Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 51


__ADS_3

Alfa mengajakku berkeliling dengan mobilnya. Kami berhenti disebuah tempat yang menjajakan berbagai macam makanan.


Aku sudah berjalan mendahului Alfa. Melihat-lihat sekeliling. Namun belum ada satupun yang menarik perhatianku.


"Kamu sedang cari apa, Se?" tanya Alfa melihat wajah kebingunganku.


"Aku cari bakso, Kak." ucapku tanpa menoleh masih saja mencoba mencari siapa tahu menemukan.


"Astaga, Se. Kalau mau cari bakso ditempat biasa kita makan saja. Kenapa tidak bilang, sayang" kata Alfa.


Aku nyengir dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Alfa menarik tanganku dan buru-buru mengajak ke tempat makan bakso langganan.


***


"Ayo, sayang. Kita sudah sampai" ucap Alfa.


Didepan mobil kami terlihat sebuah warung bakso yang pasti kalian tahu tempat makan pertama aku ketika sampai ke kota ini dan dijemput Alfa.


"Ayo" jawabku dengan senyum merekah. Aku seperti anak kecil yang habis nangis dan diberi permen. Bahagia sekali.


Dua porsi bakso dan dua gelas teh hangat sudah ada diatas meja kami. Kami makan dengan santai.


"Ini benaran Alfa?" terdengar suara wanita mengagetkan kami berdua. Aku dan Alfa sama-sama melihat pemilik suara tersebut.


"Kamu lupa sama aku, Fa?" tanya wanita itu lagi

__ADS_1


Aku menoleh ke Alfa dan Alfa ikut menoleh ke aku. Dari tatapan matanya memberi isyarat kalau dia lupa. Aku tertawa. Ya Tuhan Suamiku!!!


"Maaf, Mbaknya sapa ya?" tanyaku mewakili Alfa.


"Aku Rere, mantan pacar Alfa" ucap wanita tersebut.


Degh.


Kulihat Alfa. Dia juga sama kagetnya denganku


"Kamu istrinya ya, Maaf kemarin tidak hadir ke pernikahan kalian. Kebetulan saya ada acara. Boleh saya duduk disini?" tanyanya. Kebetulan disaat-saat begini warung bakso penuh karena jam makan malam. Dan bangku didepanku sama Alfa kosong.


"Silahkan, Mbak" jawabku. Alfa masih saja diam seribu bahasa. Aku diam-diam memandangi wanita didepanku. Cantik dan sempurna untuk ukuran wanita seusianya. Kulitnya yang putih serta memiliki ukuran dada yang sesuai harapan laki-laki.


"Nanti ada waktunya" jawab Alfa tetap santai.


"Kamu gimana kabarnya, Fa?"


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja."


Ada apa dengan situasi ini? Kenapa Alfa cuek ketemu mantan pacarnya? Katanya tidak ada rasa waktu pacaran cuma seminggu.


"Maafkan kesalahanku yang dulu, Fa. Aku salah" ucap Rere dengan pelan.


"Tidak usah dibahas lagi. Se, apa kamu sudah selesai makannya? Kalau sudah ayo kita pulang?" ucap Alfa tiba-tiba.

__ADS_1


Aku mengangguk. Alfa berdiri dan aku mengikuti dibelakangnya namun aku tetap berpamitan ke wanita tadi.


"Kami duluan ya, mbak"


"Iya" jawabnya


Aku melihat sebuah rasa bersalah dimatanya. Ada kejadian apa dimasa lalu yang membuat jarak diantara mereka.


Alfa pergi ke kasir dan membayar makanan kami. Dia tetap saja menggenggam tanganku namun ada rasa keringat ditelapak tangannya.


Aku diam bukan tempat yang pas untuk bertanya.


Setelah selesai membayar, kami segera ke mobil. Dan Alfa membanting kepalanya. Aku kaget.


"Kak, kamu kenapa?"


Tanpa jawaban, Alfa meraih wajahku dan mencium bibirku. Lembut seperti biasa namun ada rasa takut yang kurasa dari ciuman Alfa kali ini.


Alfa melepas ciumannya ketika dia rasa cukup tenang.


"Kita pulang ya" ajaknya


Aku hanya diam disepanjang perjalanan. Alfa fokus mengendarai mobilnya. Mungkin dia lupa ada seseorang duduk disampingnya.


Aku yang tidak tahu apa-apa kenapa jadi tempat pelampiasan??

__ADS_1


__ADS_2