Di Ujung Penantianku

Di Ujung Penantianku
Bab 63 ( Rahasia besar )


__ADS_3

Rendi yang sudah bertukar nomor handphone dengan Zahira, mencoba mengirim pesan kepada Zahira, tapi Zahira tidak membalas pesan dari Rendi.


"Kenapa Zahira tidak membalas pesan dariku ya? padahal aku tulus ingin berteman dengan dia," gumam Rendi.


Rendi memutuskan untuk menelpon Zahira, tapi Zahira tidak mengangkatnya.


"Kenapa Zahira tidak mengangkat teleponku juga? Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk kepadanya," gumam Rendi.


Beberapa saat kemudian, Nenek Puspa mengetuk pintu kamar Rendi karena ingin menanyakan kabar Nabila dan Ken.


"Ren, bagaimana kabar Nabila dan Ken? kenapa mereka tidak pernah mengangkat panggilan video dari Nenek? bahkan di telpon pun mereka tidak mengangkatnya, padahal Nenek kangen sekali kepada mereka."


"Mungkin saat ini mereka sedang sibuk Nek, nanti Rendi coba hubungi mereka." Maafin Rendi Nek, Rendi tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, karena saat ini kondisi Nabila sedang tidak baik, makanya Ken menutupi semuanya dari kita supaya Nenek tidak merasa cemas, lanjut Rendi dalam hati.


Rendi mencoba mencari tahu informasi tentang Zahira dari Nenek Puspa, karena Rendi ingin lebih mengenal sosok Zahira.


"Nek, apa Nenek dekat dengan Zahira kembarannya Aira?" tanya Rendi.


"Memangnya kenapa? apa kamu suka sama Zahira?" Nenek Puspa balik bertanya.


"Rendi hanya kasihan saja dengan nasibnya yang malang, padahal Zahira adalah gadis yang baik."


"Iya Ren, Nenek juga kasihan terhadap Zahira, tapi Nenek tidak bisa membantu apa pun, karena Indra selalu mengurungnya, bahkan tidak mengijinkan Zahira bertemu siapa pun, termasuk Nenek."


"Sebenarnya Zahira sudah lama bekerja di Organisasi penyemangat hidup sebagai narasumber, dan Rendi sangat kagum dengan semangat serta kegigihannya dalam menyemangati hidup oranglain."


"Alhamdulillah kalau begitu, mungkin Risa sengaja memasukan Zahira ke dalam organisasi tersebut supaya Zahira mempunyai rasa percaya diri serta bersyukur dengan kekurangannya."


"Iya Nek, tapi Zahira dan Mamanya menutupi semuanya dari Om Indra, dan mereka ke luar secara diam-diam."


"Kalau Indra tau, pasti dia akan sangat marah. Dari semenjak Zahira dan Aira kecil, mereka berdua sudah memiliki watak yang berbeda, apalagi Indra selalu memanjakan Aira, sedangkan Zahira tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ayah kandungnya sendiri, bahkan Indra selalu merasa malu ketika ada orang yang mengetahui jika Zahira adalah putrinya. Indra selalu merayakan Ulang tahun Aira secara mewah, tapi Zahira tidak diperbolehkan untuk ke luar dari dalam kamarnya selama pesta ulang tahun berlangsung."


"Kasihan sekali nasib Zahira," ujar Rendi.

__ADS_1


"Dulu saat Nenek masih bisa berjalan, Nenek dan Ken secara sembunyi-sembunyi memberikan kue ulang tahun serta kado untuk Zahira, tapi ketika Nenek ingin mengadopsi Zahira, Indra melarang keras karena dia malu jika ada yang mengetahui jika dirinya mempunyai Anak yang cacat."


"Bukannya Om Indra pernah menawarkan Aira untuk di adopsi oleh Nenek?"


"Iya Ren, tapi Nenek tidak suka dengan kepribadian Aira yang mempunyai sifat angkuh dan sombong sedari kecil, makanya Nenek lebih memilih Zahira, tapi Indra memberikan syarat jika Ken harus menikahinya jika Nenek ingin mengadopsi Zahira serta merahasiakan identitas Zahira sebagai Putrinya, Indra juga terus memberikan usul untuk menjodohkan Aira, tapi Ken tidak menyukai Aira mau pun Zahira, meski pun Ken kasihan kepada Zahira dan ingin membebaskannya dari Neraka yang dibuat oleh Ayahnya sendiri."


Rendi nampak berpikir, seandainya Rendi menikahi Zahira, mungkin dia bisa membantu melepaskan Zahira dari penderitaannya selama ini.


"Nek, apa Rendi saja yang menikahi Zahira?"


"Ren, pernikahan itu bukanlah sebuah permainan, Nenek tau kalau kamu hanya merasa kasihan terhadap Zahira, tapi Nenek tidak mau kalau kamu merasa terpaksa, karena Nenek tau betul jika kamu masih mencintai Nabila."


"Saat ini Nabila sudah bahagia dengan Ken, jadi Rendi harus berusaha untuk move on, siapa tau dengan menikahi Zahira, Rendi bisa membebaskan Zahira dari penderitaan yang ia alami saat ini, dan Rendi bisa melupakan Nabila juga."


