
Pagi hari telah tiba, tenang tidak ada kejadian apa-apa semalam. Hanya obrolan kecil tentang permasalahan Elsa.
"Apa kamu sudah mencabut laporanmu, Kak?" tanyaku semalam ke Alfa setelah dia baru selesai mandi.
"Seperti yang kamu minta, Se. Sudah kucabut laporanku" Kata dia
Seperti itulah percakapan kami semalam.
***
Kami menunggu dokter berkunjung, Alfa izin kerja setengah hari. Dia membantu kepulanganku. Katanya Aku sudah menjadi tanggung jawabnya.
Tak menunggu lama, dokter dan perawat sudah memeriksaku dan aku boleh pulang. Infus ditangan dicabut dan mereka menjelaskan obat yang tetap harus aku minum.
"Mbak Sese, tetep diminum obatnya sampai habis ya. Kan tanggal pernikahan sudah dekat jangan sampai gak sehat." Kata Perawat
Siapa lagi ini yang ngasih tahu, ucapku dalam hati. Kan jadi malu.
"Baik, Sus. Terima kasih ya beberapa hari ini dirawat"
"Sama-sama ya Mbak Sese. Semoga acara pernikahannya lancar"
"Aamiin" ucapku dan Alfa barengan
Setelah semua proses kepulangan beres, Alfa mengantarku pulang dan dia langsung cabut ke kantoor.
__ADS_1
"Aku kerja dulu ya. Ingat diminum obatnya" ucap Alfa sebelum pergi.
"Siap, bos. Dilaksanakan" ucapku sambil tangan memberi hormat.
Alfa tertawa melihat kelakuanku. Aku juga ikut tertawa.
Setelah dia pergi, aku masuk kerumah.
"Non Sese, Gimana keadaannya? Aduh Bibik cemas." ucap Bik Rumi mengagetkanku
"Alhamdulillah, Sekarang sudah sembuh bik. Makanya sdh boleh pulang" ujarku sambil nyengir
"Ih, Non Sese ini malah bercanda"
"Mama kemana, Bik?"
"Ohh.. Oke, Bik. Aku ke kamar dulu ya." Kataku pamit
"Iya, Non. Kalau perlu sesuatu panggil Bibik ya"
Aku mengangguk dan melangkahkan kakiku ke kamar. Rasa lelah dan ngantuk tiba-tiba datang. Biasa tidur dirumah sakit berbeda dengan tidur dikamar sendiri.
***
Hari-hari sibuk datang, tinggal seminggu acara pernikahan kami. Aku dan Alfa tidak boleh bertemu atau berhubungan. Katanya biar ada rasa kangen.
__ADS_1
Semua persiapan sudah sembilan puluh persen. Aku ditahan tidak boleh keluar dari rumah. Alfa juga sudah mengambil cuti.
"Bosan" ucapku. Sudah satu drakor aku tonton dimana ada enam belas drama.
Aku turun ke bawah mencari mama. Mama ada didapur.
"Mama kenapa?" tanyaku ketika kulihat Mama menyeka air mata.
Mama malah memelukku. "Mama hanya sedikit mengenang anak-anak mama. Sebentar lagi kamu menikah, Se. Tinggal Mama sama buku Papa dirumah ini. Rumah ini jadi sepi. Apalagi kalau Papa sudah pergi kerja, tinggal Mama bareng Bik Rumi aja."
Aku tahu Mama bakal kesepian.
"Ma, kalau Mama kesepian bisa telepon Sese. Ntar Sese akan ngajak Alfa nginap disini, Mama tahu sendiri Alfa seperti apa orangnya. Mama juga bisa nginap ke rumah Sese kan. Aku dan Kak Ello ga bakal lupa sama orang tua" ucapku menyeka air mata.
"Iya, Se. Janji ya sering-sering nengok Kami"
Aku menganggu. Aku tidak akan pernah melupakan wanita yang melahirkan dan merawatku meski sudah menikah nanti.
Mama melepas pelukannya. "Ayo, kita makan siang bareng, Se. Setelah itu kita masih harus menyelesaikan persiapan pernikahan. Tinggal seminggu lagi"
"Iya, Ma. Ayo kita makan dulu. Masalah pernikahan setelah kita makan" Kataku.
Setelah makan, Mama mengecek nama-nama tamu yang belum dikirim undangannya sedangkan aku mengecek souvenir.. Kami hanya mengundang keluargaku, keluarga Alfa, teman Alfa yang termasuk teman Ello, Kerabat kerja Alfa, dan juga temanku.
Untuk tempat resepsi di ballroom hotel kepunyaan Alfa.
__ADS_1
*""