Dia Terbaik

Dia Terbaik
Bab 60


__ADS_3

"Fa, itu ikannya dibalik" kata Ello namun yang dipanggil tidak bergeming masih fokus melihat ke suatu arah.


"Fa"


"Fa"


Ello yang kesal ikut melihat apa yang menjadi alasan ketidak-fokusan Alfa. Alangkah kagetnya Ello mengenal laki-laki yang berjalan disamping Sese.


"Mampus dah. Kenapa harus hari ini ketemu".


***


"Hai, Kak." ucapku ke Alfa dengan senyum seperti biasanya. Namun, terlihat aneh Alfa tidak menyambut senyumku seperti biasa. Mungkin lagi lelah, fikirku.


"Co, perkenalkan ini Alfa, Suamiku" ucapku lagi untuk memperkenalkan mereka


"Rico" katanya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan ke Alfa.


"Alfa" balas suamiku. Alfa juga mengulurkan tangan membalas jabat tangan Rico.


"Aku ga dikenalin, Se?" tanya Ello


"Bukannya kalian sudah kenal, Kakak pernah ketemu kan?" tanyaku

__ADS_1


"Aduh, itu sudah lama, Se. Sapa tau Rico sudah lupa sama aku" ucap Ello sambil pura-pura sedih.


"Idih" ucapku


"Gak dong Kak. Rico masih ingat sama Kak Ello. Bagaimana bisa lupa kalau selama jalan sama Sese , Kakak nelponin mulu nanya ada dimana" ucap Rico


Aku mendengar ucapan Rico tertawa. Ya, setiap aku pergi berdua dengan Rico dulu, Ello selalu menelpon menanyakan keadaan. Mungkin takut dan khawatir kalau adik perempuannya kenapa-kenapa.


Ello hanya nyengir.


"Oh iya, Kak. Mana Istri dan anaknya? Ga ikut ke pantai?" tanya rico memecah keheningan.


"Ada, itu mereka." jawab Ello sambil menunjuk sebuah tempat dimana ada Sinta dan Chibby sedang bermain.


"Sudah besar ya anaknya. Sayang bukan aku yang jadi omnya" ucap Rico.


"Kamu ga papa, Se?" kata Rico sambil mengusap punggungku. Keberadaan Rico yang lebih dekat denganku memberi dia ruang lebih cepat.


"Ga papa, Co" ucapku sambil mencoba menjauhkan tangannya dari punggungku. Kulihat Alfa sudah memerah wajahnya. Sepertinya akan ada bencana ini.


Ello yang mengetahui kondisi mencoba mencairkan suasana. "Co, ayo makan bareng. Kamu pasti sudah lapar kan?" ucap Ello sambil merangkul Rico dan membawa ke tempat dimana ada anak dan istri Ello.


Rico yang tidak bisa berkutik hanya mengikuti Ello.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanyaku ke Alfa setelah tidak terlihat lagi sosok mereka berdua.


"Aku ga papa" ucap Alfa dengan intonasi yang sudah berbeda dengan pagi tadi.


"Kamu marah ada Rico disini?" tanyaku lagi. Aku yakin dia marah, aku membawa mantan pacarku kesini.


Diam. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Alfa.


"Kenapa tidak menjawab?"


"Aku sudah bilang, Se. Aku tidak apa-apa. Mending kamu temanin mantan pacarmu saja. Yang disini biar aku saja yang selesain" kata Alfa masih membakar beberapa ikan yang belum matang.


"Baiklah, terserah kamu" ucapku langsung berbalik. Mantan pacar?? Ah, terlihat banget dia marah.


"Alfa mana,Se?" tanya Ello sesampainya aku di tempat mereka.


"Masih bakar ikan" jawabku ketus. Aku mengambil handphone dan bermain game cacing. Kulirik Alfa sebentar ketika gameku kalah. Biarlah, suka-suka dia.


Terlihat sekali perubahan dari tingkah kami berdua. Tidak beberapa lama Alfa datang dan duduk disampingku. Aku malas melihat wajahnya. Nyebelin.


Aku makan dalam diam. Hanya ketika ditanya saja aku bersuara.


Setelah makan siang dan bermain sebentar, Rico pamit undur diri. Katanya dia harus mempersiapkan wawancara besok.

__ADS_1


Kami juga sudah mulai beberes, hari makin sore. Besok harus kembali ke rutinitas lagi. Aku kuliah dan Alfa kerja. Ngomong-ngomong, Alfa sudah tidak lagi menjadi dosen pengganti dikampusku karena jabatan CEO diperusahaannya membuatnya makin sibuk.


***


__ADS_2