
Benar kata Alfa, seminggu ini dia sibuk dengan urusan kantor. Namun, meski sibuk dia tetap menyempatkan waktu untuk mengirim pesan atau sekedar menanyakan kabar lewat telpon.
Aku yang baru saja sembuh dari sakit mencoba mengejar beberapa materi kuliah yang tertinggal.
Hari ini aku pergi ke kampus diantar Ello yang kebetulan semalam nginap dirumah.
"Kamu pulang jam berapa, Se?"
"Sekitar jam 11 kak. "
"Ntar aku jemput ya tapi sekitar jam makan siang"
"Kalo kakak sibuk gak usah ntar biar aku naik taksi aja"
Ello malah memencet hidungku. "Kamu ini ditawarin malah ditolak"
Aku hanya tersenyum Setelah berpamitan aku keluar dari mobil dan pergi menuju ruang kelas.
"Hai, Se. Duduk sini sudah sembuh?" tanya Lala
"Alhamdulillah sudah membaik."
"Hari ini kamu tahu siapa yang ngajar dikelas kita?" tanya Dimas
"Gak tau kan aku baru masuk"
Lala langsung memukul kepala dimas dengan buku.
"Kenapa aku dipukul, La"
"Kamu ini nanya ke Sese ya dia ga tau orang baru masuk"
__ADS_1
"Emang siapa?" baru saja aku selesai bertanya, seorang laki-laki berparas tampan dan rapi memasuki ruangan.
"Selamat pagi, adik-adik mahasiswa semester 1. Mungkin dari beberapa kalian sudah mengenal saya. Saya Alfa, hari ini saya mengganti pa Eko karena kebetulan Pa Eko ada tugas ke luar kota".
Ruang kelas heboh dengan kedatangan Alfa. Samar-samar kudengar beberapa wanita histeris.
"Aduh pak Alfa ganteng banget ya. "
"Gpp pa gantiin Pa Eko terus juga boleh. Biar semangat belajarnya"
Alfa hanya tersenyum seperti biasa menanggapi ocehan para mahasiswi.
"Sudah sudah kalian ini ganggu Pa Alfa aja. Tuch yang diujung sudah manyun" kata Dimas menunjukku
"Ih, Sese mah ga cemburuan kayak kamu. Iya kan Se?" kata perempuan disebrang sana yang bernama Lita.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Padahal dalam hati sudah jengkel ga dikasih tahu kalau hari ini dia mengajar dikelasku dan sekarang digoda wanita lain tepat didepanku.
Alfa melihatku dan tersenyum. Dia hafal kalau aku sedang jealous.
Handphoneku bergetar menandakan pesan masuk, kubuka dan ternyata dari laki-laki yang sedang berdiri didepan ruang kelas.
"Aku padamu ❤️ " begitu tulis pesan dihandphoneku. Aku tetap pada pendirianku hanya diam.
Dua jam berlalu menandakan pelajaran Alfa sudah selesai. Namun, hatiku masih kesal bagaimana tidak daritadi wanita-wanita dikelasku tetap mencari perhatian pada Alfa padahal mereka tahu aku berkencan dengan Alfa. Dan parahnya lagi Alfa meresponnya.
Alfa mengakhiri pertemuan hari ini dengan tugas yang dikumpul minggu depan. Meski Pa Eko kembali tapi tugas tetap harus dikumpul ke Alfa.
Satu persatu berdiri dan meninggalkan ruangan. Aku masih membereskan beberapa buku yang berada diatas mejaku.
"Mau kubantu?" tanya Alfa yang sudah duduk di sampingku
__ADS_1
"Ga perlu" jawabku ketus
"Kenapa?" tanyanya lagi.
Laki-laki ini bodoh atau bagaimana ya. Kelamaan jomblo begini kali yak. Tapi yang buat jomblo kan "Aku"
Dengan kesal aku berdiri. "Fikir aja sendiri" jawabku meninggalkannya. Alfa yang bingung berlari mengejarku.
Ruang kelas hanya menyisakan aku dan Alfa.
"Pulang bareng aku ya" pintanya setelah berhasil mensejajarkan langkahnya.
"Gak mau, aku mau pulang bareng Ello"
"Ello sudah bilang kalau kamu pulang bareng aku"
"Berarti Ello tahu kalau kamu ngajar dikelasku"
Alfa mengangguk.
Dasar dua manusia yang kompak ngerjain orang. "Ya udah kalau gitu aku pulang naik taksi aja" jawabku sambil pergi meninggalkan Alfa.
"Ga boleh. Harus pulang bareng aku. Kamu tunggu ditaman, aku ke ruang dosen dulu" pintanya.
Baru beberapa langkah mau keluar, seorang wanita seumuran Alfa mendekat dan mencium pipi Alfa.
Jederrr..
"Alfaaaaa, Aku kangen kamu" suara manja nan seksi membuyarkan semua masalah tadi.
"Siapakah wanita itu???"""
__ADS_1