Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 21 ( Semakin jatuh cinta )


__ADS_3

Nabila yang mendengar pertanyaan Ken terlihat berpikir, sampai akhirnya Nabila menghela nafas panjang sebelum angkat suara.


"Maaf Tuan tadi saya sudah menginjak kaki Tuan, kaki Tuan tidak kenapa-napa kan? apa sekarang masih sakit?" tanya Nabila yang hendak memeriksa kaki Ken, tapi Ken melarangnya.


"Jangan seperti ini Nabila, kamu jangan merendahkan dirimu sendiri dengan memegang kaki oranglain, kamu itu Ratu bukan Babu, jadi kamu tidak pantas melakukan semua itu," ujar Ken.


"Saya hanya ingin memeriksa kaki Tuan sebagai bentuk dari rasa tanggung jawab saya karena sudah membuat Tuan merasa kesakitan."


"Sudahlah kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja asalkan kamu berada di sampingku," ujar Ken dengan tersenyum dan menggenggam erat tangan Nabila.


"Oh iya, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, apa yang kamu katakan tentang hubungan kita kepada Bu Tika?" tanya Ken.


"Maaf Tuan, saya tidak mau kalau Bu Tika mengetahui jika saya sudah menjadi istri pura-pura Tuan, karena pasti Bu Tika akan kecewa jika saya sudah membohongi oranglain, makanya saya bilang kalau saya menjadi Asisten rumah tangga di kediaman Airlangga."


"Kalau tidak mau menjadi istri pura-pura, apa kamu mau jadi istri beneran saya?" tanya Ken, dan Nabila hanya diam mematung mendengar perkataan Ken, sedangkan Rendi yang sedang minum sampai tersedak mendengarnya.


"Tuan barusan berbicara apa?" tanya Nabila yang ingin memastikan jika dirinya tidak salah dengar.


"Tidak ada siaran ulang, sebaiknya kamu lupakan saja perkataanku barusan. Kamu juga Rendi, ngapain pake tersedak segala?" ujar Ken yang merasa kesal.


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja," jawab Rendi.


Jadi benar kalau Tuan Ken mencintai Nona Nabila, dan Tuan Ken barusan melamarnya. Kenapa hatiku terasa sakit mendengarnya, ucap Rendi dalam hati.


Ken yang semalaman tidak tidur karena terus memikirkan Nabila, menyandarkan kepalanya pada bahu Nabila, dan beberapa saat kemudian Ken tertidur di bahu Nabila dengan tangan yang terus menggenggam erat tangan Nabila.


Sepertinya semalaman Tuan Ken tidak tertidur, makanya Tuan Ken sampai tertidur pulas di bahuku, ucap Nabila dengan mengelus lembut kepala Ken, dan semua itu tidak luput dari perhatian Asisten Rendi.


Nona Nabila juga sepertinya sudah jatuh cinta kepada Tuan, tapi kenapa hatiku terasa sakit melihat semua kenyataan ini. Kamu harus sadar Rendi, kamu jangan sampai menjadi orang ketiga dalam hubungan Nona Nabila dan Tuan Ken, ucap Rendi dalam hati.


Mobil Ken saat ini sudah terparkir di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Ibukota Jakarta, karena sebelumnya Ken sudah menyuruh Rendi untuk mengantar Ken dan Nabila berbelanja.


"Asisten Rendi, kenapa kita berhenti di sini? apa Tuan Ken tidak akan masuk kerja?" tanya Nabila.


"Hari ini Tuan sengaja mengambil cuti, karena Tuan ingin mengantar Nona untuk berbelanja pakaian, apalagi besok Tuan akan mengajak Nona untuk menghadiri Reuni di kampusnya. Kalau begitu saya tunggu di luar, nanti setelah Tuan bangun kita baru berbelanja."


Asisten Rendi dan Supir Pribadi Ken ke luar dari dalam mobil meninggalkan Nabila dan Ken yang masih tertidur di pundak Nabila, dan beberapa saat kemudian, Ken terbangun ketika merasakan pergerakan pada tubuh Nabila karena menepuk nyamuk yang baru masuk ke dalam mobil ketika Asisten Rendi membuka pintu.


"Sayang, maaf aku sampai ketiduran, apa bahu kamu pegal?" tanya Ken.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja Tuan," jawab Nabila.


Sepertinya Tuan Ken terbawa akting, sampai-sampai tidak ada orang pun dia masih saja memanggilku sayang, ucap Nabila dalam hati.


"Kenapa kamu diam saja? apa ada yang salah dengan perkataanku?" tanya Ken.


"Tidak Tuan, saya cuma heran saja kenapa Tuan mengajak saya ke sini?" tanya Nabila.


"Kita ke sini untuk berbelanja pakaian, karena besok aku akan mengajak kamu untuk menghadiri acara Reuni kampus."


