
Hari minggu terakhir Ello sendiri, minggu depan sudah menikah. Rasa kehilangan pasti ada. Aku tidak boleh egois.
Setelah merasa kantukku hilang aku bergegas bangun dan langsung ke bawah. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
Sesampainya di ruang makan baru saja aku menuangkan susu. Sebuah suara yang kukenal mengagetkanku
"Selamat Pagi, Se". Alangkah terkejutnya aku. Pagi begini Alfa sudah berada dirumah. Mana belum mandi.
Tanpa aba-aba aku langsung pergi lari ke kamar untuk mandi. Susu yang kutuangkan tadi tidak sempat disentuh.
Kudengar Ello tertawa.
Baru saja sampai di bawah, sudah dikerjain Ello lagi
"Kamu kok bisa suka sama wanita kayak gitu, Fa? Jam segini aja baru selesai mandi" Dia Tertawa
Alfa seperti biasa hanya senyum.
"Alfa suka sama sapa?" tanya Papa yang baru pulang dari pasar dengan mama
"Itu" tunjuk Ello ke aku
"Benaran atau karena ucapan tadi malam?" tanya Papa lagi
"Benaran, Pa. Lihat aja itu kalung yang dipakai Sese dari Alfa"
"Sok tahu kamu, Ello" ucapku
"Tahulah. Dia belinya bareng aku pas di Australia"
"Ini bisa jelasin ke Papa dan Mama ga? Kami bingung" ucap Mama
Alfa menceritakan awal mula sampai kejadian hari ini. Mama dan Papa terlihat senang. Anak perempuan satu-satunya jatuh ke tangan yang sudah dia kenal.
Setengah hari kami berkutik memyelesaikan segala urusan. Meninjau hotel, wedding organizer, Catering dan lain sebagainya.
"Kalian kalau mau jalan, pergi aja. Ntar yang masalah kecil biar aku sama mama yang urus" Kata Ello ketika kita semua lagi makan siang.
__ADS_1
"Yakin kamu, kak?" tanyaku
"Serahkan aja sama aku. Ini juga pesta pernikahanku. Aku harus tanggung-jawab"
"Iya, Se. Kamu jalan aja sama Alfa."
"Kita mau pergi kah kak?" tanyaku ke Alfa
"Ada tempat yang mau kutuju, Se. Kalau kamu mau nemanin kita kesana hari ini. Tapi kalau masih msu bantu ga papa bisa besok"
Kulirik Ello dan Mama bergantian, Mereka mengangguk tanda menyuruhku nemanin Alfa.
"Baiklah, Kita pergi hari ini saja Kak."
Setelah makan siang dan kami pamit. Ternyata Alfa mengajakku ke sebuah boutique.
"Siang, Pa" Seru karyawan
"Siang. Pesananku yang kemarin bisa diambilkan sekarang" Kata Alfa
"Baik, Pa. Tunggu sebentar disana ya" Sambil menunjuk sebuah ruang VIP
Selang beberapa menit, karyawan tadi sudah kembali membawa sebuah kotak dan memberikannya ke Alfa.
"Ini, Pa. pesanan bapak kemarin" Serunya
Alfa mengambil dan memberikannya kepadaku.
"Dicoba, Se"
Alfa memperhatikanku yang sedang bingung.
"Coba aja dulu ntar aku jelasin"
"Baiklah" Kuambil kotak tersebut dan kulihat ternyata sebuah gaun dan sepatu berwarna biru muda.
"Ini untuk apa?" tanyaku
__ADS_1
"Dipakai untuk acara Ello" jawabnya dengan senyum
"Tidak usah, Kak. Aku sudah punya baju sendiri"
"Sese, apa aku tidak boleh memberimu barang?. Setiap aku memberimu kamu selalu menolak." Kata Alfa sambil cemberut.
Aku tertawa dalam hati, lucu juga kalau Alfa ngambek.
"Ya udah aku coba, tapi besok-besok jangan begini lagi ntar aku dibilang matre"
Dia tertawa dan menjawab " Matre sama pacar sendiri juga ga papa"
Aku menuju ruang ganti, kuamati gaun tersebut dan segera kucoba. Gaun dan sepatu pas. Pasti Ello yang memberitahu.
Aku keluar dari ruang ganti dan kulihat Alfa tersenyum dan mendekat.
"Cantik" Serunya ditelingaku.
"Apaan Sech" ucapku cepat berbalik ke ruang ganti sudah kupastikan wajahku seperti kepiting rebus. Jantung sudah tidak normal.
Setelah dari boutique, Alfa mengantarku pulang.
"Besok kuantar ke kampus ya?" Pintanya
"Tidak usah, besok kakak kan harus kerja" jawabku
"Sese"
"Hahahaha.. Baiklah. Besok jam tujuh ya. Aku tunggu" jawabku sambil melepas seat belt dan mengambil kotak pemberian Alfa.
Dia turun dan membukakan pintu mobil. Tidak lupa mengecup keningku. Rutinitas dia sebelum kami berpisah
"Aku tidak mampir ya, Salam buat Mama Papa"
Aku mengangguk.
Mobil yang dikendarai Alfa sudah menghilang dari pandangan. Aku masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
***
"