Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 12


__ADS_3

Jadwal kuliah semester pertama ternyata padat merayap. Berangkat pagi pulang sudah matahari terbenam dan pertengkaran-pertengkaran hubungan terjadi karena kurangnya komunikasi.


Sudah dua hari kami tidak ada bertanya kabar karena tidak ada yang mau mengalah dan merasa paling benar.


Seperti hari-hari sebelumnya dengan lesu aku membuka pintu rumah dan disambut mama.


"Lesu sekali kamu, Se" Ujar Mama


"Capek Ma, Aku ke kamar dulu ya. Mau Mandi dan istirahat sebentar" kataku. Entah mengapa hari ini mood tidak baik. Hampa.


Kubuka pintu kamar dan merebahkan diri. Kuperiksa handphone dan tidak ada notifikasi sama sekali dari dia. Huft, Kuhela nafasku.


Segera kubangkit dan membasuh badan ini biar kembali segar.


Jam makan malam telah tiba dan bi rumi memanggil. Kututup drakor yang sedang kutonton dan menuju ke ruang makan.


"Gimana kuliah?" tanya papa


"Lumayan padat dan capek" kataku


"Biasa itu semester awal sama akhir ntar yang berat. Jalanin aja pasti bisa" Sambung Ello


"Siap" Kujawab sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Jadi kamu kapan rencana nikah, Lo?" tanya papa


"Aku sudah merencanakan akhir tahun, Pa. Tinggal mama sama papa ketemu orang tua sinta buat menetapkan"


"Kapan?" tanya mama


"Akhir minggu ini bisa ma?"


Mama bertanya ke papa dan disetujui anggukan kepala.


"Bisa, Lo" Kata mama


"Baik, Ma Pa nanti Ello bilang ke Sinta."


"Aku ga perlu ikut kan?" tanyaku


"Ga ah, aku pengen malam minggu nonton drakor aja" Jawabku.


"Apa mau jalan bareng Alfa aja biar ga suntuk di rumah. Alfa juga ga kemana-mana kalau malam minggu" Tawar Ello. "Sini hpmu kukasih no Alfa ntar hubungin dia aja". Karena lagi malas kubiarkan saja Ello mengambil dan mengetik no Alfa di hpku


Makan malam pun selesai dan kami sudah fokus dengan kegiatan masing-masing. Mama dan Papa biasa menonton tv di ruang tamu. Ello menelpon sinta di taman. Aku melanjutkan drama korea dikamar.


(***)

__ADS_1


Hari berganti hari dan tibalah hari yang direncanakan Ello untuk pertemuan keluarga. Dengan masih malas kulihat jam disamping tidur, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Weekend adalah hari bebas. Mau sarapan sudah ada dimeja, tidak ada acara bangun membangun untuk sarapan bersama. Enak kan!


Kuambil hp diatas meja ada notif menandakan pesan baru dan dari nomor tidak kukenal. Kubuka pesan itu dan sudah kutebak dari sapa.


"Pagi, se. Aku alfa. Maaf pagi-pagi ganggu. Malam ini ada acara? Aku mau ngajak nonton di bioskop kalo kamu sendirian aja di rumah?"tanyanya


Baru bangun pagi lihat ada pesan masuk yang ngajak nonton, bagaimana perasaanmu??. Kubalas dengan cepat.


"Oke kak." terkirim.


Ya, beberapa hari ini belum ada kabar rico menghubungiku. Seperti ditelan bumi saja. Helaku.


Sekali-kali keluar nonton bareng kakak ga masalah kan.


Toch Kak Alfa sudah kuanggap seperti kakak sendiri. Ya, bagaimana setiap minggu sering kesini dan sudah berteman akrab dengan Ello.


Kulihat sekeliling rumah sepi sekali yang ada hanya mbok rumi dan anaknya.


"Ini pada kemana,mbok?' tanyaku dan membuat mbok kaget.


"E non Sese. Semua lagi pada beli perlengkapan buat dibawa ntar malam, non. Ini non makanan sudah ada kalau non mau sarapan sekarang" tawar mbok membuka tudung saji

__ADS_1


"Iya mbok. Aku mau makan sekarang aja" jawabku. Dan syukurlah aku tak sendiri, meski orang rumah pada keluar tapi sarapan kali ini ditemanin mbok dan anaknya


(***)


__ADS_2