
"Kak"
"Kamu mulai nakal ya, Se"
"Maaf, Kak. Sese salah" ucapku karena memang aku yang tidak memberitahu. Aku hanya bisa memainkan jari-jariku takut kalau Alfa marah. Aku yakin dia pasti melihat apa yang terjadi di cafe tadi.
Alfa yang melihat apa yang kulakukan lekas memelukku. "Kakak tidak akan pernah marah sama kamu, jadi ga usah takut"
"Hu..hu..hu.." Aku malah nangis dipelukan Alfa.
"Ya, malah nangis. Ha..ha..ha" Alfa malah tertawa melihat kelakuanku.
Aku kesal, kulepaskan pelukannya dan kuraih bibir Alfa. Ga usah ditanya, Alfa yang tadinya kaget lekas membalas. Tak kusia-siakan, aku segera duduk dipangkuan Alfa. Dengan posisi aku diatas, dengan kenakalanku kubermain dipangkal paha Alfa. Kukecup lehernya yang jenjang memberi tanda kepemilikan, bodoh amat dengan besok.
"Se..argghh.."
Aku tahu laki-laki mana tahan digoda seperti ini.
"Bagaimana? Masih mau tertawa?" kataku dengan senyum nakal.
Alfa tersenyum. Sepertinya trikku salah. Senyum Alfa memiliki arti tersembunyi. Aku lupa kalau suamiku seperti Singa untuk masalah seperti ini.
Dengan sangat gampang, Alfa segera menurunkanku dari pangkuannya dan memasangakan safety belt.
"Cup" Alfa mendaratkan ciuman dibibir.
__ADS_1
Tanpa aba-aba, Alfa segera menjalankan mobilnya dengan laju. Sepertinya dia sudah tidak tahan. Aku malah cekikikan melihatnya.
"Sekarang kamu boleh tertawa, sayang. Tapi kupastikan sebentar lagi kamu akan mendesah" kata Alfa tetap fokus.
"Baiklah" jawabku. Wanita bodoh mana yang menolak pesona Alfa, jika kalian tahu tentang keperkasaan Alfa diranjang kupastikan kamu menyesal.
"Sore, Pak" Pak Udin, satpam kami membukakan pintu.
"Sore"
Setelah mobil Alfa memasuki halaman rumah, Pak Udin lekas menutup kembali gerbang rumah.
"Akhirnya sampai juga" Alfa langsung melepas safety beltnya dan punyaku.
Melihat penolakanku, Alfa hanya tersenyum.
"Laki-laki ini lama-lama benaran ga waras" ucapku dalam batin.
Alfa membuka pintu mobil untuknya dan segera membukakan pintu untukku.
Aku digendong ala-ala bridal style. Kukalungkan tanganku dilehernya. Alfa segera menutup kembali pintu mobil dan menguncinya.
"Mau aku turun dulu?" tanyaku melihat Alfa akan segera membuka pintu rumah.
"Gak, ntar kamu kabur" tolaknya.
__ADS_1
Setelah sedikit susah payah, pintu rumah terbuka juga. Alfa segera membawaku masuk dan pintu tertutup kembali seperti pintu hotel.
Alfa berjalan menuju kamar utama. Sesampainya dikamar, dengan masih menggendongku Alfa pergi ke kamar mandi.
"Kita mandi bersama, jangan melakukan apapun sayang" Alfa menurunkanku dengan perlahan. Aku hanya mengamati apa yang ingin dilakukan Alfa.
Dengan pakain yang masih lengkap, Aku tetap berdiri didepannya. Alfa sudah membuka bajunya hanya menyisakan boxer dimana didalamnya sudah menyembul.
Alfa menarik tekukku dan mencium bibirku dengan lembut. Dengan masih terpaut bibir kami, Alfa membawaku duduk diatas meja dekat bathtub. Alfa menarik rokku dan menurunkan cd. Membuangnya.
Posisi kami berubah, sekarang Alfa yang duduk dan aku diatasnya. Alfa membuka kemeja yang kupakai setengahnya, memperlihatkan dua bongkahan gunung siap dilahap.
Bibir Alfa sudah bermain dileherku, tangan kirinya ikut bermain.
"Arrggghhh.. Kak.. " aku mulai meracau tidak jelas. Kujambak rambut Alfa untuk menahan rasa geli ditubuhku.
Melihat reaksiku membuat Alfa makin nakal.
"Kak.. Cu..kup.. Arrgggg.. Mau.. Keluar"
"Keluarin aja, sayang"
Tidak menunggu waktu lama, cairan bening milikku keluar dan Alfa menjilatnya.
"Sekarang giliranku, Sayang" seru Alfa membuka boxernya
__ADS_1