Dia Terbaik

Dia Terbaik
Pemberian


__ADS_3

Akhir tahun adalah waktu berat-beratnya sebuah perusahaan. Penilaian dan segala hal menjadi berat. Tidak terkecuali perusahaan Papaku dan perusahaan Alfa.


Akibat kejadian ini, aku jarang ketemu Alfa. Kalau kangen, Alfa main sebentar ke rumah.


Hari ini, Sabtu berarti waktunya pasangan bermalam-mingguan tapi tidak denganku sampai jam makan siang tidak ada kabar dari Alfa.


"Ya udah, mungkin masih sibuk" Fikirku


Aku bermalas-malasan dikamar karena keponakan cantikku juga sedang tidur. Chiby, nama Gadis mungil Ello dan Sinta.


Tok..tok..tok..


Tiba-tiba suara pintu kamar ada yang mengetuk.


"Masuk aja" Kataku


"Non Sese, ada paket?" Kata bik rumi ketika masuk.


"Dari sapa, Bik? Aku ga ada pesan barang"


"Tadi ada om-om ngantar, non. Bilang buat non Sese" Ucap bik rumi sambil menyerahkan paket. Aku berganti posisi dari tengkurap menjadi duduk.


Kuambil kotak yang diserahkan bik rumi. Ukurannya lumayan besar.


'Baik bik, Makasih ya" ucapku


"Sama-sama non. Bibik balik ke bawah dulu"


Aku mengangguk.


Setelah bibik pergi, aku membuka kotak tersebut. Didalamnya berisi sebuah gaun berlengan panjang berwarna hijau tosca dengan sepatu senada.


Selesai aku mengamati, handphoneku berdering.


"Halo, Kak"


"Paketnya sudah diterima? nanti malam datang ke hotel Star jam tujuh ya pakai gaun yang baru aku kirim. Ikut Ello aja ya aku ga bisa jemput ntar pulangnya baru bareng aku" pintanya

__ADS_1


"Ada acara apa?" tanyaku


"Sudah tenang aja, ada jamuan kecil. Oke?"


"Baiklah"


Teleponpun berakhir.


"Apa bajuku lusuh ya, setiap ada acara selalu dibelikan" ucap batinku.


Aku keluar dari kamar mencari Kak Sinta.


"Kak sin, ntar malam ikut Kak Ello ke hotel Star?" tanyaku ketika menemui Sinta sedang menyusui Chiby ditaman.


"Ikut, Se"


"Ada acara apa, Kak? Kok Alfa tiba-tiba ngirim gaun" tanyaku


"Setahuku ada jamuan makan malam diperusahaan Alfa'


"Jamuan makan malam diperusahaan Alfa kenapa kita diundang?" tanyaku tetap penasaran.


Selama melahirkan Chiby, Sinta istirahat sejenak dari pekerjaan di Kantor Papanya. Dia fokus mengurus buah hatinya.


"Baiklah, Kak. Ntar tunggu aku ya. Aku bareng kalian"


"Oke, Se"


"Halo, Chiby. Sudah puas belum miminya. Sini main sama tante" ucapku ketika kulihat Chiby sudah melepas nenennya.


Kami bermain hanya sebentar, biasa anak bayi gak betah kalau bukan sama mamanya.


***


Waktu sudah menunjukkan jam empat sore. Aku baru saja terbangun dari tidur siangku. Masih ada waktu beberapa jam sebelum acara.


Aku masih bersantai, sebentar lagi lah jam lima baru aku bersiap-siap.

__ADS_1


Kudengar suara Ello dan Sinta melewati kamarku. Cepat-cepat kubuka pintu sebelum mereka ke kamar.


"Kak" teriakku.


Ello dan Sinta kaget bersamaan.


"Kamu ini ngagetin orang aja. Ada apa?" tanyanya. Aku hanya nyengir.


"Ga papa cuma mau bilang tungguin aku, jangan ditinggal"


"Ya ampun ini anak. Kalau kamu kutinggal yang ada aku diamuk Alfa" katanya sambil nepuk jidat


"Iya juga ya" kataku sambil tertawa. Akupun kembali masuk kamar.


Kudengar samar-samar Ello ngomel karena aku mengganggunya untuk cepat-cepat masuk kamar. Biasa pasangan muda masih semangat.


Aku bersiap-siap pergi mandi. Setelah itu lekas berdandan. Seperti biasa, dandananku ala kadarnya. "Natural" konsep sederhana namun berkesan.


"Se, sudah siap belum?" tanya Ello didepan pintu.


"Sebentar lagi, Kak. Tunggu aja dibawah." balasku dari balik pintu


"Oke"


Setelah aku cek keadaanku dan tidak ada yg kurang. Aku lekas turun.


"Ayo" ucapku


"Baju baru, Se? Mama belum pernah lihat baju ini" tanya mama


"Gak, Ma. Tadi diantar sama Alfa pake kurir" ucapku


"Sempurna sekali" ucap Ello


"Apanya, Kak?"


"Gak papa. Ayo kita pergi ntar telat lagi" ucap Ello seperti menghindari pertanyaanku. Chiby dititip ke bik rumi. Karena tidak mungkin ikut. Jadilah kami semua satu mobil. Toch aku juga ntar pulang sama Alfa.

__ADS_1


**"


__ADS_2