Dia Terbaik

Dia Terbaik
Malming 3


__ADS_3

Entah sudah berapa kali aku menguap, tapi dari tiga orang disini tidak ada satupun yang mengajak kita pulang.


Gawat, bisa-bisa aku benaran tidur disini.


"Kita sampai pagi ya kak disini?" bisikku ke Alfa


"Mungkin, Se. Kita nemanin dua sejoli itu" tunjuk Alfa ke pasangan didepan kami. Ya, sapa lagi kalau buka Ello sama Sinta.


Luar Biasa.


Iring-iringan musik mengalun indah ditengah malam. Sebagian manusia mengikuti irama tak terkecuali aku. Walau mengantuk masih bisa bibir mengikuti lirik.


Mbok yo sing full senyum sayang


Ben aku soyo tambah sayang


Rasah pusing-pusing


Gek ndang dandan, ayo kita healing


Lagu "Full Senyum Sayang" dari Evan loss menemani malam ini.


Kubaikin jaket, kian malam makin menusuk saja udaranya.


Sinta sudah tertidur dipaha Ello. Aku yakin ini pada ngajak pulang setelah melihat matahari terbit. Huft.!!


Melihat aku menguap terus dan kedinginan, Alfa menawarkan diri lagi untuk tidur dipundaknya.


Aku masih tetap saja menggeleng.


"Sudah, Se. Gpp tidur aja dipundak Alfa. Apa kamu mau tidur juga dipaha Alfa?" seru Ello

__ADS_1


Kalau masih ada tenaga mungkin sudah kulempar sesuatu yang ada didekatku. Kakak yang kalau bicara tidak disaring dulu.


"Iya, Se. Gpp kok. Drpd lama-lama kamu jatuh dilantai. Daritadi sudah menguap mulu." Balas Alfa


"Iya ka, ntar kalau sudah gak kuat. Pasti kupinjam" balasku.


Kuambil hpku mengecek notifikasi untuk menghilangkan kantuk yang melanda. Kuscroll sosmedku dan alang terkejut aku ketika kudapati sosmed pacarku yang sedang dirangkul wanita lain dan hanya sedang berdua.


Sepertinya Rico belum liat status ini. Status yang mengtag namanya. Ternyata beberapa hari dia tidak ada kabar ada main dibelakangku.


Tes..tes..tes..


Tidak terasa air mata menetes. Sesakit ini dikhianati.


Alfa menyadari perubahan raut wajahku. Dia pasti dengar isak tangisku walau sedang ramai tapi karena jarak kita yang sangat dekat.


Tiba-tiba Alfa menarik tanganku dan dia berpamitan ke Ello dengan alasan biar aku tidur di mobil.


"Silahkan nangis di dalam, Se. Aku tungguin kamu diluar"


"Kak"


"Tidak apa-apa, Keluarin semuanya"


"Terima kasih kak" hanya kata-kata itu saja yang keluar dari mulutku. Aku langsung ke dalam mobil dan mengeluarkan semua rasa sakitku. Entah sudah berapa banyak tissue yang sudah berserakan.


Kuambil hpku dan kutulis semua kata-kata yang sedari tadi melintas dikepalaku. Terkirim seperti itu status pesannya.


Kupandangin laki-laki yang daritadi setia menungguku. Sejam lamanya dia tetap diposisinya. Dia tidak mau aku terlihat buruk ditempat umum. Siapa yang tidak mau laki-laki seperti Kak Alfa. Akupun mau jika memang dia jodohku.


Apa sech yang kubayangkan. Kak Alfa sudah ada yang dia suka dan sudah lama. Bagi dia aku hanya adiknya.

__ADS_1


Kubuka pintu mobil dan berdiri disamping Kak Alfa.


"Terima kasih Kak,"


"Sama-sama, Se. Semoga masalahmu cepat selesai"


"Kak, kenapa kakak tidak kepo seperti Ello?"


"Ku tidak suka mencampuri masalah orang lain, Se kecuali orang itu melibatkanku dalam masalahnya" jawab Kak Alfa santai sambil menatapku.


Aku yang ditatap dengan intens langsung memalingkan muka. Aku yakin mataku sedang bengkak dan sekarang aku malu jika berhadapan dengan Kak Alfa


"Kita kembali sekarang apa nanti?" tanya Kak Alfa


"Nanti saja ya kak" Jawabku pelan


"Baik"


***


"Bolehkah aku bersandar dipundakmu Kak?" tanyaku tiba-tiba dikeheningan malam ini


"Silahkan,Se"


Akupun menyandarkan kepalaku yang sedikit pusing. Bagaimana tidak pusing kalau menangis sejam.


"Apa yang kamu sukai dari pacarmu,Se?"


(***)


Jawabannya di episode selanjutnya ya kak 🙏

__ADS_1


__ADS_2