
Didalam mobil, aku memandang foto Alfa. Laki-laki yang membuatku uring-uringan akhir-akhir ini. Ya, hari ini aku kontrol untuk mencari tahu apakah aku bisa melakukan penerbangan dengan rute yang lumayan jauh.
"Bagaimana, dok. Apakah saya bisa terbang keluar negeri?" tanyaku kepada dokter kandungan yang sedang duduk didepanku.
"Alhamdulillah, melihat perkembangan janin semua baik-baik saja. Sekarang usia janin ibu Sese sudah memasuki 7 minggu. Sebenarnya untuk usia kandungan yang masih muda masih belum baik untuk menaiki pesawat dengan jarak yang cukup jauh. Mungkin ibu bisa menunggu sekitar sebulan lagi"
"Begitu ya, Dok." ada raut wajah kecewa mendengar penjelasan dokter Tika. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak yang sedang aku kandung. Aku harus menahan diri.
Mobil yang kukendarai sudah sampai di pekarangan halaman rumah Alfa. Untuk beberapa hari ke depan aku tinggal bersama orang tua Alfa. Bersyukur sekali tidak ada rasa beda dengan tinggal bersama mertua ataupun orang tua sendiri.
"Bagaimana, Se?" tanya Mama.
Aku menggeleng. "Belum boleh, Ma. Tapi alhamdulillah dedek bayinya sehat" ucapku sedikit tersenyum.
"Ya udah. Ditahan dulu ya rasa kangennya. Sebulan ga lama kok. Kamu sudah makan?" tanya Mama mengkhawatirkanku.
"Belum, Ma.". ucapku nyengir
"Ini anak. Ya udah ntar mama siapin ya, sayang. Sese tunggu dulu di ruang makan"
"Iya, Ma"
Aku makan siang ditemanin Mama. Kami mengobrol seperti biasa.
***
__ADS_1
Alfa Pov
Aku seperti biasa lagi bekerja di kantorku. Suara ketukan pintu membuatku harus mengalihkan pandangan dari komputer.
"Iya, Silahkan masuk" kataku ke pemilik suara dibalik pintu
"Halo, Alfa. Sibuk tak?" ucap wanita yang sedang menampakkan wajahnya.
"Claire, lumayan. Ada apa kemari?" tanyaku.
"Kok ditanya begitu? tidak boleh?"
Kulihat mukanya sudah berubah yang tadi ceria menjadi muka sebal. "Bukan begitu. Boleh. Tapi kenapa tiba-tiba. Itu yang jadi pertanyaanku"
"Oh, Aku fikir tidak boleh. Kalau kamu tidak sibuk temanin aku makan siang bisa?"
"Gimana, Fa? Bisa kan?" bujuk Claire ditanganku. Sebenarnya aku sedikit risih dengan kelakuan Claire yang manja begini tapi menolaknya membuatku tidak enak hati.
"Baiklah, tapi sebentar ya. Aku beresin berkas-berkasku dulu"
"Oke"
Aku mengabari Sese lewat pesan singkat. Jika aku akan makan siang dengan seorang teman.
***
__ADS_1
Di restoran, Aku dan Claire memesan Steak dan Orange Juice untuk makan siang kami.
"Fa, boleh foto bareng? Sudah lama kita tidak bertemu dan kamu hanya beberapa minggu disini" ajak Claire.
"Oke" jawabku. Tidak ada salahnya kan berfoto dengan teman masa kecil yang baru saja bertemu.
"Pelayan, bisa minta tolong foto kami berdua" kata Claire kepada Pelayan yang baru saja lewat.
"Baik, Bu"
Cekrek.. Cekrek..
"Ini, bu. Semoga selalu bahagia buat kalian berdua" ucap pelayan tersebut.
"Terima kasih" balas Claire
Pelayan tersebut mengira kami sepasang kekasih.
Setelah kami selesai dengan makan siang, kami berpisah dengan mobil masing-masing.
***
Di negara lain, Seorang wanita sedang melihat media sosial yang memperlihatkan suaminya berfoto dengan wanita cantik di sebuah restoran.
"Ini teman atau selingkuhan" katanya dalam hati. Seorang teman tidak mungkin berpose seperti itu. Sebuah foto yang menampilkan seorang wanita dan laki-laki berada di restoran. Laki-laki tersebut tetap duduk dikursi namun seorang wanita berdiri disampingnya memegang bahu laki-laki.
__ADS_1
"Apa kamu mencari wanita lain disana, Kak". Aku menjatuhkan badanku ke kasur.
***