
Alfa berdiri dan mengambil handphoneku. Karena aku tidak siap akhirnya sekarang ada di tangan Alfa.
Aku hanya kaget ternyata tidak terjadi yang aku fikirkan. Kuhembuskan nafas bukan karena kecewa tapi karena jantung hampir meledak. Bikin kaget saja.
Alfa membantuku bangun dan kulihat tertawa.
"Kalau mau foto gak usah sembunyi-sembunyi, Se. Sini". Kata Alfa sambil menepuk kursi disampingnya
Aku menurut dan kurebahkan tubuhku.
Alfa memfoto kami berdua dan langsung dia jadikan Wallpaper di handphonenya.
***
Alfa Pov
Kejadian hari ini membuatku shock. Posisi yang pas untuk mengambil ciuman pertama Sese dan memberi ciuman pertamaku buat orang yang kucinta.
Tapi aku sudah berjanji pada diriku, aku akan melakukan semuanya setelah menikah.
Debaran jantung masih kurasakan sampai sekarang aku kembali ke rumah setelah mengantar Sese pulang.
"Aaaarrgghhh" Aku mengacak rambutku. Pasti Sese akan berfikir macam-macam.
***
Sese Pov
Didalam kamar setelah Alfa mengantar tadi. Aku merenung memikirkan kejadian hari ini.
"Kenapa Alfa tidak menciumku? Apakah dia tidak mencintaiku atau ada wanita lain di kehidupannya? Tidak mungkinkan aku bertanya.
Pertanyaan-pertanyaan ini membuatku lelah dan tertidur.
__ADS_1
***
Rutinitas kami setiap hari adalah Alfa mengantar dan menjemputku. Jika dia tidak bisa maka akan menyuruh supirnya yang menjemputku.
Hari ini sabtu, kuliah dan perkantoran libur. Kami sudah sibuk dan mengemasi barang yang akan dibawa ke hotel. Besok hari pernikahan kakakku, Ello.
Alfa sudah datang dari pagi. Anak ini gesit sekali.
"Ada yang bisa dibantu, Se?". Dia melihatku lagi nenyusun barang-barang souvenir ke dalam kotak.
"Tidak usah sebentar lagi selesai, Kak"
Setelah semua beres dan tidak ada yg ketinggalan, kami semua pergi ke hotel tempat acara pernikahan Ello. Aku bareng dengan Alfa. Mama, Papa, Bi rumi dan anaknya satu mobil sedangkan Ello bawa mobil sendiri.
Semua sudah mendapat satu kunci kamar hotel. Aku memasuki kamar ditemani Alfa yang membantu membawa barangku.
Malam ini, Ello dan Alfa satu kamar karena kata Ello mau melepas masa lajangnya jadi minta ditemanin Alfa
***
Tok..tok..
Ada yang mengetuk pintu kamarku. Kuintip dari pintu dan ternyata Alfa
" Ayo kebawah, waktunya makan malam." Kata Alfa setelah kubukakan pintu.
"Sebentar ya, aku ganti baju dulu".
"Iya, kutunggu disini"
Setelah pintu tertutup, aku , buru-buru kuganti bajuku. Setelan rok dan blazer.
Kubuka pintu kamar kembali, dan terlihat Alfa dengan senyuman yang khas membuat hati ini meleleh. Rasa cinta mulai tumbuh di dalam hati.
__ADS_1
"Ayo, Kak." digandengnya tanganku.
Dimeja makan sudah berkumpul keluargaku dan keluarga Alfa. Aduh, aku lupa kalau aku selama berpacaran sama Alfa belum ada mengunjungi tante dan om.
"Malam om, malam tante" Sapaku
"Kok masih manggil om tante sech? Panggil Mama Papa juga donk." Kata Tante Dina
"Iya tan e Mama" Aku kikuk dan gugup. Ternyata mereka sudah tahu hubunganku dengan Alfa.
"Ayo, Se." Alfa menarik kursi dan memintaku duduk.
"Gugup, Lo?" Kata Papa Alfa
"Iya om. Ternyata begini ya rasanya. Takut salah ngucapin" Seru Ello
"Batalin aja kalau gitu kak" Jawabku sambil tertawa. Ello yang kesal memukul kepalaku dengan sendok.
"Sembarangan" Kata Ello
Aku makin tertawa sambil mengelus kepalaku.
Makan malam kali ini sangat berkesan. Dua Keluarga yang suatu hari akan bersatu. Alfa mengantarku ke kamar.
"Selamat tidur, Sayang. Jangan lupa berdoa dan mimpiin aku ya" Kata Alfa sambil mengecup keningku.
"Selamat tidur juga, Kak". Jawabku
"Ehm..ehm.. Cepat halalin biar tidur ada yang ngelonin. Hari gini cuma bisa ngecup kening" Kata Ello sambil berlalu. Terdengar sekali dia bahagia mengejek kami.
"Sudah masuk sana, Se". Aku mengangguk dan melambaikan tangan, diapun membalasnya.
***
__ADS_1