Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 75


__ADS_3

"Bagaimana, Ris? Sudah ada kabar keberadaan istriku?" tanyaku kepada Aris. Sudah tiga hari dari perginya Sese belum ada kabar apapun dimana dia. Urusan dengan Claire aku serahin ke Aris, aku tidak mau bertemu dengan dia.


"Maaf, Pak Alfa. Belum ada kabar dari orang yang kita suruh" kata Aris.


Aku yakin Sese masih ada disini. Menghilangnya Sese membuat Mamaku murka. Teringat ancaman Mama kepadaku ketika aku memberi tahu dia.


"Ma, aku menyakiti Sese dan sekarang aku tidak tahu dia ada dimana?" kataku beberapa hari lalu.


"Apa, Fa? Kelakuan kamu yang bagaimana yang menyakiti Sese" tanya Mamaku shock.


Aku menceritakan semua kejadian dari mulainya aku mabuk sampai Sese melihatku tidur berdua dengan Claire.


"Astaga, Alfa. Mama tidak mau tahu kamu harus cari Sese bagaimana caranya. Jika kamu tidak menemukannya jangan harap mama masih mengakui kamu sebagai anak" ancam Mama dengan wajah marah.


Aku hanya mengangguk lesu.


"Ah, Kamu dimana, sayang?" ucapku sambil mengacak rambut. Kejadian ini membuatku malas bergerak. Makan saja mungkin sering terlewat. Pulang dari kantor aku akan mencari Sese dibeberapa tempat.

__ADS_1


Sampai rumah biasa sudah malam dan aku langsung tidur dikamar dengan baju yang kupakai seharian.


***


Sese Pov


Aku melewati beberapa hari dirumah Pak James, mereka menyayangiku seperti anaknya sendiri. Aku belum kefikiran kapan aku balik ke negara asalku. Semua telepon tidak ada satupun yang aku jawab. Handphone benar-benar aku biarkan hidup tanpa aku sentuh.


"Ada yang ingin kamu makan, nak?" tanya Ibu Rose pagi ini ketika aku sarapan.


"Kalau kakak mau apa-apa bilang ya, nanti akan aku bawakan sepulang kuliah" kata Anna. Aku dan Anna hanya selisih setahun namun dia sangat menghormatiku.


"Iya, nak bilang aja kalau mau ingin makan sesuatu. Kami sudah menganggap kamu keluarga" ucap Pak James sambil menyeruput Kopinya.


Aku tersentuh dengan kebaikan mereka sekeluarga, padahal aku bukan siapa-siapa. Dilihat dari bedanya negara dan kebudayaan tidak menghalangi mereka untuk menolong sesama.


"Iya, terima kasih buat kalian semua" kataku dengan tersenyum.

__ADS_1


Mereka mengangguk dan membalas senyumku.


***


"Bu, tadi bapak ketemu suami Nak Sese. Kebetulan dia naik taksi bapak." ucap Pak james bisik-bisik kepada istrinya diluar. Kebetulan aku dibelakang pintu mau ke kamar mandi, kuurungkan niatku membuka pintu dan mendengarkan cerita Pak James. Anna sudah tidur terlelap.


"Trus gimana, Pa?"


"Namanya Pak Alfa, dia mencari nak Sese ke beberapa tempat. Mungkin dia lelah jadi mencari taksi buat mengantarnya pulang. Ada raut sedih diwajahnya ketika dia bercerita kepada bapak mencari istrinya. Bapak juga sempat ditunjukin foto Nak Sese dan ditanya apa melihatnya. Bapak kasihan namun bapak ga bisa bilang kalau nak Sese ada dirumah kita, bu. Bapak yakin ini hanya salah faham, dilihat dari wajahnya dia seperti menyayangi nak Sese dengan sepenuh jiwa" cerita Pak James panjang lebar.


Aku mengelus dadaku ada rasa rindu menyelimutiku tapi rasa kecewa lebih besar untuk saat ini.


"Aku mencintaimu, Alfa" ucapku sambil mengelus peruku yang mulai membesar, disini ada anak hasil cinta kita. "tapi aku belum bisa memaafkanmu". Air mata lolos jatuh ke lantai, aku merengkuh memeluk kakiku mengingat potongan-potongan memori beberapa hari yang lalu.


Aku sudah tidak mendengar lagi obrolan mereka berdua diluar. Aku sudah sibuk dengan tangisanku. Namun aku menutupnya agar tidak membangunkan Anna yang sedang tidur.


"""

__ADS_1


__ADS_2