
Aldi masih melamun ketika mendengar perkataan Megan jika Nabila telah hilang tanpa jejak.
Apa aku beritahukan saja keberadaan Nabila kepada Megan? tapi saat ini Andre bekerja di perusahaan Ken, bagaimana nanti kalau Andre mengatakan keberadaan Nabila kepada Ken? Rendi juga pasti punya alasan membawa Nabila pergi, ucap Aldi dalam hati.
"Mas Aldi baik-baik saja kan?" tanya Megan yang melihat Aldi melamun.
"Eh iya, maaf Megan, sepertinya aku harus pergi sekarang, soalnya aku mau langsung kembali ke Australia. Jaga diri kamu baik-baik ya, tetap semangat dalam menjalani hidup ini, sampaikan salam ku kepada Andre," ujar Aldi, kemudian mengucapkan salam sebelum pergi.
"Sekarang urusanku sudah selesai, sebaiknya aku langsung kembali ke Australia saja," gumam Aldi yang langsung menuju Bandara.
......................
Dari semalam Rendi terus mencoba menelpon Ken, tapi handphone nya tidak aktif.
"Kemana Tuan Ken? apa Tuan Ken ganti nomor? padahal aku harus segera memberitahukan tentang kondisi Nabila saat ini. Aku tidak ingin merasa berdosa seumur hidup jika sampai terjadi sesuatu yang buruk kepada Nabila, aku tidak mau egois, dan aku ingin melihat Nabila bahagia dengan lelaki yang dia cintai," gumam Rendi.
"Mas Rendi kenapa melamun?" tanya Nabila yang tiba-tiba ada di belakang Rendi, sontak saja Rendi merasa terkejut, sampai-sampai handphone yang sedang ia pegang terjatuh.
"Mas Rendi baik-baik saja kan? untung saja handphonenya tidak rusak," tanya Nabila dengan mengambil handphone Rendi yang terjatuh di bawah kakinya.
Nabila tidak sengaja melihat nama Tuan Ken pada layar handphone Rendi.
"Mas, siapa Tuan ken?" tanya Nabila yang merasa penasaran, karena hampir setiap malam Nabila selalu saja memimpikan Ken.
"Dia Bos aku saat di Jakarta dulu," jawab Rendi dengan perasaan yang sudah tidak menentu.
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita sarapan dulu yuk, kasihan Ibu sama Bapak pasti sudah lapar," aja Nabila dengan menggandeng tangan Rendi.
Rendra saat ini tengah di ajak main oleh Paman dan Bibinya Rendi, dan mereka sangat menyayangi Rendra seperti Cucunya sendiri, apalagi Paman dan Bibinya Rendi tidak memiliki keturunan, jadi mereka sangat bahagia ketika Rendra lahir.
"Bu, Pak, mari sarapan dulu," ajak Nabila dengan menggendong Rendra.
"Maaf kami jadi ngerepotin Nak," ujar Bu Fatimah.
__ADS_1
"Ibu dan Bapak kan sudah kami anggap sebagai orangtua kami sendiri, kami yang justru ngerepotin karena sudah menitipkan Rendra," ujar Nabila.
"Kami bahagia karena semenjak ada Rendra kami tidak kesepian lagi, semenjak Rendi merantau ke Jakarta, kami selalu merasa kesepian. Makanya kalian cepetan bikin Adik buat Rendra," ujar Bu Fatimah, dan Rendi yang mendengarnya langsung tersedak.
"Mas hati-hati dong kalau makan," ujar Nabila dengan menepuk pelan pundak Rendi, kemudian memberikan segelas air putih kepada Rendi.
"Makasih sayang," ucap Rendi yang saat ini salah tingkah.
Mana mungkin aku menghamili perempuan yang bukan istriku. Seandainya Nabila adalah istriku, pasti aku sangat bahagia, tapi aku tidak mau menjadi orang egois yang memanfaatkan keadaan ketika ingatan Nabila belum kembali, ucap Rendi dalam hati.
Nabila mengira Rendi tersedak karena takut jika kedua orangtua angkatnya tersebut mengetahui kalau Rendi impoten.
"Bu, Pak, kami minta do'anya saja ya, semoga kami segera diberikan keturunan lagi," ucap Nabila yang mencoba menutupi kekurangan Rendi.
Nabila pasti tidak ingin jika Ibu dan Bapak mengetahui kalau aku impoten makanya dia berkata seperti itu, kasihan Nabila karena aku selalu membohonginya, batin Rendi.
