
Aldi sebenarnya masih penasaran dengan kepanjangan nama Anak Rendi dan Nabila yang memakai nama panjang Ken, tapi Aldi mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena merasa tidak enak terhadap Rendi dan Nabila.
Berhenti mengurusi kehidupan Nabila, Aldi. Semua itu sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan kamu, lagi pula Nabila terlihat bahagia hidup bersama Rendi, jadi sepertinya tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi, ucap Aldi dalam hati.
Setelah acara syukuran Rendra selesai, Aldi pamit kepada Rendi dan Nabila.
"Ren, Nabila, Aku pamit ya, semoga kalian selalu bahagia," ujar Aldi yang bukan hanya sekedar mengucapkan pamit untuk pulang, tapi pamit dari kehidupan Nabila untuk selamanya.
"Makasih banyak ya Pak Aldi, semoga Pak Aldi juga selalu bahagia," ucap Nabila dengan tersenyum.
Aldi bergegas meninggalkan kediaman Rendi dan Nabila karena saat ini airmatanya sudah tidak dapat ia bendung lagi.
"Mungkin kamu tidak akan berbicara seperti itu jika kamu ingat siapa aku yang sebenarnya Nabila, tapi kamu adalah perempuan paling baik yang pernah aku kenal. Dulu saja kamu masih memikirkan nasibku saat aku akan di usir oleh kedua orangtuaku. Selamat tinggal Nabila, terimakasih karena kamu sudah pernah singgah di dalam kehidupanku, dan berkat kamu juga, akhirnya aku menyadari semua kesalahan yang telah aku lakukan selama ini, dan sekarang aku sudah berubah menjadi lebih baik," gumam Aldi saat melihat Nabila dan keluarga kecilnya dari kejauhan.
Aldi tiba-tiba teringat dengan Megan, karena dulu ia telah meninggalkan Megan dalam keadaan hamil, meski pun Aldi masih belum yakin jika bayi yang Megan kandung saat itu adalah Anaknya.
Bagaimana kabar Megan? dia juga pasti sudah melahirkan. Apa nanti aku temui Megan dulu sebelum pulang ke Australia? ucap Aldi dalam hati.
......................
__ADS_1
Setelah kehilangan bayi dan juga sebelah kakinya, Megan begitu terpuruk, bahkan beberapa kali hendak melakukan percobaan bunuh diri, sampai akhirnya Andre memasukan Megan ke dalam sebuah organisasi penyemangat hidup yang semua anggota serta narasumbernya adalah orang yang memiliki kekurangan.
"Semoga saja Megan bisa menerima kenyataan pahit yang saat ini menimpanya," gumam Andre ketika mengantar Megan untuk bergabung dalam organisasi penyemangat hidup tersebut.
Megan hanya diam tanpa mau berinteraksi dengan siapa pun juga di sana, sampai akhirnya Zahira menghampiri Megan, karena Zahira melihat keputusasaan dalam diri Megan.
Selama ini Mama Risa selalu sembunyi-sembunyi mengantar Zahira untuk bergabung dalam organisasi Penyemangat hidup dari semenjak Zahira masih kecil, supaya Zahira selalu bersyukur meski pun terlahir dalam keadaan cacat, dan sudah beberapa tahun ini, Zahira menjadi salah satu narasumber dalam organisasi tersebut.
"Kak, selamat bergabung dalam Organisasi ini ya," ucap Zahira dengan memegang tangan Megan yang masih terlihat diam.
"Untuk apa kalian membuat organisasi seperti ini? apa untuk menunjukan kalau orang cacat masih bisa hidup normal dan dihargai oleh oranglain?" tanya Megan.
"Kita tidak bisa memilih takdir hidup kita, seandainya aku bisa memilih, aku juga ingin terlahir normal dengan memiliki dua kaki untuk berjalan, dan mungkin kalau aku mempunyai kaki, aku tidak akan dipandang sebelah mata oleh Ayahku sendiri, tapi Tuhan punya rencana lain yang lebih indah dalam hidupku, dan aku yakin dengan semua itu," jawab Zahira.
