
Alfa Pov
Aku deg-degan juga bahagia, besok adalah hari pernikahanku dan Sese. Dari pagi aku sudah di hotel untuk mempersiapkan segala keperluan pernikahanku.
Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu Sese. Untuk menanyakan kabar saja aku dilarang.
Huft .
"Pak Alfa, dekorasi apakah ada yang kurang?" tanya pemilik wedding organizer
Aku mengecek sekeliling, sesuai harapan. Tema kali ini bernuansa biru laut. Sese dan aku sama-sama menyukai laut. Laut menjadi tempat bisu untuk berteriak jika kami kesal.
"Cukup, Bu. Sesuai" Kataku
"Jika ada yang kurang, mohon segera diberitahu ke saya ya, Pa. Biar langsung kami tanganin" Ucapnya
" Baik, bu. Terima kasih"
"Sama-sama, Pak Alfa"
Dekorasi ruangan pernikahan sudah, baju pengantin juga sudah, tinggal makanan dan dekorasi kamar tidur yang belum siap.
Hari sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sese seharusnya sudah datang bersama keluarganya.
***
Sese Pov
__ADS_1
Malam ini aku akan menginap dihotel, tempat acara pernikahanku diadakan. Aku akan tidur bareng Mama. Papa untuk sementara akan tidur sendiri.
Kami sudah sampai dihotel, karena Alfa ada disini juga jadi Mama langsung mengajakku ke kamar.
"Ayo langsung ke kamar, Se. Belum boleh ketemu Alfa" Kata Mama
"Masa ngelirik aja ga boleh juga, Ma?" ucapku
"Besok juga ketemu malah sudah tidur bareng" kata Mama sambil menyindir.
"Apa sech, Ma."
"Kamu harus siap, Se. Laki-laki jika sudah memendam hasrat terlalu lama bakal meledak. Mama yakin kamu besok tidak bakal diizinin Alfa turun dari tempat tidur" Kata Mama setelah kami sudah dikamar.
Aku tertawa. "Masa mau ke kamar mandi juga ga boleh?"
"Kamu ini, Se dibilangin ntar kalau sudah kejadian jangan heran ya"
Barang-barang yang kubawa untuk dua hari dihotel sudah dikemasi dalam satu koper. Kuambil baju tidur untuk malam ini karena besok aku harus pindah kamar tidur bareng Alfa.
Jangan tanya gimana perasaanku. Campur aduk. Antara senang, takut dan deg-degan. Senang akhirnya aku menikah dengan Alfa tidak lama-lama berpacaran. Takut meninggalkan Mama sendiri. Deg-degan dengan malam pertamaku.
Sebelum tidur, aku memeluk mama. Kami bercerita tentang masa kecilku dan Ello. Entah sampai jam berapa kami bercerita, tahu-tahu kami tertidur.
***
Pukul lima pagi, aku dibangunin Mama.
__ADS_1
"Se, ayo bangun. Waktunya siap-siap. Sebentar lagi perias manten datang" Kata Mama membangunkanku.
Kutarik nafas dan perlahan bangun menuju kamar mandi. Mata masih mengantuk.
Tok..tok..tok..
Suara seseorang mengetuk pintu kamar.
"Ayo masuk, Mb. Sesenya masih dikamar mandi. Tunggu aja didalam" Kata Mama ketika membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
"Permisi ya, Bu. Kami izin masuk" Kata mbak perias dengan sopan.
"Silahkan, Mbak".
Aku selesai mandi dan segera keluar. Mereka sudah mengeluarkan segala barang tempur untuk membuatku menjadi ratu sehari.
"Mbak Sese, Ya. Saya Mina yang akan merias mbak hari ini. Silahkan mbak Sese duduk sini" Kata Mbak mina memperkenalkan diri.
"Baik, Mbak" Kataku
Mina pun memulai keahliannya dengan cekat namun sesuai. Dandanan kali ini soft dan natural. Mama juga didandanin assisten Mina.
Gaun biru laut sudah kukenakan. Gaun cantik berlengan tiga perempat dengan hiasan bunga warna-warni. Tidak lupa dirambutku diberi bunga.
"Wow, hasilnya luar biasa" Kataku. "Terima kasih Mbak Mina"
"Sama-sama, Mbak Sese. Semoga lancar pernikahannya dan segera dikaruniai momongan"
__ADS_1
"Aamiin"
***