Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bertemunya keluarga


__ADS_3

Didalam kamar, keping-keping kejadian hari ini membuatku tersipu malu serta bahagia. Wanita mana yang tidak senang dilamar kekasihnya.


Kupandangin cincin yang melingkar dijari manisku.


"Cantik"


Hidup tidak ada yang tahu, lama aku berpacaran dengan Rico tapi ternyata bukan dia jodohku. Hanya kurung waktu setahun aku dan Alfa menjalin hubungan dan kami akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.


***


Pagi ini, Mama sudah ribut dan gesit sekali karena Keluarga Alfa akan datang ke rumah untuk membahas pernikahan.


"Sese, tolong bantu mama" Kata Mama ke aku yang sedang bersantai nonton Kartun di hari Minggu.


Aku berdiri dan langsung menuju dapur. Kulihat Mama lagi membersihkan segala macam seafood.


"Kenapa banyak banget, Ma? Yang datang cuma tiga aja" tanyaku


"Ga papa. Kan Mama ga tau apa yang disuka Orang tua Alfa"


Daripada diomelin bukan membantu malah hanya bertanya aja. Akhirnya, aku ikut Mama dan Bik Rumi membersihkan.


Tidak terasa, sudah siang hari. Makan siang sudah siap dimasak Ayu.


"Ayo, makan dulu. Nanti baru kita masak ya" Kata Mama kepada kami


"Panggil Papa dan Ello, Se" Kata Mama lagi

__ADS_1


"Siap,"


Setelah aku memanggil Papa dan Ello. Aku kembali ke ruang makan. Tidak berlangsung lama, Papa, Ello dan Sinta juga sudah diruang makan.


"Cie, ada yang manis dijarinya" goda Ello.


"Kan sebentar lagi mau jadi milik seseorang, Lo" ucap Papa ikut menggoda


Mereka tertawa bahagia menggodaku.


***


Waktu terus bergulir tanpa terasa sudah jam enam sore. Aku daritadi hanya main handphoneku. Gara-gara acara semalam, berita acara tunanganku dimuat di surat kabar.


Semua orang mengetahui dan tanpa terkecuali Rico. Sebuah pesan darinya.


"Terima kasih ucapannya, Co. Salam juga bist keluarga disana" balasanku.


Tok..tok..tok.


Aku membuka pintu.


"Kenapa, bi" tanyaku kepada bik rumi yang berdiri didepanku.


"Keluarga Den Alfa sudah datang, Non. Mama menyuruh non Sese kebawah" katanya


"Baik, bik. Sebentar ya"

__ADS_1


"Baik, Non, Saya turun ke bawah ya"


Setelah Bik Rumi pergi, aku kembali ke kamar dan bersiap-siap.


***


"Sini, Se" Kata Mama setelah aku sampai diruang keluarga.


Disana sudah ada Mama, Papa dan Keluarga Alfa. Sedangkan Keluarga Ello sudah pamit pulang.


Aku berhadapan dengan Alfa.


"Kita makan dulu yuk, sebelum ngobrol" ucap Mama dan disetujui yang lain.


Setelah makan, kami mulai membahas acara pernikahan.


"Mba , Mas. Tanpa menghilangkan rasa hormat. Saya sebagai orang tua Alfa ingin meminta Sese menjadi menantu saya. Seperti yang kita ketahui, Alfa sudah menyukai Sese sangat lama. Jadi, saya kesini ingin meminta izin" ucap Mama Alfa


"Rencana mau melangsungkan pernikahan kapan, mb?" tanya Mama.


"Kapan rencanamu, Alfa?" Tanya Mama Alfa


"Rencana Alfa kalau bisa bulan depan, Ma. Kalau tidak ada halangan bulan Februari Alfa harus keluar negeri sekitar sebulan. Alfa mau ajak Sese ikut nemenin Alfa. Masalah kuliah ntar online saja "


"Bulan depan apa tidak kecepatan? Kita belum ada persiapan" tanya Mama


"Masalah persiapan tidak usah difikirkan, Mba. Kami yang bertanggung-jawab. Yang penting jawaban Sese gimana? Mau nikah sama Alfa bulan depan??" tanya Mama Alfa

__ADS_1


Bagaimana ini bulan depan hanya hitungan hari??


__ADS_2