Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 63


__ADS_3

Alfa Pov


Rabu pagi, Aku dan Sese sudah duduk di meja makan untuk sarapan. Hari ini, Sese akan pergi kuliah tanpa aku antar. Dia akan membawa kendaraan sendiri.


Kurang sekitar dua minggu lagi,kami akan pergi keluar negeri. Sese akan ikut aku untuk menyelesaikan proyek di jerman.


"Sudah selesai, Kak?" tanya Sese


"Sudah, mau berangkat sekarang? kamu yakin ga aku antar? Hari ini tidak ada rapat" tanyaku meyakinkannya. Sebenarnya tidak masalah kalau aku harus mengantar atau menjemputnya selama tidak ada rapat.


"Tidak usah, Kak. Aku bawa mobil sendiri saja. Kemungkinan agak siangan aku balik. Mau ngurus izin kuliah lewat online"


"Baiklah. Hati-hati ya" ucapku berdiri dan mengecup kening serta bibirnya yang tipis.


Sese pun mencium tanganku untuk berpamitan. Kami keluar rumah dan menuju mobil masing-masing.


"Aku pergi ya, Kak" ucap Sese dibalik kaca yang terbuka sambil melambaikan tangan.


"Hati-hati" teriakku


"Siap"


Mobil yang dikendarai Sese menghilang dibalik pagar dan aku pun menyalakan mesin mobil untuk pergi ke kantor


***


Tok..tok..tok..


"Masuk" kataku setelah baru saja sampai diruanganku.


"Permisi, Pa. Ada Pa Adi ingin bertemu" ucap Lala, Sekretaris pribadiku


"Suruh dia masuk, La" jawabku


"Baik, Pa"

__ADS_1


Tidak nunggu lama, Seorang lelaki umur tiga puluh tujuh tahun memasuki ruanganku.


"Pagi, Pa Alfa. Ini rekomendasi saya untuk karyawan baru. Boleh Pa Alfa pertimbangkan" ucap Adi menyerahkan kertas pelamar.


Aku menerima dan membuka kertas yang dibawa Adi. Sebenarnya aku lupa tentang hal ini mana belum bilang ke Sese lagi. Sudah kuduga, Adi pun sama dengan pilihanku


"Apa bapak yakin dengan penilaian ini?" ucapku menanyakan pilihannya


"Saya yakin pa, meski lulusan SMA tapi pengetahuannya sangat luas dan kebetulan dia pengen melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi" ucap Adi memberikan pernyataan yang logis.


"Baik, Pa Adi. Jika bapak yakin dengan dia, silahkan diproses" kataku


"Baik, Pa Alfa. Terima kasih. Hari ini akan saya panggil dan minggu depan sudah mulai kerja, bagaimana, Pa?"


"Silahkan, Pa."


"Baik, Pa Alfa. Kalau begitu saya permisi" ucap Adi pamit kembali ke ruangannya.


Setelah Adi keluar, aku menelpon Sese untuk memberitahu tentang Rico namun selang beberapa kali berdering tidak juga ada sambutan ditelepon.


***


Sese Pov


Hari ini setelah kuliah, aku ke ruang jurusan untuk mengembalikan segala berkas untuk mengikuti kuliah online. Tanpa masalah segala berkas diterima.


Kulihat jam waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Aku mengecek handphone dan ada panggilan beberapa kali dari Alfa.


Kutekan tombol hijau namun tidak ada jawaban. "Mungkin lagi rapat".


"Dari pada dirumah sendirian, main ke kantor Alfa saja lah" ucapku


Aku mencari kunci mobil dan segera berjalan menuju parkiran kampus. Kukendarai mobilku dengan kecepatan stabil sambil mendengarkan lagu-lagu hits zaman sekarang.


Jalanan siang ini sedikit senggang membuatku tidak perlu memakan waktu yang banyak untuk sampai dikantor Alfa.

__ADS_1


Setelah kuparkir mobilku. Aku segera menuju ke ruangan Alfa. Ketika aku sedang menunggu lift.


"Sese"


Seseorang memanggil namaku dan aku menoleh. "Rico? Sedang apa kamu disini?" tanyaku heran.


"Aku keterima kerja disini, Se"


"Eh? Jadi kamu melamar di perusahaan ini"


"Iya, dan aku juga ga tau kalau perusahaan ini punya suami kamu"


"Apa Alfa ga tau ya kalau Rico keterima disini" ucapku dalam hati


"Oh, Selamat ya kalau begitu" ucapku dengan senyum.


"Terima kasih, Se. Kamu sibuk ga? Jika ga, maukah minum kopi di cafe sebelah. Aku traktir" kata Rico


Aku berfikir sejenak. Sebenarnya mau ketemu Alfa tapi kalau dia masih rapat dan aku sendirian lagi di ruangannya maka akan bosan.


"Boleh, ayo" ajakku berjalan duluan.


Rico pun mengikuti langkahku.


Kami sudah berada didalam cafe dengan minuman diatas meja. Aku bertanya kabar keluarganya. Dan dia memberitahu jika orang tua dan adiknya semua baik-baik saja.


Tanpa terasa sudah sejam kami mengobrol.


"Aku duluan ya, Co" kataku pamit.


"Iya, Se. Salam buat Alfa. Kapan-kapan kita ngobrol lagi ya"


Aku mengangguk tanda setuju. Kami pun keluar bersamaan namun berbeda tujuan. Rico ke parkiran dan aku ke ruangan Alfa.


***

__ADS_1


__ADS_2