Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 24 ( Jadikan aku yang kedua )


__ADS_3

Nabila begitu terkejut dengan ucapan Ken yang mengatakan jika itu adalah ciuman pertamanya juga.


Jadi itu adalah ciuman pertama Tuan Ken juga? Kenapa aku bahagia mendengar semua itu? Sadar Nabila, kamu itu mikir apa, ucap Nabila dengan memukul mukul pelan kepalanya.


Ken yang baru ke luar dari kamar mandi langsung menghampiri Nabila ketika melihat Nabila memukul kepalanya, kemudian Ken memegang tangan Nabila.


"Nabila, kamu baik-baik saja kan? apa kamu pusing?" tanya Ken dengan menempelkan punggung tangannya pada dahi Nabila.


"Saya baik-baik saja Tuan, mungkin karena saya lapar," jawab Nabila asal.


Ken langsung menarik tangan Nabila ke luar dari dalam kamar.


"Kita mau kemana Tuan?" tanya Nabila.


"Bukannya kamu lapar? aku tidak mau kamu sampai sakit karena kelaparan. Jadi, sebaiknya sekarang kita makan dulu," ujar Ken, dan Nabila hanya pasrah dengan semua perlakuan Ken.


Ternyata di meja makan sudah ada Nenek Puspa dan Aira yang sengaja datang ke kediaman Airlangga supaya bisa kembali mendekati Ken.


"Kenapa wajah kalian berdua terlihat memerah?" goda Nenek Puspa kepada Ken dan Nabila.


"Nenek sengaja menggoda kami kan? padahal Nenek juga pernah muda, jadi Nenek pasti tau alasannya kalau kami habis melakukan apa," ujar Ken yang sengaja berbicara seperti itu di depan Aira.


"Sayang, sebaiknya kamu makan yang banyak, aku tidak mau kalau kamu sampai sakit," sambung Ken dengan mengisi nasi dan lauk ke dalam piring Nabila, bahkan bukan hanya itu saja yang dilakukan Ken, karena Ken langsung menyuapi Nabila.


"Sayang, aku bisa makan sendiri, jadi kamu makan juga," ujar Nabila, yang merasa tidak enak karena di sana ada Nenek Puspa dan Aira.


"Aku tidak mau makan kalau tidak kamu suapi," ujar Ken yang bersikap manja kepada istri pura-puranya tersebut.

__ADS_1


Apa sih kelebihannya perempuan kampung itu, sampai-sampai Ken bucin sekali sama Nabila, ucap Aira dalam hati.


Ketika Nabila hendak mengambil piring baru untuk Ken, Ken melarangnya.


"Sayang, kamu tidak perlu mengambil piring baru lagi untukku, karena aku ingin makan sepiring berdua denganmu," ucap Ken dengan tersenyum manis, dan Nabila tidak mungkin melawan keinginan Ken di depan Nenek Puspa dan Aira, sampai akhirnya Nabila juga menyuapi Ken.


"Kalian itu romantis sekali sih, Nenek jadi ingat saat muda dulu."


"Harus dong Nek, supaya tidak ada ulat bulu, ulat keket dan ulat ulat lainnya yang memaksa untuk masuk dalam rumah tangga kami," sindir Nabila, dan Ken merasa bahagia melihat Nabila yang cemburu karena kedatangan Aira.


Aira yang berada di sana semakin geram melihat pemandangan yang sudah membuat matanya merasa sakit.


"Apa kalian sengaja melakukan semua itu di hadapanku supaya aku merasa cemburu? tapi sayangnya semua itu tidak akan berpengaruh untukku, karena suatu saat nanti, Ken pasti akan bertekuk lutut di hadapanku," ujar Aira dengan percaya dirinya.


"Kamu kalau bermimpi jangan di siang bolong Aira, karena selamanya cintaku hanya untuk Nabila," ujar Ken.


"Ken, kenapa kamu tidak pernah melihat ketulusanku? apa kurangnya diriku dibandingkan dengan perempuan kampung itu," ujar Aira.


"Jadikan aku yang kedua Ken, Aku mau meski pun kamu hanya menjadikan aku istri kedua kamu," celetuk Aira.


Brak


Tanpa sadar Nabila terbangun dan langsung menggebrak meja makan, karena merasa geram dengan perkataan Aira.


