Dia Terbaik

Dia Terbaik
Rumah Alfa


__ADS_3

Siang ini, Mama rencana pergi ke rumah keluarga Alfa untuk mengundang langsung memghadiri pernikahan Ello. Kata Mama kalau lewat ekspedisi tidak sopan jadi harus bertemu langsung.


Karena Ello masih banyak urusan yang harus diselesaikan, jadi mama mengajakku.


"Untung saja ujian sudah beres" ujarku dalam hati.


Setelah menjemput Mama dan langsung cabut, kamipun sampai ke tempat tujuan. Rumah yang nyaman dan enak dipandang. Sudah lama sekali aku tidak menginjakkan kaki kesini, terakhir kali waktu Smp.


Setelah mengucapkan salam, pintu terbuka dan menampakkan wajah yang sumringah, Mama Alfa atau Tante Dini.


"Ayo mb, Se. Masuk" Kata Tante Dini


Aku mengikuti Mama mengekor dibelakangnya. Kami bersantai di ruang tamu dan mengobrol panjang. Tak lupa membahas tujuan kami kesini.


"Baru pulang, Fa? Ayo sini"


"Halo, Ma, Se. Iya Ma, baru selesai. Aku ganti baju dulu ya"


"Iya"


Seelah beberapa menit berlalu. Alfa pun sudah turun ke bawah, tidak lupa dia memberi salam ke Mama.


"Ajak, Sese ke tempat favoritmu, Fa. Daripada disini pasti bosan. " Tiba-tiba Tante Dina berseru


"Ga papa tante. Disini aja dengarin cerita Tante dan Mama." ujarku


"Bosan lah, Se. Mending main sana sama Alfa"

__ADS_1


"Iya, Se. Sama Alfa aja gih" Mama pun ikut nimbrung


"Ayo, Se." Ajak Alfa


Aku pun mengikuti langkah kaki Alfa menuju ruang favoritnya ternyata sebuah ruangan yang dipenuhi tumpukan buku. Perpustakaan pribadi itulah namanya.


Diruangan tersebut ada beberapa rak lemari buku serta sebuah meja dan sofa. Ruangannya cukup lebar jadi masih banyak space kosong diantara barang-barang itu.


"Silahkan lihat-lihat, Se. Aku ke kamar dulu ganti baju" Kata Alfa


"Iya, Ka" Aku pun melangkahkan kaki memasuki ruangan itu. Mencoba mencari buku yang bisa kubaca diantara banyaknya buku.


Setelah mencari tidak terlalu lama akhirnya aku menemukan sebuah novel yang bisa kubaca. Tentang cinta.


Karena terlalu fokus dan mungkin lelah, tanpa sadar aku tertidur di sofa dengan buku terbuka.


(***)


Sesampainya dirumah, kulihat sebuah mobil yang kukenal terparkir di halaman rumah. Aku yakin Sese ada disini karena kalau Ello tidak mungkin jam segini dia pasti dikantor.


Rasa lelah dan ngantukku langsung sirna.


Kulangkahkan kakiku dengan cepat dan seperti dugaanku Sese dan Mamanya sedang mengobrol dengan mamaku.


Sekilas kutangkap pembicaraan tentang pernikahan Ello.


Mama menyadari kepulanganku dan menyuruhku mengajak Sese ke perpustakaan. Pasti bosan kumpul dengan para ibu-ibu.

__ADS_1


Aku pergi kekamar setelah mengantar Sese ke perpustakaan.


Ku langsung pergi mandi untuk menyegarkan badan ini tidak mungkin ketemu Sese dengan badan yang bau keringat.


Setelah selesai kuganti baju dan menuju ke perpustakaan ku dapati Sese sedang tertidur. Untuk tidak mengganggunya, Aku kembali ke ruang tamu memberitahu mamanya Sese dan mamaku kalau Sese tidur.


"Ya udah biarin aja Sese pulang ntar mamanya Sese biar mama yang antar. Gpp kan mb sekalian kita healing kemana gt?" Kata Mama


"Oiy,gpplah. Apa kita pergi sekarang aja gitu sekalian ngobrol?" Kata Mama Sese


"Ayo. Aku ganti baju dulu ya. Alfa ntar kamu yang antar Sese pulang ya" Kata Mama


"Iya, Ma. Masalah itu gampang" Kataku


Setelah berpamitan, aku kembali ke perpustakaan. Ku pandangin wajah Sese, bibir merah muda milik Sese menggodaku


"Ah. Bisa gila aku." tidak mungkin kucuri ciuman pertamanya dalam keadaan tidur walaupun sama-sama ciuman pertamaku.


Untuk menetralkan otak dan detakan jantung, aku mencari buku yang bisa mengalihkan. Kudapatin sebuah buku dan kucoba untuk fokus membacanya.


Bibi pun datang membawakan minuman dan beberapa cemilan. Setelah itu kusuruh pergi biar tidak mengganggu Sese tidur.


Aku kembali fokus.


Entah tiba-tiba mataku juga ngantuk dan akupun tertidur.


(***)

__ADS_1


__ADS_2