......................
Setelah sampai di Australia, Reva sudah terlihat menjemput Aldi di Bandara, dan senyum terukir pada bibir keduanya.
"Aku juga sangat merindukanmu, makanya aku menjemputmu ke sini. Untung saja Bos ku selalu menjaga jarak denganku, makanya pekerjaanku tidak terlalu sibuk," cerocos Reva yang saat ini tengah bergandengan dengan Aldi menuju mobil.
Selama Reva dan Aldi terpisah jarak dan waktu, keduanya menyadari jika mereka sudah saling jatuh cinta, sampai akhirnya mereka berdua menerima perjodohan dari orangtua mereka.
"Aku tidak percaya jika ada lelaki yang menjaga jarak denganmu. Padahal aku saja langsung terpesona saat kita pertama kali bertemu," ujar Aldi.
"Masa sih? aku gak percaya, buktinya saat pertama kali bertemu, kamu tidak mau melihat wajahku. Sebenarnya Bos ku sudah menikah, dan dia sangat mencintai istrinya, dan dia bilang kalau dirinya alergi perempuan," ujar Reva.
"Itu karena aku takut jatuh cinta padamu, makanya aku sengaja tidak melihatmu sayang," ujar Aldi, dan Reva berbunga-bunga mendengar Aldi yang memanggilnya sayang.
"Aku jadi ingat Ken yang alergi perempuan," sambung Aldi.
"Bos aku emang Tuan Ken, dan Nabila sangat beruntung karena kemana pun Tuan Ken pergi, ia selalu membawa fhoto Nabila," ujar Reva.
__ADS_1
Degg
Aldi terkejut mendengar perkataan Reva, karena selama ini dia mengetahui jika Nabila adalah istrinya Rendi.
Pasti ada sesuatu yang tidak beres antara Ken, Rendi dan Nabila. Aku harus menanyakannya secara langsung kepada Ken, ucap Aldi dalam hati.
"Sayang, kamu tau kan dimana Ken tinggal?" tanya Aldi.
"Tentu saja aku tau, aku kan Asisten pribadinya, walau pun aku hanya mengantar Tuan Ken sampai parkiran apartemen, Tuan Ken juga selalu menyuruhku duduk di sebelah Supir, bahkan saat pertama kali kami bertemu, Tuan Ken meminta supaya Asistennya diganti oleh laki-laki."
"Kamu sekarang antar aku ke apartemen Ken ya," ujar Aldi.
"Apa kamu ingin kembali merebut Nabila darinya?" tanya Reva dengan tertunduk sedih.
"Aku sudah melupakan Nabila, jadi kamu jangan salah paham dulu, tapi ada sesuatu yang harus aku tanyakan pada Ken, nanti kamu pasti akan tau semuanya," ujar Aldi.
Reva terpaksa mengantar Aldi menuju apartemen Ken, karena Aldi mencoba untuk meyakinkan Reva kalau dirinya sudah benar-benar melupakan Nabila.
Setelah sampai di depan pintu apartemen, Reva menekan bel, dan beberapa saat kemudian Ken membuka pintu.
"Mau apa kamu ke sini? kalau ada urusan kerjaan besok saja kita selesaikan di kantor, aku tidak mau menerima tamu perempuan," usir Ken yang belum menyadari keberadaan Aldi.
"Bukan Reva yang ingin bertemu dengan kamu Ken, tapi aku," ujar Aldi.
"Dunia ini ternyata sangat sempit sekali ya, bahkan sudah di Australia pun aku masih bisa bertemu denganmu," ujar Ken dengan tersenyum mengejek.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu Ken," ujar Aldi.
"Maaf, aku sedang tidak mood untuk berbicara dengan siapa pun juga, apalagi kamu adalah mantan Suami dari perempuan yang sangat aku cintai. Tapi aku harusnya bersyukur, karena berkat kamu aku bisa bertemu dengan Nabila. Apa kamu ke sini bertujuan untuk menjual Reva kepadaku?" sindir Ken.
"Aku tau jika dulu aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal kepada Nabila, dan aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama kepada Reva. Meski pun Reva bukan cinta pertamaku, tapi Reva akan menjadi cinta terakhirku."
"Bagus deh kalau seperti itu, semoga kamu tidak melakukan kesalahan yang sama. Maaf aku mau istirahat, sebaiknya kalian berdua pergi dari sini," usir Ken.
__ADS_1
"Aku tau keberadaan Nabila," ucap Aldi.