
Kami sampai juga dihalaman hotel. Ello keluar dan menyerahkan kunci ke Valet, kami pun menyusul. Ballroom hotel sudah ramai. Para tamu undangan sudah hadir.
Aku tidak melihat Alfa. Aku mengekor saja bersama keluargaku.
"Selamat malam, Para tamu undangan yang terhormat. Terima kasih sudah memyempatkan hadir di Acara Serah terima jabatan perusahaan kami. " Kata pembawa acara.
"Baik untuk mempersingkat waktu, kita panggil Bapak Agung Prakarsa dan Bapak Alfa Tunggal Prakarsa."
Nama yang dipanggil pun maju dan berdiri didepan panggung. Ternyata hari ini adalah Hari diangkatnya Alfa menjadi CEO menggantikan Papanya.
"Terima kasih kepada Semua tamu undangan. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memajukan perusahaan kita. Saya mohon bantuannya" Ucap Alfa setelah menerima surat serah terima jabatan.
Para tamu undangan bertepuk tangan. Tidak ada yang akan menolak, mereka tahu atas usaha dan kerja keras yang dilakukan Alfa. Meskipun dia anak dari seorang pimpinan, dia tetap melakukan tugas sebaik mungkin selama menjadi direktur.
"Di acara ini saya juga ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua, saya mohon dukungannya" ucap Alfa selanjutnya.
Tiba-tiba dilayar proyektor, foto-fotoku berserakan. Aku bingung dengan keadaan. Para tamu pun juga bingung kecuali keluargaku sepertinya mereka mengetahui.
Alfa berjalan mendekat ke arahku. Pelan tapi pasti menemukan.
"Aku sudah menunggu waktu ini dengan sangat lama. Untuk mengatakan ini, juga butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang terjadi. Aku hanya ingin menjagamu hingga halal bagiku menyentuhmu. Dimalam ini dan disaksikan para tamu undangan, Aku Alfa ingin melamarmu. Sese, Maukah kamu menikah denganku? menjadi ibu dari anak-anakku?" ucap Alfa sambil memoerlihatkan sebuah cincin ketika sudah berada tepat didepanku.
Aku kaget. Tidak menyangka Alfa melamarku. Bingung itulah keadaanku saat ini.
"Terima..terima.." Suara gemuruh tamu undangan bergetar dipenjuru seluruh gedung hotel.
Mama menyikutku menandakan harus sadar dan lekas menjawab.
Kulihat Alfa. Apalagi yang kuragukan dari sosoknya.
"Aku mencintaimu. Aku mau" jawabku singkat.
__ADS_1
Alfa tersenyum dan melingkarkan cincin di jari manisku.
"Terima kasih" katanya sambil memelukku.
Para tamu undangan bersorak-horai. Keluargaku dan keluarga Alfa berbahagia.
Kami berdua pun tak luput dari para tamu undangan yang memberi selamat.
"Ayo keluar, kalau disini aja gak bakal selesai sampai berakhir" tawar Alfa sambil memegang tanganku
Aku mengangguk.
Kami berdua sudah berada diluar hotel. Alfa membuka jasnya untuk dipakaikan ke aku. Cuaca hari ini lumayan dingin.
"Kenapa tiba-tiba?" tanyaku
"Apanya?"
"Sudah lama aku niat melamarmu cuma cari waktu yang pas aja. Kalau bisa bulan depan kita menikah"
Aku menoleh kaget. Cepat sekali.
"Kamu tidak usah khawatir, kamu tetap kuliah kok meski jadi istriku. Aku tidak membatasi kegiatanmu"
"Bukan masalah itu, Kak. Cepat sekali bukannya harus ada persiapan ini dan itu ya?"
"Semua sudah diatur. Kamu tunggu aja kedatangan keluargaku ke rumahmu ya. Dilarang menolak. Aku sudah tidak sabar untuk memilikimu, Se"
"Tapi kan aku sudah jadi milikmu, Kak"
"Aku ingin menyentuhmu, menjadikan kamu milikku seutuhnya" Kata Alfa.
__ADS_1
Mukaku memerah membayangkan hal itu. "Dasar mesum" ucapku
Alfa hanya tertawa
Setelah merasa cukup kami diluar. Kamipun kembali ke dalam hotel.
"Darimana saja kalian berdua?" tanya Ello. " Kalian ga check-in kan?"
Aku tutup mulutnya. "Kalau bicara suka sembarangan ya"
"Sapa tau ya kan, mentang-mentang sudah lamaran trus ga sabaran gitu" Ello terkekeh setelah berhasil melepaskan tanganku dari mulutnya. Mama sama Papa hanya mengelus dada mendengar Ello.
"Tolong dimaklumi ya, Fa ucapan Ello" Kata Mama
"Santai aja, Ma. Sudah kenal baik aku sama dia"
Waktu semakin malam. Keluargaku berpamitan ke keluarga Ello.
"Besok aku kerumahmu ya." ucap Mama Alfa
"Baik, aku tunggu ya" Jawab Mama.
Seperti rencana awal. Aku pulang diantar Alfa.
"Mimpi indah ya,Sayang" Kata Alfa sambil mengecup keningku.
"Hati-hati dijalan, Kak. Kalau sudah sampai rumah kabarin ya" kataku sambil menutup pintu mobil.
"Siap, sayang". Alfa pun lekas memutar mobilnya dan menghilang.
Aku masuk rumah dan kekamar. Hari ini aku sangat bahagia ❤️❤️
__ADS_1