"Benar, Kakak masih beruntung karena sempat merasakan bagaimana rasanya berjalan menggunakan kedua kaki, tapi aku tidak pernah merasakan semua itu bahkan semenjak dilahirkan kedua ini. Awalnya aku juga sedih ketika melihat saudara kembarku yang berlari ke sana kemari menggunakan kedua kakinya, tapi Mama selalu bilang jika dibalik kekurangan yang kita miliki, ada kelebihan yang tersembunyi."
Megan nampak termenung mendengar kata-kata Zahira, karena ternyata ada orang yang lebih menyedihkan dibanding dengan dirinya.
"Aku sebenarnya putus asa ketika kehilangan bayi dan juga sebelah kakiku secara bersamaan, bahkan beberapa kali aku hendak melakukan bunuh diri, tapi Suamiku selalu berhasil menggagalkannya," ujar Megan dengan tertunduk sedih.
__ADS_1
"Apa Kakak pikir dengan mengakhiri hidup, semua masalah yang kita miliki akan selesai? Kakak salah, karena kematian adalah awal dari kehidupan abadi kita di akhirat nanti, karena di dunia ini kita hanya hidup sementara. Aku mengerti bagaimana perasaan Kakak saat ini, tapi kita harus bangkit dari keterpurukan demi orang-orang yang kita sayang."
"Selama ini aku mempunyai Suami yang begitu menyayangi dan juga mencintaiku, dia selalu ada di sampingku meski pun keadaanku sudah tidak sempurna seperti dulu lagi, tapi apa yang sudah aku lakukan kepadanya, aku tidak pernah menghargai semua usahanya, bahkan aku tidak pernah meliriknya sama sekali," ujar Megan dengan meneteskan airmata, ketika mengingat dirinya yang selalu bersikap keterlaluan kepada Andre.
"Selagi ada kesempatan, kita harus berusaha merubah semuanya sebelum terlambat, jangan sampai kita menyesal setelah orang yang benar-benar sayang kepada kita berpaling kepada perempuan lain. Semoga saja dengan adanya musibah ini Kakak lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, karena di akhirat nanti, kita juga akan diberikan pertanyaan kemana saja kita melangkahkan kaki yang kita miliki semasa hidup."
"Kamu benar, selama ini aku selalu berambisi untuk menjadi seorang model yang terkenal, bahkan aku selalu menghalalkan segala cara untuk melakukan semua itu. Mungkin Tuhan masih sayang kepadaku dengan cara mengambil sebelah kaki yang aku punya supaya aku tidak melakukan maksiat lagi," ujar Megan.
"Alhamdulillah kalau Kakak sudah menyadari semuanya. Sekarang kita bergabung dengan yang lain ya, di sini kita bisa memanfaatkan waktu untuk berkarya juga, dan nanti kita bisa menggali potensi yang kita miliki," ujar Zahira.
"Apa aku bisa menemui Suamiku dulu sebelum bergabung?" tanya Megan.
"Tentu saja boleh Kak," jawab Zahira dengan tersenyum, dan Mama Risa yang melihat Zahira, selalu merasa bangga dengan Anaknya tersebut, karena Zahira selalu bisa menjadi penyemangat hidup untuk oranglain."
Megan menghampiri Andre yang masih berdiri di depan pintu.
"Sayang, kenapa kamu ke sini lagi?" tanya Andre.
Megan tiba-tiba memeluk tubuh Andre, sehingga membuat Andre tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Dre, maaf ya jika selama ini aku bukanlah seorang istri yang baik, aku adalah istri durhaka, karena sebagai seorang istri aku tidak pernah menghargai semua yang telah kamu lakukan. Dre, makasih banyak karena selama ini kamu selalu ada untukku, kamu juga tidak pernah malu memiliki istri yang cacat seperti aku," ucap Megan dengan menangis karena akhirnya Megan menyadari kesalahan yang selama ini telah ia perbuat kepada Andre.
"Alhamdulillah, ternyata benar jika dibalik musibah selalu ada hikmah yang tersembunyi, aku bahagia karena akhirnya kamu mau melihatku juga Megan, karena itu yang selalu aku impikan selama ini," ujar Andre yang begitu bersyukur.