"Tapi pakaian di rumah juga masih banyak dan bagus-bagus."


"Aku tidak menerima penolakan, jadi Sebaiknya sekarang kita turun," ujar Ken.


"Tapi saya takut mempermalukan Tuan jika harus ikut ke acara reuni besok."


"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, dan aku akan selalu berada di sisimu sepanjang acara berlangsung," ujar Ken dengan mencium tangan Nabila.


"Tuan, di sini tidak ada orang, kenapa Tuan terus bersandiwara?" tanya Nabila.


Tiba-tiba Ken mendekatkan wajahnya pada Nabila, dan saat ini jantung keduanya berpacu cepat.


"Tuan tidak sedang sakit mata kan? kenapa di mata Tuan banyak kotorannya," ujar Nabila.


Ken yang memang selalu terlihat bersih langsung ke luar dari dalam mobil.


"Ren, kamu antar Nabila masuk duluan ke butik langganan Nenek, aku mau ke kamar mandi dulu, nanti aku menyusul ke sana," ujar Ken.


"Mari Nona, saya antar," ujar Asisten Rendi.


Sesampainya di dalam butik, Asisten Rendi terlihat sibuk menerima telpon, sehingga Asisten Rendi memutuskan untuk ke luar dari dalam butik.


Nabila yang ditinggal sendirian terlihat bingung untuk memilih pakaian, apalagi saat Nabila lihat harga pakaian di butik tersebut sangat mahal-mahal.


"Kenapa pakaian di sini sangat mahal-mahal? sayang sekali uangnya jika aku pakai untuk membeli pakaian di sini, mending aku kasih untuk makan Adik-adik ku di Panti," gumam Nabila.


Karyawan butik yang mendengar perkataan Nabila, langsung saja menghampirinya.


"Kalau tidak mampu beli pakaian di sini, jangan sok soan masuk ke sini deh. Miskin saja belagu pake mau beli baju di sini segala," sindir Karyawan Butik.

__ADS_1


Ken yang baru datang ke dalam butik dan mendengar Nabila dihina oleh seorang karyawan, langsung saja angkat suara.


"Tutup mulut Anda, karena tidak sepantasnya Anda menghina istri saya, kalau istri saya mau, dia bisa saja membeli butik ini sekarang juga," tegas Ken.


Pemilik butik yang sudah mengenal Ken, langsung saja menghampiri Ken yang terlihat marah.


"Tuan Keenan, suatu kehormatan bagi butik kami kedatangan orang terhormat seperti Anda," ujar pemilik butik.


"Tapi sepertinya kami tidak bisa berbelanja di sini lagi Nyonya," ujar Ken.


"Maaf Tuan, apa Karyawan saya telah melakukan kesalahan?" tanya pemilik butik.


"Dia sudah menghina istri saya, dan saya tidak bisa terima semua itu," ujar Ken.


Karyawan butik sudah gemetar ketakutan, apalagi pemilik butik sudah menatap tajam kepadanya.


"Kamu minta maaf sekarang juga," bentak pemilik butik kepada karyawannya.


"Maaf Tuan, saya tidak tau kalau Nona ini adalah istri Tuan," ucap karyawan butik.


"Jadi kalau dia bukan istri saya, Anda bisa seenaknya menghina orang?" ujar Ken.


"Tuan jangan khawatir, sekarang juga saya akan memecat karyawan saya," ujar pemilik butik.


"Saya mohon jangan pecat saya Nyonya, saya adalah tulang punggung keluarga," ujar Karyawan butik dengan menangis.


Nabila yang tidak tega kepada Karyawan butik akhirnya angkat suara juga.


"Saya harap Nyonya tidak memecat karyawan Nyonya, kasihan kalau sampai di pecat, apalagi dia merupakan tulang punggung keluarga," ujar Nabila.


"Sayang, tapi tadi dia sudah menghina kamu, dan aku tidak terima semua itu," ujar Ken.


"Sayang, setiap orang pernah melakukan kesalahan, yang penting dia tidak mengulangi kesalahan yang telah dia perbuat," ujar Nabila.


Karyawan butik merasa malu terhadap Nabila, karena Nabila masih berbaik hati membelanya.


"Makasih banyak Nona, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ujar Karyawan butik yang hendak bersimpuh di kaki Nabila.


"Jangan seperti ini Mbak, saya bukan Tuhan atau pun orangtua Mbak yang harus Mbak sembah. Semoga semua ini menjadi pelajaran ya untuk semuanya, jika kita tidak boleh bersikap sombong serta menghina oranglain," ujar Nabila dengan merangkul tubuh Karyawan butik yang masih menangis, dan Ken semakin kagum dengan sosok Nabila.

__ADS_1


Kamu semakin membuatku jatuh cinta Nabila, ucap Ken dalam hati.


__ADS_2