
Alfa Pov
Mau gila rasanya. Sese tidak mengangkat telepon tidak mau mendengar penjelasanku. Rasa takut kehilangan menyerangku.
"Aku harus menyelesaikannya malam ini juga"
Kuambil handuk dan buru-buru mandi. Aku kembali ke kediaman pramudita. Menunggu Sese dirumahnya dengan ditemani Ello dan Sinta. Mama dan Papa tahu masalah tentang kami. Aku menceritakannya.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam belum ada tanda-tanda Sese akan pulang. Sinta izin ke kamar, kepalanya mulai pusing.
"Pulang lah, Fa. Besok kesini lagi. Mungkin Sese tidur ditempat temannya" kata Ello
"Aku tunggu dia disini, Lo. Hari ini harus kuselesaikan. Aku tidak mau kehilangan dia" Jelasku
"Baiklah, Fa."
Tidak berselang lama, sebuah mobil memasuki perkarangan rumah. Aku berdiri.
"Aku bawa, Sese ya, Lo. Maf merepotkanmu dan Sinta"
"Iya, semoga masalahmu beres"
Aku pergi mendekati mobil. Sese kaget ketika baru buka pintu dan melihatku.
"Ikut aku, Se" pintaku sambil menarik tangannya.
"Lepasin gak"
__ADS_1
Aku tetap menariknya menuju mobilku. Pintu mobil kubuka dan kuajak dia masuk. Sebelum dia kabur segera kupasangin Seat belt. Aku dengan cepat masuk dan mengendarai mobil.
Dia diam tak bersua. Hanya suara tangis yang terdengar.
"Maf" ucapku
Sampailah kami ditepi pantai. Aku memarkirkan mobilku.
"Aku dijebak, Se. Apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu fikirkan. Minumanku dikasih obat tidur. Setelah kubuka mata aku sudah berada di hotel. Aku marah dan berniat mau pergi. Namun tanganku ditarik akhirnya aku jatuh seperti apa yang kamu lihat"
"Apa kamu tidak percaya dengan yang aku bilang. Aku hanya mencintaimu, Se. Berapa tahun aku menunggumu apakah kurang kesetiaanku?"
Sese tetap diam.
"Kenapa kamu diam? Kamu tidak percaya denganku?"
Aku menepuk keningku.
"Ternyata kamu meragukanku karena hal itu" Alfa memperbaiki duduknya menghadapku. " Aku sangat ingin menciummu, Se. Menjadikanmu milikku. Aku juga laki-laki yang memiliki hasrat tinggi. Susah payah aku menahan hasratku untuk tidak melakukannya. Aku sudah berjanji pada diriku, sebelum aku menikahimu aku tidak ingin melakukannya. Aku ingin menjagamu. Itu alasanku, Se bukan karena aku mencintai orang lain" panjang lebar aku menjelaskan kesalahfahaman ini
Sese kembali diam
"Kenapa diam? Lihat mataku, Se. Aku tidak pernah berniat membohongimu" Ujarku sambil memegang tangannya
Sese melihatku dan beberapa saat dia memelukku.
"Terima kasih" katanya.
__ADS_1
Dalam pelukan tak henti-hentinya kucium rambutnya. "Percaya padaku, Se. Aku hanya mencintaimu".
Setelah lepas pelukan, aku bertanya " Seharian ini kamu kemana?".
"Disini juga" jawab dia sambil senyum.
Kulihat matanya yang sembab. "Maf sudah membuat kamu menangis, Se. Mulai sekarang aku akan hati-hati"
"Dunia ternyata sekejam ini untuk mendapatkan harus dengan cara yang tidak baik. Makanya jangan terlalu baik sama orang biar gak gampang difitnah" ucapnya
Kali ini aku setuju dengannya. Aku tidak ingin melukai perasaan wanita yang menyukaiku. Tetap menjaga pertemanan. Tapi aku lupa bahwasannya dengan sikapku ini hampir saja aku kehilangan wanitaku.
"Kapan kita pulang" Kata Sese membuyarkan lamunanku
"Kenapa?"
Dia tersenyum dan berkata " Aku belum mandi dan sekarang badanku lengket"
Aku lupa kalau Sese baru saja kuculik.
"Kita pulang sekarang ya" ucapku. Aku memutar arah dan mengantar Sese pulang.
Kubantu Sese membuka pintu mobil dan sebelum kami berpisah tidak lupa kukecup keningnya.
"Bagian yang lain tunggu kita halal ya. Kamu tunggu aja ledakkan hasratku" bisikku ditelinganya. Kulihat Sese sudah memerah.
Setelah kulihat Sese masuk ke rumah. Aku segera meninggalkan halaman dan pulang.
__ADS_1