuat Dad? Aira sudah tidak tau harus bagaimana lagi menghadapi Ken, apalagi si Nabila tidak ada takut-takutnya sama Aira."
"Sepertinya Daddy punya ide untuk menjebak Ken supaya menjadi milikmu sayang," Dan pastinya aku akan mendapatkan semua harta kekayaan Airlangga yang sudah susah payah aku singkirkan bersama keluarganya, lanjut Daddy Indra dalam hati.
__ADS_1