"Apa kamu tidak punya harga diri sehingga menawarkan diri kepada lelaki yang sudah beristri?" ujar Nabila dengan tatapan tajam, sehingga Aira merasa ketakutan dan memilih untuk pergi meninggalkan kediaman Airlangga.


Nenek Puspa dan Ken sampai memegang dada mereka karena merasa terkejut dengan yang dilakukan oleh Nabila.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu begitu emosi sampai membuat kami kaget?" tanya Ken yang sebenarnya merasa bahagia karena Nabila terlihat sangat marah dengan perkataan Aira.


Nabila yang menyadari kesalahannya langsung meminta maaf karena sudah bersikap tidak sopan.


"Nek, maafin Nabila ya, Nabila sampai terbawa emosi mendengar perkataan konyol Aira," ujar Nabila yang merasa sangat malu dengan kelakuannya.


"Tidak apa-apa sayang, Nenek juga mengerti apa yang Nabila rasakan, Nabila pasti sangat kesal terhadap Aira, Nenek juga kalau jadi Nabila pasti bakalan langsung marah, bahkan Nenek bakalan jambak rambutnya sama cakar-cakar wajahnya, karena Pelakor pantas menerima semua itu."


"Sayang, kamu tidak marah kan?" tanya Nabila kepada Ken.


"Sayang aku tidak akan marah, bahkan aku merasa senang karena artinya kamu mencintaiku. Kamu tenang saja ya, selamanya cintaku hanya untuk kamu seorang," ujar Ken dengan memeluk Nabila, karena jika di hadapan Nenek Puspa, Nabila pasti tidak akan menolaknya, dan Ken sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan supaya bisa merasakan pelukan hangat dari perempuan yang dicintainya.


Rendi yang dari kejauhan melihat Ken dan Nabila berpelukan, kembali merasakan sakit pada hatinya.


Seharusnya aku sadar jika aku bukanlah siapa-siapa dan tidak akan bisa dibandingkan dengan Tuan Ken, jadi jangan pernah bermimpi bisa bersaing dengan Tuan Ken, apalagi berharap untuk mendapatkan cinta dari perempuan yang dicintai oleh Tuan Ken, ucap Rendi dalam hati, kemudian melangkahkan kaki menuju taman.


Aira yang tidak sengaja melihat raut wajah sedih Rendi ketika melihat Ken dan Nabila, merasa sangat yakin jika Rendi memiliki perasaan cinta kepada Nabila, sampai akhirnya ia menghampiri Rendi untuk mengajaknya bekerjasama.


"Heh Kacung, kamu cinta ya sama perempuan kampung itu?" tanya Aira dengan duduk di samping Rendi.


"Apa maksud Non Aira, saya tidak mengerti," ujar Rendi yang hendak berdiri untuk meninggalkan Aira.


"Kamu tidak usah berlaga bodoh, memangnya kamu pikir aku tidak tahu tentang perasaan kamu kepada Nabila? bagaimana kalau kita bekerjasama untuk memisahkan Ken dan Nabila," ujar Aira.


"Maaf Nona, meskipun di sini saya hanya seorang Kacung, tapi saya punya harga diri, dan saya tidak akan mungkin merebut istri dari majikan saya, karena saya tidak serendah itu," tegas Rendi.


"Dasar munafik, dengan atau tanpa bantuan darimu, aku pasti akan memisahkan Nabila dari Ken, dan aku pasti akan membuat Ken bertekuk lutut di hadapanku," ujar Aira.

__ADS_1


"Silahkan saja Nona melakukan apa pun yang Nona mau, tapi saya pikir kalau Anda hanya akan mempermalukan diri Anda sendiri, karena saya sangat yakin jika Tuan Ken tidak akan pernah tergoda oleh perempuan seperti Anda. Jangankan Tuan Ken yang mempunyai segalanya, bahkan saya yang hanya seorang kacung juga tidak tertarik dengan perempuan seperti Anda," sindir Rendi dengan melangkahkan kaki untuk kembali masuk ke dalam rumah, dan sontak saja semua itu membuat Aira merasa geram.


"Dasar kacung tidak tahu diri, lihat saja nanti setelah aku menikah dengan Ken, orang pertama yang akan aku pecat adalah kamu Rendi," ujar Aira dengan mengepalkan kedua tangannya.


__ADS_2