"Meski pun seperti itu, kamu harus pikir-pikir lagi, Zahira memang memiliki hati yang baik tapi dia memiliki kekurangan."


"Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan Nek, setelah nanti kami menikah, Rendi akan membawa Zahira ke luar negeri untuk melakukan operasi pemasangan kaki palsu."


"Jika itu sudah menjadi keputusan kamu, Nenek akan mendukungnya."


Rendi dan Nenek Puspa sudah mengira jika Daddy Indra membawa Aira untuk dijodohkan, tapi ternyata Daddy Indra membawa Zahira, sehingga membuat Nenek Puspa dan Rendi merasa terkejut.


Zahira terlihat murung ketika Rendi dan Nenek Puspa menghampirinya, dan sebelumnya Daddy Indra sudah mengancam Zahira supaya berhasil mendapatkan Rendi.


"Zahira sayang, apa kabar Nak?" tanya Nenek Puspa dengan memeluk tubuh Zahira.


"Alhamdulillah, kabar Zahira baik Tante, bagaimana kabar Tante?"


"Alhamdulillah, Tante juga baik. Sudah lama ya kita tidak bertemu, sekarang Zahira semakin cantik," ujar Nenek Puspa, dan Zahira hanya tersenyum mendengar perkataan Nenek Puspa.


"Zahira, tadi aku kirim pesan kenapa tidak dibalas? aku telpon juga tidak di angkat?" tanya Rendi, dan Daddy Indra langsung saja menjawab pertanyaan Rendi.


"Tadi Zahira lupa menaruh handphonenya, ya kan sayang?" tanya Daddy Indra dengan tatapan tajam kepada Zahira supaya Zahira mengiyakan perkataan Ayahnya tersebut.

__ADS_1


"I_iya Mas, Zahira lupa nyimpen handphonenya," ujar Zahira yang terlihat ketakutan.


Rendi tau kalau ada sesuatu yang Zahira sembunyikan, dan Rendi memutuskan untuk mengajak Zahira mengobrol berdua saja.


"Om, apa boleh Rendi mengajak Zahira mengobrol di taman? ada sesuatu yang ingin Rendi tunjukan kepada Zahira."


"Tentu saja boleh," ujar Daddy Indra yang merasa senang jika rencananya untuk mendekatkan Zahira dan Rendi sudah berhasil, bahkan Rendi sendiri yang berinisiatif mengajak Zahira untuk mengobrol.


Rendi mendorong kursi roda Zahira menuju taman, kemudian Rendi mengajak Zahira untuk berbicara.


"Zahira, aku tau kalau ada sesuatu yang kamu sembunyikan, aku harap kamu mau berbagi denganku," ujar Rendi.


"Jauhi aku Mas, aku tidak mau kalau sampai Daddy memanfaatkan kedekatan kita. Aku tidak mau kalau Daddy menyakiti Mas Rendi, sudah cukup Daddy melakukan kejahatan dengan mencelakakan kedua orangtua Mas Rendi," ujar Zahira dengan menangis.


Deg


Rendi begitu terkejut karena ternyata penyebab kematian orangtua Nabila adalah Daddy Indra.


"A_apa maksud kamu Zahira? jadi penyebab kecelakaan mobil orangtuaku adalah Daddy kamu?" tanya Rendi yang baru mengetahui sebuah rahasia besar yang selama ini Daddy Indra tutupi.


"Jadi Mas Rendi belum mengetahui semua kebenarannya?"


"Aku baru mengetahuinya sekarang? dan aku tidak mengira jika Om Indra akan setega itu."


"Padahal Mama Risa berkata jika Mas Rendi mendekati Zahira hanya karena ingin membalas dendam meninggalnya kedua orangtua Mas Rendi, makanya Zahira pikir Mas Rendi sudah mengetahui semuanya."


"Demi Tuhan aku baru mengetahui semuanya sekarang, dan aku tidak pernah menyangka jika dalang dibalik semuanya adalah Om Indra."


"Bagaimana ini Mas? Daddy pasti murka jika mengetahui bahwa Zahira sudah membocorkan kejahatan yang selama ini telah ia tutupi."


"Kamu tenang saja, aku akan merahasiakan jika kamu yang sudah memberitahu informasi ini. Kamu mau kan membantuku untuk mencari bukti semua kejahatan yang telah Om Indra lakukan?"


"Insyaallah Zahira akan membantu Mas Rendi, karena Daddy harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua kejahatannya. Apa sekarang Mas Rendi membenci Zahira karena sudah tau jika Zahira adalah Anak dari pembunuh kedua orangtua Mas Rendi?"

__ADS_1


"Kamu tidak bersalah dalam hal ini Zahira, jadi tidak ada alasan untuk aku membenci kamu," apalagi aku bukanlah Anak Tuan Airlangga, maaf kalau aku sudah membohongi kamu Zahira, karena aku belum bisa menceritakan semua kebenarannya, lanjut Rendi dalam hati.


__ADS_2