
Hari ini aku berangkat ke kampus diantar Alfa. Senin adalah hari pertama dan biasa bagi sebagian orang hari senin adalah hari yang tidak disukai. Entah karena hari yang harus bekerja keras setelah hari libur atau memang hari yang sial.
"Aku turun didepan aja, Kak" kataku setelah sudah memasuki kampus.
"Ga kejauhan, Se?" tanya Alfa. Dari tempat aku turun masih ada sekitar 50 meter lagi dari kampus.
"Ga papa, aku ada janjian sama dimas mau ke perpustakaan." kataku
"Owh, oke"
Mobil pun berhenti ditempat yang aku tuju. Terlihat dimas sudah menunggu dipinggir jalan. Hari ini aku ada janjian sama dimas ke perpustakaan untuk mencari buku yang akan dijadikan referensi tugas kuliah.
"Nanti kalau sudah selesai kasih tahu aja. Kalau bukan aku yang jemput ntar aku minta tolong pa jamal jemput ya" kata Alfa
"Gampang, kak" kataku sambil pamit ke Alfa.
Alfa mengecup keningku. " Belajar yang rajin ya, sayang"
Aku tersenyum dan mengangguk. Aku membuka pintu dan segera keluar. Mobil yang dikendarai Alfa mulai menghilang.
"Ayo" ucapku ke dimas.
"Siap, tuan putri" kata dimas membuatku malu.
***
Alfa Pov
__ADS_1
Aku sudah sampai dikantor hanya butuh tiga puluh menit perjalanan dari kampus Sese ke kantorku jika tidak macet.
"Pagi, Pa" sapa lala, sekretaris pribadiku didepan ruanganku.
"Pagi"
Aku memasuki ruanganku dan diikuti oleh Lala. Lala menjelaskan kegiatanku hari ini. Ada rapat dengan klien dan wawancara karyawan baru untuk posisi admin penyedia jasa&barang.
"Oke, La. Nanti kabarin jika sudah waktunya ya" kataku.
"Baik, Pa. Saya pamit" ujar Lala dan dia keluar dari ruanganku.
Aku mengecek beberapa email di kotak masuk dan segera membalas email yang menunggu jawaban.
Tok..tok..tok
"Masuk"
"Oke"
Aku segera berdiri dan tidak lupa mengabari ke Sese jika aku rapat. Rapat kali ini tidak terlalu bertele-tele jadi selesai tepat waktu. Setelah rapat aku memasuki ruang wawancara. Alangkah kagetnya ada Rico disalah satu peserta yang berhasil melewati proses seleksi.
Rico tidak terlalu kaget dengan kehadiranku. Dia pasti sudah tahu kalau aku CEO perusahaan ini. Dia melihatku dan tersenyum menunduk.
"Sudahlah, apa lagi yang kutakutin" ucapku dalam batin.
Aku duduk di kursi yang sudah disediakan. Aku menjadi salah satu penguji wawancara. Meski aku pemilik perusahaan, aku tidak mau asal merekrut karyawan. Jadi ketika proses wawancara, aku mau diikut-sertakan sebagai penguji.
__ADS_1
"Rico pratama" panggil adi, ketua di bagian jasa & barang.
Rico berdiri. "Saya, Pa"
"Silahkan duduk"
Para penguji yang terdiri tiga orang termasuk aku sudah mulai menanyakan kemampuan Rico. Rico walau hanya lulusan SMA tapi wawasannya sangat luas. Dia juga berharap sangat dapat diterima di kantor ini.
"Baik kepada semua pelamar yang sudah mengikuti wawancara bisa menunggu kurang lebih dua hari lagi untuk pengumuman. Nanti akan diberitahu lewat telepon. Terima kasih" Kata Adi mengakhiri wawancara hari ini.
Para pelamar mengangguk dan satu persatu pamit mengundurkan diri. Jam makan siang sudah terlewat sejam dari waktunya. Aku permisi kembali ke ruangan.
"Aku melupakan handphoneku di ruangan. Lupa dengan Sese" ucapku sambil menepuk kening.
"Siang, Pa. Ada mbak Sese didalam" kata Lala setelah aku hampir sampai.
"Baik. Terima kasih" ucapku dengan senyum.
***
"Halo" sapa dia dengan senyum mengembang ketika aku membuka pintu.
Aku tersenyum dan segera memeluk dia. "Maaf handphoneku ketinggalan"
"Ga papa, belum makan kan. Ayo makan dulu. "
Kulihat sudah ada nasi pecel dengan ayam goreng dimeja. Sese mengambil piring dan langsung memberikanku.
__ADS_1
Aku menerimanya dan segera memakannya. Perut sudah sangat lapar minta diisi. Masalah Rico nanti saja diberitahu kalau sudah senggang.
***